• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

Samsung Terancam Mogok Terbesar dalam Sejarah, Korsel Siapkan Arbitrase Darurat Rp1.176 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53
25
Dilihat
Samsung Luncurkan Galaxy S6 Edge & Note 5
0
Bagikan
25
Dilihat

Stabilitas.id — Pemerintah Korea Selatan bersiap mengambil langkah ekstrem, termasuk mengaktifkan perintah arbitrase darurat, demi menjegal rencana aksi mogok kerja massal puluhan ribu karyawan Samsung Electronics Co. Aksi industrial terbesar dalam sejarah raksasa teknologi tersebut dinilai berisiko memicu kerugian ekonomi hingga 100 triliun won atau setara Rp1.176 triliun (asumsi kurs Rp11,76 per won).

Sebanyak lebih dari 45.000 pekerja yang tergabung dalam serikat buruh mengancam akan menghentikan operasional pabrik selama 18 hari berturut-turut mulai 21 Mei 2026.

Guna meredam tensi, manajemen Samsung dan perwakilan serikat buruh menjadwalkan negosiasi ulang mengenai upah dan bonus pada Senin (18/5/2026), dengan pemerintah bertindak langsung sebagai mediator. Maklum, Samsung merupakan tulang punggung ekonomi Seoul dengan kontribusi mencapai 22,8% dari total ekspor negara dan menguasai 26% kapitalisasi pasar saham domestik.

BERITA TERKAIT

Samsung Catat Pertumbuhan Laba di Kuartal I-2022

Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok menegaskan, intervensi pemerintah sangat krusial mengingat karakteristik industri semikonduktor yang sensitif. Berhenti satu hari saja, jalur produksi cip langsung menderita kerugian 1 triliun won.

“Yang lebih mengkhawatirkan, penghentian sementara jalur produksi semikonduktor dapat menyebabkan fase tidak aktif selama berbulan-bulan karena bahan baku harus dibuang. Dampak rentetannya bisa membengkak hingga 100 triliun won,” ujar Kim usai rapat darurat kabinet, dikutip dari Reuters, Senin (18/5/2026).

Jika kebuntuan berlanjut, Menteri Tenaga Kerja Korsel dapat merilis perintah arbitrase darurat. Regulasi ini bakal membekukan hak mogok kerja selama 30 hari ke depan, sembari memaksa kedua pihak tunduk pada mediasi Komisi Hubungan Perburuhan Nasional. Langkah ini tergolong ekstrem dan jarang ditempuh oleh administrasi pemerintahan saat ini.

Bonus dan Isu Disparitas Internal

Ancaman mogok kerja massal ini dipicu oleh sengketa akut terkait pembagian kue keuntungan dari booming industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Karyawan menilai manajemen tidak adil dalam mendistribusikan profit jumbo yang diraih korporasi akhir-akhir ini.

Pemicu utama friksi ini adalah sentimen kecemburuan sosial terhadap kompetitor utama mereka, SK Hynix Inc., yang mengobral bonus lebih melimpah. Di internal Samsung sendiri, manajemen berencana mengalokasikan bonus enam kali lipat lebih besar kepada 27.000 karyawan di divisi cip memori (memory chip) yang sedang naik daun berkat tren AI.

Kebijakan tersebut menyulut kemarahan 23.000 pekerja di divisi desain dan manufaktur cip logika serta foundry (pengecoran logam). Padahal, pekerja di divisi tersebut merupakan otak di balik produksi cip AI pesanan raksasa global seperti Nvidia dan Tesla. Manajemen beralasan divisi non-memori tersebut masih mencatatkan rapor merah akibat kemerosotan pasar beberapa tahun terakhir.

Serikat buruh menuntut manajemen mengalokasikan 15% dari total laba operasional perusahaan untuk bonus karyawan, menghapus plafon batas bonus maksimal 50% dari gaji tahunan, serta menuntut transparansi formula bonus agar bersifat permanen. Sebaliknya, Samsung dilaporkan keras kepala dan hanya menawarkan skema bonus temporer dengan nilai yang jauh lebih kecil.

Para analis memperingatkan, jika kisruh disparitas insentif ini tidak segera diurai, Samsung menghadapi risiko nyata berupa eksodus talenta (talent drain) ke perusahaan rival serta terganggunya rantai pasok cip memori dunia untuk pusat data AI, laptop, dan ponsel pintar. ***

Tags: Arbitrase DaruratBonus KaryawanCip AIKim Min-seokKrisis Rantai PasokMogok Kerja SamsungSamsung ElectronicsSemikonduktorSerikat Buruh Korea SelatanSK Hynix
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

Selanjutnya

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:12

Stabilitas.id — Rapor merah membayangi roda perekonomian Negeri Tirai Bambu setelah seluruh sektor utama dilaporkan mengalami perlambatan secara merata sepanjang...

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:59

Stabilitas.id — Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Teheran mengumumkan rencana pengenaan tarif dan pengetatan lalu lintas maritim...

Alarm Fiskal Global! Utang Amerika Serikat Lampaui PDB untuk Pertama Kali Sejak PD II

Alarm Fiskal Global! Utang Amerika Serikat Lampaui PDB untuk Pertama Kali Sejak PD II

oleh Sandy Romualdus
4 Mei 2026 - 11:24

Stabilitas.id – Beban fiskal Amerika Serikat (AS) kini memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Nilai utang nasional Negeri Paman Sam tersebut...

Horor Logistik di Selat Hormuz: 1.900 Kapal Terjebak, Pasokan 190 Juta Barel Minyak Terhenti

Sinyal Deeskalasi, Iran Tawarkan Jalur Aman Selat Hormuz via Perairan Oman

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 14:39

Stabilitas.id – Pemerintah Iran dilaporkan mengajukan proposal baru untuk menjamin keamanan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Teheran membuka kemungkinan...

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 10:10

Stabilitas.id – Indeks saham utama di bursa Amerika Serikat kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026)....

Federal Reserve: Kenaikan Suku Bunga Selanjutnya Harus Hati-hati

Kisruh Renovasi Kantor US$2,5 Miliar Jadi Senjata Trump Singkirkan Bos The Fed

oleh Stella Gracia
16 April 2026 - 10:14

Stabilitas.id – Hubungan antara Gedung Putih dan Federal Reserve (The Fed) mencapai titik didih. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Strategi Pembiayaan ESG: CIMB Niaga Kejar Target Net Zero Melalui Kredit Hijau Sektor Tambang

Siasat Para Ibu Menjinakkan Dompet Digital

BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker

RUPST Restui Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom (TLKM) Jadwalkan Pembayaran 10 Juli 2026

Bentuk Konglomerasi, OCBC NISP (NISP) Caplok Great Eastern Life Rp201,98 Miliar

Dongkrak Nilai Transaksi Saham Hingga 119%, Program Liquidity Provider BEI Mulai Unjuk Gigi

Kinerja Solid, Laba Bersih BSI Melesat 17,79% Menjadi Rp2,8 Triliun hingga April 2026

Setara 5,6 Bulan Impor, Likuiditas Cadev Devisa Bank Indonesia Kokoh Di Atas Standar Global

Likuiditas Makro: Uang Primer (M0) Adjusted Mei 2026 Tembus Rp2.214,6 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance