• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home UKM

Souvenir Jam Gadang hingga Bordir Minang, Imelda Pertahankan Tradisi di Era Digital

oleh Sandy Romualdus
2 Oktober 2025 - 09:58
21
Dilihat
Souvenir Jam Gadang hingga Bordir Minang, Imelda Pertahankan Tradisi di Era Digital

Imelda menggunakan DANA Bisnis untuk membantu mengelola keuangan . (Foto: ist)

0
Bagikan
21
Dilihat

Imelda Lina Mustika mempertahankan kerajinan tangan khas Bukittinggi di tengah dominasi oleh-oleh kuliner. Lewat Azqi Souvenir, ia menyulam harapan dari sisa tradisi yang nyaris hilang.

Stabilitas.id – Di antara deretan kios oleh-oleh di Pasar Atas, Bukittinggi, deru keramaian terdengar nyaring: suara penjual menawarkan keripik sanjai, aroma kerupuk jangek yang baru digoreng, dan deretan Karak Kaliang yang tersusun rapi dalam plastik bening. Hampir semuanya berupa makanan. Nyaris tak terlihat oleh-oleh dalam bentuk lain.

Namun di sebuah rumah di sudut kota, Imelda Lina Mustika merangkai kenang-kenangan dari benang, kayu, dan kain flanel. Ia menyebutnya Azqi Souvenir, usaha kerajinan tangan yang ia rintis sendiri setelah mengalami jatuh bangun hidup dan usaha.

“Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?” ujar Imelda, 45 tahun, saat ditemui akhir September lalu. Ia duduk di ruang tamu yang juga menjadi ruang produksi. Di sekelilingnya, ibu-ibu tetangga tengah melipat kotak, mengelem magnet kulkas, dan menempelkan miniatur Jam Gadang ke atas gantungan kunci.

BERITA TERKAIT

Investasi Semakin Mudah, Fitur Reksa Dana Hadir di Super Apps BRImo

Konsisten Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Impactful Grassroots Economic Empowerment

BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

ILO Dorong Inklusi Keuangan untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia

Imelda memulai Azqi Souvenir bukan hanya untuk bertahan hidup. Baginya, ini adalah bentuk perlawanan atas kian terpinggirkannya kerajinan tangan dari etalase wisata Bukittinggi. “Sekarang ini semuanya makanan. Oleh-oleh kerajinan hampir punah,” kata dia.

Pulang Karena Gagal, Bangkit Karena Tekad

Tak ada cerita sukses yang datang tanpa luka. Pada 2017, Imelda dan suaminya menutup bisnis yang telah mereka kelola selama tujuh tahun di Palembang. Mereka bangkrut. Tak punya banyak pilihan, keduanya memutuskan kembali ke kampung halaman.

Di Bukittinggi, Imelda sempat ikut membantu usaha kerajinan milik teman dekatnya. Dari situ, ia belajar soal pasar, desain, hingga selera wisatawan. Persaingan kala itu masih terasa ketat. Tapi Imelda justru melihat itu sebagai peluang.

“Kalau semua orang sibuk jual makanan, kenapa saya enggak tekuni yang beda?” pikirnya waktu itu.

Tahun 2019, Imelda memberanikan diri membuka usaha sendiri. Ia memberi nama Azqi Souvenir—diambil dari nama anaknya. Awalnya, toko-toko oleh-oleh besar menolak produknya. Ia tak patah arang. Ia menyasar pedagang kaki lima di depan hotel-hotel wisata.

Langkahnya terbukti tepat. Para pedagang mau membeli barang secara putus. Mereka juga memberikan pesanan ulang secara rutin, terutama saat musim liburan tiba.

Terpukul Pandemi, Tertolong Teknologi

Puncak tantangan datang saat pandemi COVID-19 menerjang. Bukittinggi sepi. Hotel-hotel tutup. Tak ada turis, tak ada penjualan. “Kami benar-benar bingung harus makan dari mana,” ujar Imelda. Ia sempat menjajal usaha lain, namun tak bertahan lama.

Saat dunia mulai pulih, Imelda kembali ke meja kerajinan. Pada 2023, ia menemukan titik terang lewat program SisBerdaya, inisiatif pemberdayaan UMKM perempuan. Ia mendaftarkan dua bisnis, dan Azqi Souvenir yang terpilih.

Di sanalah ia berkenalan dengan konsep digitalisasi UMKM, termasuk sistem pembayaran modern lewat DANA Bisnis. “Sebelumnya pencatatan saya berantakan. Sekarang lebih rapi karena semua transaksi terekam otomatis,” kata dia.

Dengan aplikasi tersebut, Imelda bisa melihat riwayat transaksi, menyusun arus kas, bahkan mengukur penjualan bersih harian. Yang paling ia suka: tanpa biaya tambahan dan sistem yang transparan. “Saya bisa lebih fokus produksi, tidak pusing lagi soal catatan,” tambahnya.

Produksi yang Menghidupkan Komunitas

Selain menambah penghasilan, usaha ini juga menjadi ruang berkumpul para ibu rumah tangga di lingkungan rumahnya. Saat pesanan ramai, Imelda akan mengajak para tetangganya membantu produksi. “Sambil kerja, sambil curhat. Ada kegiatan, ada pemasukan,” katanya, tertawa kecil.

Kini, Azqi Souvenir telah masuk ke salah satu toko oleh-oleh besar di jalur wisata utama Bukittinggi. Produk-produknya mulai dikenal wisatawan, terutama karena desain khas seperti miniatur Jam Gadang dan motif bordir Minang.

Tapi Imelda belum puas. Ia ingin lebih. “Saya bermimpi Azqi bisa punya outlet sendiri, jadi pusat oleh-oleh kerajinan tangan Bukittinggi. Lengkap, tapi tetap punya nilai budaya,” ujarnya.

Di tengah geliat ekonomi yang serba instan, Imelda memilih jalan panjang. Ia percaya, oleh-oleh bukan sekadar benda, tapi cerita yang dibawa pulang. Dan lewat tangan-tangan cekatannya, ia menuliskan kisah Bukittinggi yang tak lekang oleh waktu. ***

Tags: #Digital#UMKMAzqi Souvenirbordir MinangDANA BisnisImelda Lina Mustikakerajinan lokal Sumatera Baratkerajinan tangan Minangoleh-oleh Bukittinggipasar oleh-oleh BukittinggiSisBerdayasouvenir Jam GadangUMKM Perempuanwisata Bukittinggi
 
 
 
 
Sebelumnya

BRI Jadi Banking Partner di Halal Indo 2025

Selanjutnya

Maybank Indonesia Perluas Program Eco-Village, Tancap Gas Dukung Carbon Neutral 2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Melalui Tenun Modern, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara

Melalui Tenun Modern, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara

oleh Stella Gracia
7 Januari 2026 - 10:57

Stabilitas.id – Indonesia dikenal sebagai negeri seribu kain, dengan ragam wastra seperti batik, songket, lurik, hingga sasirangan yang sarat makna...

UMKM Busana Muslim Asal Tangerang Ini Buktikan Kekuatan Produk Lokal di Kancah Global

UMKM Busana Muslim Asal Tangerang Ini Buktikan Kekuatan Produk Lokal di Kancah Global

oleh Stella Gracia
7 Januari 2026 - 07:53

Stabilitas.id – Indonesia merupakan salah satu pasar busana muslim terbesar di dunia. Banyaknya merek lokal yang bermunculan hingga masuknya brand...

Forum CSR DKI dan Bank Jakarta Kolaborasi Bekali UMKM Strategi Konten Kreatif

Forum CSR DKI dan Bank Jakarta Kolaborasi Bekali UMKM Strategi Konten Kreatif

oleh Stella Gracia
30 Desember 2025 - 16:18

Stabilitas.id — Forum CSR DKI Jakarta bersama Bank Jakarta dan Inotek berkolaborasi membekali pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

oleh Sandy Romualdus
13 Desember 2025 - 13:57

Stabilitas.id - Upaya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam memperkuat daya saing UMKM kembali mendapat pengakuan pemerintah....

Berkat Pemberdayaan BRI, Batik Malessa Ubah Kain Perca Hingga Fashion Premium

Berkat Pemberdayaan BRI, Batik Malessa Ubah Kain Perca Hingga Fashion Premium

oleh Stella Gracia
12 Desember 2025 - 17:21

Stabilitas.id – Di salah satu sudut kampung Dipotrunan, Tipes, Serengan, Surakarta, geliat mesin jahit dan tangan-tangan perempuan sibuk menata kain...

UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi: Promise II Impact Jadi Katalis Inklusi Keuangan

UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi: Promise II Impact Jadi Katalis Inklusi Keuangan

oleh Sandy Romualdus
11 Desember 2025 - 22:40

Stabilitas.id – Program Promise II Impact yang digagas International Labour Organization (ILO) bersama Pemerintah Indonesia dan didukung Swiss Confederation melalui...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Umumkan Dividen Interim Rp137 per Saham Tahun Buku 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terbitkan POJK 32/2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Natal dan Akhir Tahun, BI Perpanjang Jam BI-RTGS hingga 23.55 WIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Dorong Keterbukaan Informasi Pasar Modal lewat Akses AKSes KSEI

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

OJK Terbitkan POJK 31/2025, Perkuat Tata Kelola SRO Pasar Keuangan

Bank Jatim Gandeng LPPI Kembangkan Calon Pimpinan Cabang Lewat JLDP

Respons Bencana, TASPEN Pastikan Hak JKM ASN di Aceh Tamiang Terpenuhi

Kuatkan Integritas Pegawai, TASPEN Dorong Target Zero Fraud 2026

OJK Catat Akselerasi ITSK dan Aset Kripto, Sandbox hingga Transaksi Tembus Ratusan Triliun

OJK: Multifinance hingga Pindar Tumbuh, Risiko Tetap Terkendali

Premi Asuransi Stagnan, OJK Pastikan Ketahanan Industri Terjaga

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Maybank Indonesia Perluas Program Eco-Village, Tancap Gas Dukung Carbon Neutral 2030

Maybank Indonesia Perluas Program Eco-Village, Tancap Gas Dukung Carbon Neutral 2030

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance