Jakarta – Standard Chartered PLC mengumumkan pencapaian laba operasional serta pendapatan selama tahun 2011 yang mencerminkan keberhasilan dalam pencapaian rekor kinerja yang konsisten selama sembilan tahun berturut-turut. Keberhasilan tersebut ditopang oleh posisi modal yang solid dan likuid, serta kontribusi dari beberapa pasar dinamis di wilayah Asia, Afrika dan Timur Tengah. Pendapatan meningkat 10 persen menjadi USD17.64 milyar sementara laba and operasional meningkat 11 persen menjadi USD6.78 milyar.
Group Standard Chartered Bank memiliki 24 pasar yang berkontribusi penuh dalam menghasilkan pendapatan Bank dimana 14 pasar di antaranya telah berkontribusi dalam menghasilkan pendapatan senilai lebih dari USD100 juta. Keanekaragaman bisnis dan geografi pasar telah menjadikan Bank ulet dalam mempertahankan momentum bisnis yang kuat serta dapat terus berkembang bahkan ketika beberapa pasar mengalami masa yang sulit. Setiap tahun selama lima tahun terakhir ini, Bank tak hanya berhasil meningkatkan modaI, jumlah karyawan, pendapatan per saham serta dividen, namun juga pendapatan dan laba. Di tahun yang sama, jumlah pinjaman berhasil meningkat sebesar 91 persen.
Group Standard Chartered Bank memiliki kebijaksanaan untuk mempertahankan posisi modal yang kuat dan likuid, sehingga memungkinkan Bank untuk terus bersikap terbuka terhadap bisnis dan mengambil pangsa pasar melalui siklus ekonomi di beberapa area inti bisnis seperti trade finance. Di akhir tahun 2011, rasio Core Tier 1 adalah 11.8 persen dan rasio deposan adalah 76.4 persen. Group Standard Chartered tidak memiliki paparan langsung terhadap gejolak yang terjadi di Yunani, Irlandia, Italia, Portugal atau Spanyol.
BERITA TERKAIT
Selama tahun 2011, jumlah nasabah dana deposito meningkat sebesar 11 persen menjadi USD352 milyar dan jumlah pinjaman kepada nasabah meningkat 9 persen menjadi USD269 milyar. Terdapat pula penambahan pengeluaran sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, yaitu sebesar 10 persen. Jumlah karyawan juga meningkat sebesar 1,600 orang selama tahun 2011 sehingga total karyawan saat ini adalah sekitar 87,000 orang.
Consumer Banking
Pendapatan Consumer Banking melonjak 12 persen menjadi USD6.79 milyar dan laba meningkat 26 persen menjadi USD1.65 milyar sejalan dengan proses transformasi divisi Consumer Banking yang terus berkelanjutan. Pendapatan bisnis Consumer Banking berasal dari kontribusi di beberapa area seperti pertumbuhan asset-aset unsecured, meningkatnya margin dana deposito, serta dampak investasi yang dilaksanakan pada tahun 2010. Pertumbuhan tersebut juga tercermin di semua segmen Consumer Banking yaitu segmen Private Banking meningkat 21 persen, SME Banking meningkat 14 persen, serta segmen Priority Banking meningkat 10 persen.
Fokus strategi bisnis Consumer Banking yaitu menerapkan dasar-dasar bisnis yang solid tetap berlanjut, dengan rata-rata loan-to-value sebear 49 persen untuk bisnis kredit pinjaman rumah, dan struktur pendanaan yang terdiversifikasi baik serta solid.
Bisnis Consumer Banking terus melanjutkan proses standardisasi dan menerapkan kebijakan penghematan biaya untuk meningkatkan kapasitas investasi. Jumlah karyawan di divisi Consumer Banking meningkat sebesar 1,200 orang, khususnya di wilayah Cina, Singapura, Hong Kong dan Afrika. Selama tahun 2011, Bank juga telah meresmikan 35 kantor cabang baru termasuk 19 kantor cabang baru di Cina. Selain itu, Bank juga telah memperbaharui lebih dari 400 buah ATM, meningkatkan kualitas layanan mobile banking dan internet banking serta menambah aktivitas pemasaran dari tahun ke tahun.
Wholesale Banking
Divisi Wholesale Banking mencatat peningkatan terhadap pendapatan dan laba sebesar 9 persen yaitu menjadi USD10.85 milyar untuk pendatan, serta USD5.22 milyar untuk laba. Kontribusi pendapatan dari klien adalah sebesar 82 persen atas total pendapatan, atau meningkat 10 persen sejalan dengan upaya Bank untuk terus melakukan bisnis bersama para klien dan berinvestasi atas beragam produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan klien.
Pendapatan bisnis tetap terdiversifikasi dengan baik, dengan pertumbuhan bisnis sebesar double-digit pada tiga unit bisnis terbesarnya yaitu di Transaction Banking, Financial Markets serta Corporate Finance. Dalam unit bisnis Transaction Banking, pendapatan dari kegiatan trade berhasil meningkat sebesar 9 persen menjadi USD1,595 juta seiring dengan pertumbuhan volume bisnis, sementara pendapatan Cash Management meningkat sebesar 27 persen menjadi USD1,652 juta.
Financial Markets, dimana di dalamnya termasuk Foreign Exchange, Rates, Commodities dan Equities, Capital Markets dan Credit, terkait erat dengan layanan Transaction Banking yang diberikan kepada klien, dimana kontribusinya mampu menjadikan Bank bersikap fleksibel saat terjadi berbagai tantangan dalam kondisi pasar. Pendapatan meningkat 12 persen menjadi USD3,688 juta. Pendapatan Corporate Finance meningkat 10 persen menjadi USD1,873 juta dan menyelesaikan lebih dari 15 persen transaksi dibandingkan tahun sebelumnya, dan setelah akhir yang baik menuju 2011.
Wholesale Banking didukung penuh oleh jaringan internasional dan franchise yang kuat dari Group Standard Chartered Bank, dimana 48 persen pendapatan berasal dari para klien yang melakukan bisnis di luar negara asalnya.
Loan Impairment
Secara umum, loan impairment meningkat 3 persen. Loan impairment di divisi Consumer Banking menurun 9 persen menjadi USD524 juta, namun mengalami peningkatan pada paruh kedua tahun 2011 yang menunjukkan adanya perubahan besar dan diversifikasi pendanaan.
Sementara itu, loan impairment divisi Wholesale Banking selama tahun 2011 adalah sebesar USD384 juta, atau meningkat sebesar 26 persen dibandingkan tahun 2010, dimana sebagian besar loan impairment adalah terkait dengan impaired accounts di tahun sebelumnya. Kualitas kredit atas pendanaan tetap solid dan Group Standard Chartered Bank terus bersikap disiplin dan proaktif dalam menangani manajemen resiko. Group Chief Executive Standard Chartered Peter Sands berkata: “Keberhasilan kami dalam mencetak rekor pendapatan dan laba yang baik selama sembilan tahun berturut-turut mencerminkan kekuatan strategi kami dan kemampuan kami untuk bersikap fleksibel dalam menjalankan bisnis kami. Kekuatan modal dan sistem pendanaan kami juga memungkinkan kami untuk terus melaksanakan kegiatan bisnis dan merebut lebih banyak lagi pangsa pasar. Kami melihat banyak kesempatan besar di berbagai pasar inti kami di wilayah Asia, Afrika dan Timur Tengah, baik untuk masing-masing pasar serta dalam memfasilitasi pertumbuhan besar dalam hal perdaganan dan investasi di pasar-pasar dinamis.
“Dengan terus menerapkan strategi yang baik ini – memberi pinjaman kepada klien, memfasilitasi kegiatan perdagangan mereka, membantu mereka menangani transaksi dengan mata uang asing (foreign exchange) serta transaksi komoditas dengan resiko harga (commodity price risk), mengidentifikasi dan mendukung kerjasama baru serta investasi, membantu para klien untuk mengakses pasar-pasar saham – adalah bagian dari upaya kami untuk mewujudkan peran sosial dalam menggairahkan pertumbuhan ekonomi serta membuka lahan pekerjaan kepada masyarakat di sekitar kami beroperasi.”
















