• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

TEI Hari Pertama Hasilkan 33,9 Juta Dollar AS

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2011 - 00:00
15
VIEWS
TEI Hari Pertama Hasilkan 33,9 Juta Dollar AS
0
SHARES
15
VIEWS

Jakarta -Transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) hari ke-1 mencatat nilai hingga 33,9 juta dollar AS dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor furnitur. Sebagaimana diungkapkan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini bahwa furnitur menyumbang transaksi sebesar 15,6 persen dari total nilai transaksi disusul produk makanan dan minuman 5,5 persen, handicraft 5,3 persen, produk pertanian 5,2 persen, Tekstil dan Produk Tekstil 4,3 persen.

Selain itu, komponen otomotif 3,7 persen, bahan bangunan 3,4 persen, elektronik 3,1 persen, kosmetik dan herbal 2,6 persen,  esesnsial oil 2,6 persen  dan produk kertas 2,3 persen, produk kayu 2,4 persen. “Dari transaksi cukup baik sekitar 33,9 juta dollar AS. Itu masih di luar services, jadi kemungkinan angkanya lebih besar lagi,” ujar Hesti di Jakarta International Expo di Kemayoran, Kamis (20/10).

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

 Dari segi pengunjung, menurut Hesti, pada hari pertama pelaksanaan TEI, jumlah buyers yang tercatat mencapai 2.278 buyers dari 65 negara. Dari total pengunjung itu, negara-negara emerging market dan non tradisional mendominasi dengan persentase sebesar 84,5 persen sementara sisanya berasal dari negara tradisional.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 “Kami sangat gembira sekali dengan kunjungan para buyers dari emerging buyer dan negara-negara non tradisional. Memang ini target kita, upaya kita bersama perwakilan di luar negeri yaitu Atase dagang dan ITPC untuk menghimpun buyer sebanyaknya,” jelasnya.

Hesti mengatakan buyers dari negara-negara tradisional memang menunjukkan penurunan. Hal tersebut disebabkan kondisi perekonomian global yang melemah di Amerika dan negara-negara Eropa yang menjadi market utama Indonesia.

Sementara itu, Deputi Kerjasama Luar Negeri Promosi BNP2TKI Endang Sulistyaningsih, mengatakan pada hari pertama pelaksanaan TEI, BNP2TKI telah berhasil meraih permintaan 102.180 TKI formal untuk 16 negara.

Permintaan terbesar, menurut Endang, berasal dari Australia sebesar 100.000 TKI untuk sektor kesehatan. “Jadi sektor kesehatan di Australia meminta 100.000 dengan rincian angkanya belum dikonfirmasi tapi terdiri dari perawat, operator alat medis, dan careworker untuk orang tua. Kemudian tenaga medis untuk penunjang lainnya, seperti supir ambulance,” tuturnya.

Dia mengatakan dengan jumlah tenaga kerja itu, maka prospek remitansinya sebesar 1,8 juta dollar AS. Namun, lanjut dia, permintaan tersebut untuk 10 tahun ke depan sehingga prospek remitansi pertahunnya sebesar 181 juta dollar AS.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

 “Setelah kami telpon kembali Australia melalui Konjen di sana, angka ini kalau bisa dipenuhi dalam 10 tahun. Jadi per tahunnya 10.000 orang. Kalau pertahun 10.000 orang, remitensinya 181,6 juta dolar AS.”

 Dia menambahkan perolehan permintaan tenaga kerja tersebut telah melampaui target. Tahun lalu, selama TEI berlangsung, BNP2TKI hanya berhasil mencatat transaksi sebesar 144,1 juta dollar AS dengan jumlah tenaga kerja 21.104 orang. “Tahun ini baru satu hari saja, angka kami sudah luar biasa dan melampaui target tahun lalu.”

Dirjen PEN menambahkan dalam beberapa tahun pelaksanaan TEI, sektor services memang mencatat peningkatan yang luar biasa sehingga menyumbang angka perolehan TEI yang luar biasa.

Hesti optimis dengan perolehan transaksi selama hari pertama tersebut, target sebesar 380 juta dollar AS yang dipatok Kementerian Perdagangan dapat tercapai. “Hari pertama biasanya mereka masih melihat. Hari kedua biasanya meningkat. Kalau tren selama ini hari ketiga sama hari terakhir paling besar.”

Untuk diketahui, TEI pada tahun 2008 mencapai nilai transaksi sebesar  217,29 juta dollar AS, lalu di tahun 2009 menjadi 285,4 juta dollar AS. Ditahun 2010 nilai transaksi menjadi 369,3 juta dollar AS.

TEI yang dilakukan ke 26 kalinya ini merupakan pameran business to business (B to B) produk Indonesia berskala internasional yang ditujukan pada buyer asing. Selain itu untuk meningkatkan transaksi dagang, pameran yang dilaksanakan selama tiga hari ini juga digelar untukmencari dan meningkatkan peluang di pasar-pasar baru sambil mempertahankan pasar tradisional.

Meski menargetkan ada 380 juta dollar AS transaksi dalam TEI 2011 ini, Hesti menekankan pada perolehan transaksi setelah pameran yang dapat lebih tinggi. Nilai kesepakatan langsung yang dicapai jauh lebih kecil ketimbang yang dilakukan buyers selepas pameran.

  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

"Inilah yang dimaksud dengan nation branding itu. Kualitas, inovasi, kreasi atas suatu produk kita diakui, muncul kepercayaan tinggi yang selanjutnya memunculkan efek domino terhadap ekspor Indonesia," urai Hesti.

Buyer terbanyak pada tahun-tahun pelaksanaan TEI berasal dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Menurut Hesti, buyer yang sudah memberikan konfirmasi sebanyak 7.800 orang.

 
 
 
 
 
Previous Post

Indosat Rilis Layanan Cek-Stop SMS Premium

Next Post

Peta Ketahanan Pangan 14 Provinsi Diluncurkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Mandiri Salurkan Rp1,4 T Ke Anak Usaha Jasa Marga

Saat Margin Suku Bunga Tak Seksi Lagi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance