Stabilitas.id – Emiten bank digital anak usaha Kredivo Group, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI), menorehkan lompatan kinerja yang signifikan. Hingga April 2026, perseroan sukses menjaring lebih dari 1 juta pembukaan rekening nasabah serta menghimpun Dana Pihak Kertiga (DPK) total mencapai Rp10 triliun.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan menggarisbawahi bahwa raihan dana jumbo dan ekspansi basis data nasabah ini diraih secara murni melalui jalur pertumbuhan organik (organic growth). Pencapaian tersebut murni mengandalkan keunggulan kompetitif produk dan kualitas pengalaman digital (user experience), tanpa mengeksploitasi basis pengguna Kredivo sebagai mesin akuisisi utama di fase awal.
“Pencapaian ini memperkuat posisi Krom sebagai salah satu bank digital dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia sekaligus memperkuat misi Krom untuk menjadi bank digital pilihan utama generasi milenial dan Gen Z,” ungkap Anton dalam siaran pers resminya, dikutip Kamis (4/6/2026).
Tawarkan Imbal Hasil Agresif Rp500 Miliar
Sejak resmi melakukan penetrasi pasar pada awal 2024, emiten bersandi saham BBSI ini menerapkan strategi penetapan harga (pricing strategy) yang agresif. Krom mematok suku bunga tabungan dan deposito berjangka (term deposit) di level tertinggi pasar guna merebut likuiditas dari bank konvensional.
Lewat insentif suku bunga tinggi tersebut, Krom diperkirakan telah mengalirkan imbal hasil (yield) tambahan hingga Rp500 miliar kepada para nasabahnya dibandingkan jika dana tersebut ditempatkan pada instrumen tabungan perbankan tradisional. Tingginya loyalitas pengguna tecermin dari perolehan peringkat bintang 4,9 di Apple App Store dan bintang 4,8 di Google Play Store.
“Pencapaian 1 juta rekening dan Rp10 triliun simpanan secara organik, bahkan sebelum kami mengintegrasikan keuntungan dari ekosistem Kredivo membuktikan kekuatan nilai produk yang kami tawarkan,” imbuh Anton.
Cetak Profitabilitas di Tengah Bakar Uang Industri
Berbeda dengan tren mayoritas pelaku industri bank digital yang masih terjebak dalam fase merugi akibat tingginya biaya akuisisi nasabah (customer acquisition cost/CAC), Krom Bank mengklaim telah berhasil mempertahankan konsistensi profitabilitas sejak awal bertransformasi menjadi bank digital.
Kemampuan menjaga keseimbangan antara laju ekspansi DPK dan kesehatan pos laba-rugi (bottom-line) ini menjadi modal kuat bagi perseroan untuk menapaki strategi bisnis fase kedua.
Menatap sisa tahun buku 2026, Krom bersiap mentransformasikan platformnya menjadi pusat layanan keuangan terpadu (financial home) bagi generasi muda. Perseroan akan segera meluncurkan perluasan fitur yang menyasar lini transaksi pembayaran (payment gateway) serta penyaluran kredit digital (digital lending).
Langkah diversifikasi ini akan diakselerasi melalui pembukaan keran sinergi penuh dan integrasi ekosistem bersama Kredivo Group, yang diproyeksikan bakal membuka akses pembiayaan langsung ke puluhan juta basis pengguna aktif fintech tersebut di seluruh Indonesia. ***






.jpg)










