Stabilitas.id – Efek domino dari kuatnya daya beli dan konsumsi domestik memberikan berkah bagi bisnis digital perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan lonjakan performa signifikan pada platform digitalnya, di mana nilai transaksi super app Livin’ by Mandiri sukses menembus angka Rp2.083 triliun hingga akhir Mei 2026.
Realisasi jumbo tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 19,6% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laju ekspansi ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang merekam pertumbuhan konsumsi rumah tangga nasional di level 5,52% YoY pada kuartal I/2026, yang menjadi indikator solidnya aktivitas ekonomi di sektor riil.
SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap memaparkan, keandalan infrastruktur digital memegang peranan krusial sebagai urat nadi transaksi masyarakat di tengah tingginya mobilitas pascapandemi.
BERITA TERKAIT
“Bank Mandiri terus memperkuat Livin’ by Mandiri sebagai bagian dari strategi menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi. Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri,” jelas Yanto dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).
Yanto menguraikan, dominasi platform digital milik emiten perbankan berlogo pita emas ini kian kokoh tecermin dari basis massa pengguna aktif. Hingga medio Mei 2026, jumlah register pengguna Livin’ by Mandiri telah menyentuh angka 40,3 juta nasabah, atau terkerek naik hingga 28% YoY.
Seiring dengan melesatnya populasi pengguna, frekuensi aktivitas transaksi di dalam ekosistem aplikasi turut terkerek naik 19% YoY menjadi 2,2 miliar kali transaksi. Tingginya penetrasi ini menandakan penetrasi digital banking Bank Mandiri telah masuk ke dalam lingkaran aktivitas harian (daily needs) nasabah.
Guna mempertahankan posisi sebagai pemuka pasar, Bank Mandiri terus memperkaya bauran fitur di dalam platformnya. Selain menu standar seperti transfer kliring, BI-FAST, top-up dompet digital (e-wallet), dan pembayaran tagihan rutin, aplikasi ini juga memperkuat ekosistem gaya hidup lewat fitur Livin’ Sukha untuk pembelian tiket perjalanan dan lifestyle.
Inovasi teranyar yang diusung oleh BMRI untuk mendongkrak retensi konsumen adalah peluncuran fitur Livin’ Call. Melalui fitur integrasi ini, nasabah dapat melakukan panggilan interaktif langsung ke agen call center resmi Bank Mandiri melalui jaringan internet tanpa perlu khawatir tersedot kuota pulsa seluler.
Melalui bauran strategi digital yang mengedepankan aspek keandalan (reliability), skalabilitas (scalability), serta kenyamanan pengguna (customer-centricity), Bank Mandiri optimistis dapat terus mengamankan laju pertumbuhan bisnis non-bunga (fee-based income) dari lini digital banking secara berkelanjutan di sisa tahun fiskal 2026.***

















