• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

UMKM Indonesia dan ITPC Busan Tetap Jalankan Ekspor Rumput Laut

oleh Stella Gracia
28 April 2020 - 10:54
13
Dilihat
Keramik Indonesia Menang atas Tindakan Safeguard Filipina
0
Bagikan
13
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas–  Wabah COVID-19 yang melemahkan aktivitas industri dan perdagangan di dunia, tidak mengurangi geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Korea Selatan, untuk bahu-membahu mengejar target ekspor. Salah satu UMKM di Indonesia yaitu CV Sarana Multi Jaya berhasil memanfaatkan peluang ekspor rumput laut ke Korea Selatan.

“Walaupun COVID-19 melanda dunia, termasuk di Korea Selatan dan Indonesia, namun hal ini tidak menyurutkan ambisi Indonesia meningkatkan ekspor komoditas rumput laut. Target ekspor rumput laut jenis cottonii sp. dari CV Sarana Multi Jaya terus dikejar sebagai tindak lanjut penandatanganan kontrak dengan buyer asal Korea Selatan pada kegiatan misi gagang Indonesia di Busan pada 27 November 2019 lalu. Hal ini juga sejalan dengan tetap tingginya permintaan produk makanan di tengah kondisi COVID-19,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

  • Baca juga: Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

Transaksi awal dari CV Sarana Multi Jaya sebagai eksportir dilakukan dengan pengiriman rumput laut sebanyak 1 kontainer 20 feet rumput laut kering senilai USD 17.000. Ke depan, Mendag Agus mengharapkan transaksi ini diharapkan terus berlanjut.

BERITA TERKAIT

Ekspansi Global BUMN: K&K Advocates dan Bird & Bird Bedah Mitigasi Risiko Hukum Lintas Negara

Pacu Semen Hijau dan Bahan Bakar Alternatif, SIG Buktikan Competitive Advantage Berbasis ESG

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

“Eksportir ini merupakan UMKM perdagangan khusus hasil kelautan dan baru pertama kali melakukan ekspor sehingga dilakukan pendampingan oleh ITPC Busan dari pemasaran, pengapalan, sampai teknis pembayaran,” tambah Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan.

Kasan menjelaskan, kontrak dan purchase order antara kedua belah pihak ditandatangani pada 20 Maret 2020. Produknya kemudian dikapalkan dari Pelabuhan Samarinda pada 30 Maret 2020 dan tiba di Pelabuhan Busan pada 18 April 2020. Adapun unloading kontainer dilakukan pada 23 April 2020 yang juga didampingi ITPC Busan. Lokasi unloading adalah pabrik buyer di daerah Yangsan, yang jaraknya satu jam perjalanan dari Busan.

Kepala ITPC Busan, Ni Made Kusuma Dewi, mengungkapkan, ekspor ini merupakan trial buying sebelum buyer memutuskan apakah akan melanjutkan pada PO berikutnya atau tidak. Keputusan ini didasarkan pada hasil laboratorium mereka terhadap produk tersebut.

  • Baca juga: Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

Dewi mengatakan, pihak buyer juga menyampaikan kegembiraannya atas kerja keras pihak Indonesia di tengah pandemi COVID-19, karena dengan adanya bahan baku rumput laut dari Indonesia, maka produksi industri perusahaan mereka tetap berjalan dengan lancar dan tidak terkendala. Hal ini penting, mengingat hasil diproduksi buyer Korea Selatan tersebut merupakan produk makanan yang dibutuhkan di Korea Selatan dan juga menjadi bagian dari produk makanan jadi yang diekspor Korea Selatan ke mancanegara, termasuk Indonesia.

Buyer Korea Selatan yang mengimpor bahan baku rumput laut kering (cottoni, spinosum, dan gracilaria) dari Indonesia tersebut menjual produk hasil olahannya dalam bentuk carrageenan dan agar-agar ke industri makanan jadi. Diharapkan, buyer tersebut akan tetap melakukan importasi bahan baku dari Indonesia, sepanjang Indonesia dapat menjamin kualitas produk rumput lautnya tetap berkualitas prima.

“Pihak buyer merasa tidak khawatir terhadap wabah pandemi COVID-19, sehingga transaksi kegiatan ekspor rumput laut asal Indonesia ke Korsel tidak terpengaruh,” kata Plt Dirjen PEN Kasan.

Merespons kepercayaan buyer tersebut, Kemendag akan terus membantu dan memfasilitasi UMKM yang telah berhasil melakukan ekspor ini, terutama dalam pemenuhan standar kualitas produk sesuai keinginan buyer dan keberlanjutan pengirimannya.

  • Baca juga: Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Menilik data dari Korea International Trade Association (KITA) pada Maret 2020, terjadi penurunan ekspor Indonesia ke Korsel (YoY) sebesar 14,6 persen atau senilai USD 2,11 miliar dibandingkan Maret 2019 yang mencapai USD 2,47 miliar. Namun demikian, di tengah pandemi COVID-19, ekspor sepanjang Maret 2020 naik 1,4 persen (MoM) menjadi USD 756,38 juta dari USD 745,96 juta. Kenaikan tersebut akibat peningkatan ekspor migas (MoM) sebesar 54,25 persen. Sementara ekspor nonmigas menurun sebesar 3,62 persen.

Meskipun terjadi penurunan ekspor nonmigas, sambung Dewi, beberapa produk ekspor Indonesia ke Korea Selatan seperti produk kelautan justru mengalami sedikit peningkatan seperti rumput laut atau seaweed (HS 1212). Pada Januari–Maret 2020, ekspor produk ini mencapai USD 3,51 juta atau meningkat sebesar 11,6 persen (YoY). Khusus pada Maret, meningkat 56,5 persen (MoM) yang mencapai USD 910 ribu.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bukopin Syariah Tawarkan Tabungan Berhadiah Langsung

Selanjutnya

Kementerian Perdagangan Jamin Stok Beras Hingga Lebaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

oleh Stella Gracia
4 Agustus 2026 - 09:59

Ekspansi pabrik pacu impor, Vietnam cetak defisit dagang US$ 3,59 miliar pada Juli 2026 di tengah tekanan tarif dan pengawasan...

Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

oleh Stella Gracia
24 Juli 2026 - 17:05

Malaysia kembali ke pasar obligasi dolar setelah 5 tahun dengan merilis sukuk US$ 1,5 miliar di tengah ancaman membengkaknya subsidi...

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

oleh Stella Gracia
26 Juni 2026 - 11:10

Stabilitas.id – Sektor industri manufaktur Amerika Serikat (AS) dibayangi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mengkhawatirkan. Laporan teranyar dari...

Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 14:20

Stabilitas.id – Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), resmi mengambil langkah agresif untuk mengakhiri era stimulus besar-besaran yang telah...

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:12

Stabilitas.id — Rapor merah membayangi roda perekonomian Negeri Tirai Bambu setelah seluruh sektor utama dilaporkan mengalami perlambatan secara merata sepanjang...

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:59

Stabilitas.id — Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Teheran mengumumkan rencana pengenaan tarif dan pengetatan lalu lintas maritim...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Ekspansi Global BUMN: K&K Advocates dan Bird & Bird Bedah Mitigasi Risiko Hukum Lintas Negara

Pacu Semen Hijau dan Bahan Bakar Alternatif, SIG Buktikan Competitive Advantage Berbasis ESG

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

Pacu Ekonomi Syariah di Kawasan FTZ, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Batam

Momentum Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Dorong 56 Ribu Debitur KUR Naik Kelas

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Tembus Rp1.211 Triliun, BRI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Nasional

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kemendag Fasilitasi Ekspor DenganTerbitkan Permendag Nomor 39 Tahun 2020

Kementerian Perdagangan Jamin Stok Beras Hingga Lebaran

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance