• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Laporan Utama

Untuk Bertahan Butuh Core Value Kuat

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2012 - 00:00
241
Dilihat
Untuk Bertahan Butuh Core Value Kuat
0
Bagikan
241
Dilihat

Perusahaan yang mampu bertahan adalah perusahaan yang memiliki tiga unsur penting yaitu kepemimpinan, fokus market, dan core value yang kuat. Begitu juga sebuah bank. Perubahan-perubahan yang ada dinilai bisa dihadapi jika sebuah bank memiliki tiga hal tesebut.
Setidaknya itulah yang dipaparkan oleh Rudjito, Ketua Dewan Kode Etik Badan Sertifikasi Manajemen Risiko saat kepada Yudi Racman dari Majalah Stabilitas saat menjelaskan strategi-strategi kunci agar sebuah perusahaan bisa bertahan dan berperan dalam industri. Pria yang juga mantan Direktur Utama BRI 2001 – 2005 ini juga berbagi pengalaman mengapa bank tersebut bisa berumur panjang. Berikut petikannya:

Anda pernah di BRI dan BRI merupakan bank dengan usia di atas 100 tahun. Apa yang membuat BRI bertahan?

Dalam suatu institusi, selalu ada yang memimpin. Sedangkan pemimpin itu tidak selamanya menjabat, ada pergantian-pergantian. Nah, setiap pemimpin di BRI itu selalu memegang amanah visi pendirinya Raden Bei Aria Wiriatmadja. Waktu mendirikan Bank Priyayi (nama BRIRI pertama kali-), Raden Aria menginginkan bank tersebut dapat membantu masyarakat terhindar dari jerat lintah darat. Amanah tersebut dipegang terus oleh pemimpin-pemimpin berikutnya, sampai sekarang.

BERITA TERKAIT

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Tapi BRI juga cukup eksis atau bisa dikatakan terus bertumbuh. Bagaimana BRI melewati perubahan-perubahan?

BRIRI selalu mengalami perubahan-perubahan. Meskipun namanya sudah berganti, tapi sasarannya tetap sama. Zaman Kemerdekaan namanya menjadi BRIRI. Lalu zaman pak (Muhammad) Hatta menjadi wakil presiden, didirikanlah Bank Koperasi Petani dan Nelayan. Namun pembiayaan-pembiayaan yang dilakukan BRIRI itu masih tetap fokus pada amanah pendirinya. Dengan perubahan-perubahan yang terjadi, BRI selalu bisa menyesuaikan. BRIRI tidak melawan perubahan, tapi dengan perubahan yang ada ,BRIRI ikut mengubah dirinya.

Bagaimana jika ada bank yang sudah berumur lebih dari 50 tahun, tapi kurang eksis. Apa karena nilai-nilai yang ada kurang kuat?

ya. Nilai atau value, budaya perusahaan itu harus dipertahankan. Tentunya corperate culture tidak akan hidup selamanya, dia juga harus ikut menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Kemungkinan besar perusahaan yang tidak bisa bertahan lama lebih dari 50 tahun, itu karena nilai inti (core value) yang tidak bisa dipertahankan. Nilai inti juga harus dijiwai para pemimpinnya. Contoh Olympus dan Enron, perusahaan yang sudah bertahan cukup lama tapi kemudian hancur. Karena nilai inti perusahaannya dihancurkan oleh direksi sendiri.

Bagaimana dengan perusahaan yang ada di Indonesia ?

Sebetulnya perusahan-perusahaan Indonesia yang berdiri sejak zaman Belanda itu banyak, tapi belakangan satu persatu menghilang dari peredaran, karena kebanyakan perusahaan tersebut dimiliki oleh pribadi. Kemudian nilai inti (core value) perusahaan yang sama tidak dapat diwariskan oleh generasi sekarang kepada genarasi selanjutnya. Bahkan kondisi seperti itu terjadi juga di perusahaan milik pemerintah. Kalau saya perhatikan, di Indonesia ini yang masih bisa bertahan lebih dari satu abad milik pribumi, hanya dua: BRI dan Bumiputera. Karena kedua-duanya fokus bisnisnya ritel.

Apa ada hubungan antara focus market dengan strategi bertahan ?

Biasanya perusahaan tergiur dengan market lain yang membuat ia kemudian tidak fokus. Tapi di BRIRI itu tidak terjadi. Meskipun sekarang BRIRI juga masuk ke dalam market consumer, namun tetap memegang teguh usaha mikro, kecil menegah. Buktinya, BRIRI semakin memperbesar pasar ritelnya dengan membuka jaringan baru ke pelosok-pelosok termasuk ke pasar-pasar dengan mendirikan teras-teras BRIRI. Program itu merupakan bentuk fokus BRIRI kepada usaha mikro, kecil dan menengah tadi.

Kepemimpinan, focus market, dan memegang kuat core value itu harus dijalankan selaras atau bergantian?

Mesti selaras, namun yang paling utama itu adalah core value. Sepanjang para pemimpin memegang erat core value, percaya atau tidak, pasti akan terjadi perubahan-perubahan itu. Contohnya Astra yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun. Kenapa bisa tetap berdiri. Karena core value Astra yang pertama kali dirumuskan Om William itu masih tetap dipertahankan. Kemudian diramu dan dipadu dengan budaya perusahaan-perusahan Jepang, selanjutnya diadopsi dengan budaya yang ada di Indonesia.

Penyesuaian terhadap perubahan, apakah harus mengubah juga core value?

Core value harus tetap. Core value itu harus meresap ke dalam jiwa. Agar mampu menyesuaikan dengan perubahan, core value harus berada dalam jiwa yang dinamis. Jiwa yang mau dan mampu mengikuti perkembangan. Core value-nya tetap, tapi jiwa itulah yang megikuti perkembangan. Nilai-nilai lain juga bisa mengikuti perkembangan.

Faktor apa yang dapat menghambat terjadinya perubahan ?

Biasanya pemahaman dan munculnya perasaan produknya adalah yang paling bagus. Saya ingin menyampaikan cerita pendek; ada perusahaan paku yang merasa pakunya adalah yang paling bagus kualitasnya. Padahal dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, telah banyak perusahaan yang mampu membuat paku jauh lebih bagus.

Akhirnya, perusahaan tersebut bangkrut. Karena bangkrut, utangnya menumpuk. Dengan perasaan yang telah dilanda frustasi, bos perusahaan itu membuat paku yang besar kemudian ditancapkanlah paku tersebut ke tembok, kemudian ia gantung diri menggunakan paku itu. Inti dari cerita tadi adalah, karena bos perusahaan paku itu menanamkan nilai dalam pikirannya bahwa produknya adalah produk yang paling bagus tanpa melakukan perbandingan dengan yang lain.

Berarti, jika ada perusahaan yang mengabaikan core value tapi masih bertahan sampai sekarang, tinggal menunggu waktu kehancuran saja?

Iya. Tinggal nuggu waktu aja. Sekarang kalau mau mengatakan produk kami adalah produk yang terbaik tapi tidak melakukan perubahan-perubahan dan inovasi, tunggu saja waktu itu datang. Inovasi harus terus dilakukan. Artinya, core value-nya tetap namun berada dalam jiwa yang dinamis dalam melakukan inovasi.

Bagaimana strategi menyiasati terjadinya perubahan?

Mengukurnya harus jangka panjang. Keputusan-keputusan yang dirumuskan harus keputusan yang startegis, dan tidak bisa instan. Termasuk menjalankan konsep ‘me too’, yang lain bisa kami pun harus bisa. Sebelum memutuskan, harus ada studi yang komprehensif. Karena tiap-tiap perusahaan pasti punya kekuatan dan kelemahan. SP

 

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Icon Branch CIMB Niaga Pondok Indah

Selanjutnya

CIMB Niaga Resmikan Icon Branch Pondok Indah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

oleh Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Apresiasi Nasabah Milenial, BNI Syariah Gelar Customer Online Gathering

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

oleh Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

oleh Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

oleh Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 18:35

Stabilitas.id – Program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil di sektor...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didorong Danantara, PLN Group Bakal Ciutkan 44 Anak Usaha Menjadi 23 Unit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

Semester I-2026: Laba Bersih Bank BTN (BBTN) Melonjak 40,8% Jadi Rp 2,4 Triliun

Berkat Efisiensi CASA, Cost of Fund (CoF) BBTN Susut Jadi 3%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
PermataBank Sasar 60 Ribu Nasabah Remaja

PermataBank Sasar 60 Ribu Nasabah Remaja

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance