• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54
62
VIEWS
Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan
0
SHARES
62
VIEWS

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal. Dalam perhelatan Virtual Seminar Syariah ke-107 yang digelar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jumat (10/4/2026), seruan untuk melakukan “hijrah finansial” mengemuka sebagai solusi menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker), Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin menekankan bahwa hijrah finansial bukan sekadar perpindahan instrumen keuangan, melainkan sebuah transformasi peradaban menuju sistem yang lebih adil dan etis.

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

“Hijrah finansial adalah upaya mengembalikan ruh keadilan dalam ekonomi. Ini adalah jawaban rasional atas kegagalan sistem konvensional yang sering memicu krisis akibat spekulasi berlebihan,” ujar Ma’ruf Amin.

BERITA TERKAIT

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

Indonesia saat ini memiliki basis modal sosial yang kuat dengan populasi Muslim mencapai lebih dari 240 juta jiwa. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir 2025, total aset perbankan syariah telah menyentuh angka Rp870 triliun.

Meskipun laju pertumbuhan rata-rata sektor ini berada di kisaran 9% hingga 12% per tahun—lebih tinggi dibandingkan industri perbankan nasional secara keseluruhan—pangsa pasarnya baru menyentuh angka 7,5%.

Korelasi dengan Tren Global ESG

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa prinsip dasar syariah seperti pelarangan riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (perjudian) merupakan fondasi keadilan yang universal. Hal ini sejalan dengan pandangan para ulama seperti Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun yang menegaskan bahwa keadilan adalah syarat mutlak keberlangsungan sebuah sistem ekonomi.

Secara global, nilai industri keuangan syariah dunia saat ini telah melampaui USD 4 triliun. Karakteristik syariah yang berbasis pada sektor riil, prinsip bagi hasil (risk-sharing), dan transparansi dinilai sangat relevan dengan tren global sustainable finance serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kita harus mengubah cara pandang: dari sekadar ‘sesuai syariah’ menjadi ‘solusi masa depan’,” tegas Ma’ruf.

Untuk mempercepat proses hijrah finansial dan meningkatkan penetrasi pasar di Indonesia, setidaknya diperlukan empat pilar strategis:

  • Penguatan literasi untuk mengedukasi masyarakat mengenai nilai universal syariah.
  • Inovasi produk yang kompetitif dan menjawab kebutuhan zaman.
  • Kolaborasi antar lembaga, termasuk sinergi antara perbankan, fintech syariah, dan regulator.
  • Keteladanan para pemimpin dalam mengadopsi sistem ekonomi yang adil.

Melawan Stigma

Sementara dalam sambutan pembuka Virsem LPPI #107, Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana menyoroti kontradiksi antara potensi besar Indonesia dengan realitas penetrasi pasar saat ini. Dengan populasi Muslim mencapai lebih dari 240 juta jiwa, perbankan syariah diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

  • Baca juga: Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

Heru mengakui secara jujur bahwa tantangan pengembangan industri ini bukan lagi soal regulasi, melainkan hambatan psikologis di masyarakat. 

“Kita harus jujur mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada sisi regulasi atau produk, tetapi juga pada persepsi masyarakat. Sebagian masyarakat masih memandang perbankan syariah hanya sebagai sistem yang bersifat religius atau sekadar perubahan terminologi dari sistem konvensional,” tegas Dirut LPPI.

Beliau menambahkan bahwa di balik label syariah, terdapat prinsip ekonomi universal yang mencakup stabilitas, keadilan, dan keberlanjutan yang relevan bagi siapa pun. Fenomena “hijrah finansial” pun dipandang sebagai proses perubahan menuju sistem yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga nilai moral dan dampak sosial.

Di tengah tekanan inflasi dan ketegangan geopolitik global, Heru juga menekankan keunggulan sistem risk-sharing (berbagi risiko) melalui mekanisme kemitraan seperti mudharabah dan musyarakah.

“Sistem keuangan syariah menekankan pada keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi nyata dan produktif. Dengan fondasi ini, sistem tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang lebih adil dan transparan bagi masyarakat,” jelasnya.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat sejalan dengan tren global sustainable finance dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi perhatian utama institusi dunia.

Komitmen Pengembangan SDM

Sebagai lembaga yang berfokus pada pendidikan jasa keuangan, LPPI menyatakan komitmen penuhnya untuk memperkuat ekosistem melalui peningkatan kapasitas manusia.

“LPPI memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan pemikiran strategis di sektor keuangan. Melalui program pendidikan, riset, dan seminar ini, kami berharap dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri yang lebih inklusif,” pungkas Heru.

Seminar ini menyoroti fenomena “Hijrah Finansial”, di mana nasabah mulai beralih ke sistem keuangan yang mengedepankan etika, transparansi, dan keterkaitan dengan sektor riil. Tiga narasumber utama dari berbagai lini industri juga memaparkan strategi penguatan pasar.

John Kosasih (Wapresdir BCA) mengulas urgensi re-branding perbankan syariah agar lebih kompetitif sebagai solusi keuangan modern bagi seluruh lapisan masyarakat. Anton Sukarna (Direktur BSI) dalam paparannya fokus pada aspek inklusi dalam aksi, termasuk kemudahan akses dan jaminan keamanan transaksi digital yang menjadi tuntutan nasabah saat ini. Kemudian Dima Djani (Group CEO ALAMI & Hijra Bank), membedah peran BPRS dan fintech syariah sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

  • Baca juga: Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Virtual seminar LPPI yang dihadiri lebih dari 700 peserta ini didukung oleh Bank BCA, Bank BSI dan Bank NTB Syariah. ***

Tags: #Sektor Riilaset bank syariahbagi hasilekonomi syariah indonesiaESGHeru KristiyanaHijrah Finansialindustri keuangan globalinklusi keuangankeuangan berkelanjutanLPPIMa'ruf Aminojkpangsa pasar perbankan syariahperbankan syariahseminar syariah
 
 
 
 
 
Previous Post

Enam Dekade Bank Papua Menjaga Harapan di Tanah Cendrawasih

Next Post

SESPIBANK® 82 Gandeng EDHEC Business School Paris, LPPI Pertajam Kompetensi Global Bankir Senior Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

by Stella Gracia
9 Maret 2026 - 18:35

Stabilitas.id – Program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil di sektor...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
SESPIBANK® 82 Gandeng EDHEC Business School Paris, LPPI Pertajam Kompetensi Global Bankir Senior Indonesia

SESPIBANK® 82 Gandeng EDHEC Business School Paris, LPPI Pertajam Kompetensi Global Bankir Senior Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance