JAKARTA, Stabilitas– Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Komite IV DPD RI membahas potensi dan tantangan investasi dan penanaman modal di daerah pada hari Rabu (5/2/2020).
Bahlil menyampaikan bahwa setelah bertemu dengan banyak pengusaha dan mempelajari proses kegiatan investasi di BKPM hingga saat ini, dapat menyimpulkan persoalan investasi yang ada di Indonesia bermuara pada 3 (tiga) urusan yaitu regulasi, arogansi, dan lapangan.
“Regulasi ya inilah persoalan tumpang tindih regulasi/peraturan antara pusat dan daerah. Karena tidak ada kontrol sinkronikasi dalam pembuatan regulasi. Sementara di daerah pun memiliki kewenangan untuk membuat regulasinya sendiri,” ujar Kepala BKPM.
BERITA TERKAIT
Kemudian juga ditambahkan mengenai arogansi antar Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki aturannya masing-masing. Memang hal ini tidak menyalahi aturan, namun juga kebijakan yang tidak sinkron ini menyebabkan terkendalanya implementasi investasi.
Ia menambahkan, hambatan terakhir yang susah dipahami adalah ‘hantu-hantu’ bisnis di lapangan.
“Yang banyak bermain dan menyusahkan adalah ‘hantu-hantu’ di lapangan. Nah yang bisa menyelesaikan ya adalah ‘hantu’ sendiri atau yang pernah menjadi ‘hantu’,”canda Bahlil menjawab pertanyaan dari Anggota DPD.
Bagi kedua pihak, pertemuan ini sangat spesial karena belum pernah dilakukan antara BKPM dengan DPD RI. Ketua Komite IV DPD RI Dra. Hj. Elviana, M.Si menyambut gembira adanya pertemuan dengan Kepala BKPM terutama di masa-masa awal kabinet baru.
Para anggota DPD menunggu hal apa yang sudah dirancang dan disiapkan BKPM selama 5 tahun ke depan. Mengingat Presiden Jokowi memberikan amanah yang besar kepada BKPM untuk meningkatkan kegiatan investasi di Indonesia. “Baru kali ini anggota DPD paham betapa strategisnya peran BKPM,” imbuh Elviana yang menjadi pimpinan sidang.
Terkait dengan posisi BKPM terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang investasi dan penanaman modal daerah, Kepala BKPM belum dapat memberikan tanggapannya.
“Kami datang untuk silaturahmi dan menjelaskan fokus-fokus kegiatan BKPM saat ini. Kami perlu mempelajarinya (RUU) dulu,”pungkasnya.
















