• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

2012, BI Perdalam Instrumen Pasar Uang

by Sandy Romualdus
8 Januari 2012 - 00:00
7
VIEWS
2012, BI Perdalam Instrumen Pasar Uang
0
SHARES
7
VIEWS

Jakarta – Tahun ini Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan sejumlah instrumen guna memperdalam pasar uang. Menurut Juru bicara BI Difi A Johansyah, tujuan utamanya adalah stabilitas sistem keuangan yang lebih kokoh.

Pasalnya, jelas Difi, pasar uang sebagai inti dari pasar keuangan menjadi sumber likuiditas komponen pasar keuangan lainnya: pasar saham, pasar obligasi, dan pasar valas. "Kita menyadari bahwa pasar uang merupakan salah satu pilar utama mendorong pasar keuangan secara keseluruhan. Karena, likuiditasnya dari pasar uang sebenarnya," tukas Difi di Jakarta, Jumat (6/1).

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Disebutkan Difi, salah satu langkah yang didorong BI, adalah transaksi lindung nilai (hedging) jangka panjang. Sejak bankers dinner awal bulan lalu, BI telah menyatakan keinginannya agar perbankan membuka produk lindung nilai jangka panjang tersebut.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Menurut Difi, belum ada pengajuan produk baru untuk hedging jangka panjang tersebut. Namun, BI tidak khawatir. Pasalnya, hedging valas itu merupakan policy umum yang akan melibatkan Bapepam dan nantinya OJK.

Sementara ini, kata Difi, jika pengusaha ingin hedging dalam negeri agak sulit karena pasar seperti itu belum ada. “Itu yang kita dorong. Pasarnya akan berkembang sendiri kalau sudah ada valas dalam volume besar. Itu yang kita tunggu dari (implementas) PBI DHE (Devisa Hasil Ekspor)," tutur Difi merujuk pada aturan BI mengenai devisa hasil ekspor dan utang luar negeri (ULN) yang wajib parkir di dalam negeri. Aturan yang disebut Difi tersebut memang baru berlaku per 1 Januari 2012 ini.

Selain PBI DHE, hedging valas juga akan terdorong dengan status investment grade. Difi menjelaskan, arus modal masuk akan membuat besarnya permintaan lindung nilai. Ketika permintaan untuk itu besar, perbankan akan terdorong untuk membuat produknya.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

"Bank dalam negeri kemudian harus placement valasnya, entah di overnight valas dalam atau luar negeri, atau kredit valas. Selama ini, bank lebih banyak di overnight luar negeri karena di sana ada likuiditas. Di dalam negeri masih ada counterparty risk," tutur Difi. Hal tersebut, lanjut Difi, yang sedang dicoba BI untuk diatasi.

Adapun counterparty risk yang dimaksud merupakan kondisi PUAB di mana bank saling meminjam hanya berdasarkan kepercayaan tanpa jaminan. Karenanya, bank yang dianggap tidak terpercaya limitnya dibatasi atau bunga pinjamannya ditinggikan. "Limit ini bisa distress atau ditutup ketika kepercayaan itu hilang. Makin bagus PUAB, limit itu makin tinggi sehingga pasar uangnya makin likuid," kata Difi.

Karenanya, lanjut Difi, BI kini juga tengah mengembangkan PUAB dengan underlying. Termasuk di dalam pengembangan PUAB konvensional, BI juga mengembangkan pasar uang antarbank syariah (PUAS). Awal bulan ini, BI mengeluarkan sejumlah aturan mendorong PUAS. Sebab, catatan BI memperlihatkan, transaksi PUAS turun 54,54 persen dari 2010 ke 2011, dari volume harian Rp 154 miliar menjadi hanya Rp 70 miliar.

Padahal, transaksi bank syariah dengan BI mencapai Rp 21 triliun, terdiri dari SBSI 9 bulan Rp 3,5 triliun, reverse repo 1 bulan Rp 210 miliar, dan Fasbi syariah Rp 17,4 triliun. Hal tersebut berarti bank syariah masih mengandalkan bank sentral sebagai sumber likuiditas dan tidak mencarinya ke PUAS.

Penurunan volume PUAS, kata Difi, disebabkan bank yang aktif dalam PUAS berkurang dari 8 bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) menjadi hanya 6 saja. Permasalahan lainnya merupakan ketidakpastian bagi hasil dan jaminan pinjaman.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

BI kemudian mengeluarkan aturan dalam bentuk surat edaran eksternal untuk Sertifikat Mudharabah Antarbank (Sima) serta Sertifikat Perdagangan Komoditi berdasarkan prinsip syariah antarbank (Sika). Diharapkan, Sika dan Sima dapat mengatasi permasalahan ketidakpastian bagi hasil hingga underlying pembiayaan syariah. BI juga memperkenalkan peran pialang syariah serta memperbolehkan bank asing ikut aktif dalam PUAS.

"Kalau volume harian PUAB itu Rp 11-13 triliun per hari, dengan PUAS Rp 500 miliar, kita quite happy lah," pungkas Difi.

 
 
 
 
 
Previous Post

Bank Mandiri Kuasai Pasar Kredit Sindikasi

Next Post

140 Mahasiswa Raih Beasiswa Rp1 M dari Bank Mandiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
140 Mahasiswa Raih Beasiswa Rp1 M dari Bank Mandiri

140 Mahasiswa Raih Beasiswa Rp1 M dari Bank Mandiri

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance