• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

2012, BI Perdalam Instrumen Pasar Uang

oleh Sandy Romualdus
8 Januari 2012 - 00:00
5
Dilihat
2012, BI Perdalam Instrumen Pasar Uang
0
Bagikan
5
Dilihat

Jakarta – Tahun ini Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan sejumlah instrumen guna memperdalam pasar uang. Menurut Juru bicara BI Difi A Johansyah, tujuan utamanya adalah stabilitas sistem keuangan yang lebih kokoh.

Pasalnya, jelas Difi, pasar uang sebagai inti dari pasar keuangan menjadi sumber likuiditas komponen pasar keuangan lainnya: pasar saham, pasar obligasi, dan pasar valas. "Kita menyadari bahwa pasar uang merupakan salah satu pilar utama mendorong pasar keuangan secara keseluruhan. Karena, likuiditasnya dari pasar uang sebenarnya," tukas Difi di Jakarta, Jumat (6/1).

Disebutkan Difi, salah satu langkah yang didorong BI, adalah transaksi lindung nilai (hedging) jangka panjang. Sejak bankers dinner awal bulan lalu, BI telah menyatakan keinginannya agar perbankan membuka produk lindung nilai jangka panjang tersebut.

BERITA TERKAIT

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

Menurut Difi, belum ada pengajuan produk baru untuk hedging jangka panjang tersebut. Namun, BI tidak khawatir. Pasalnya, hedging valas itu merupakan policy umum yang akan melibatkan Bapepam dan nantinya OJK.

Sementara ini, kata Difi, jika pengusaha ingin hedging dalam negeri agak sulit karena pasar seperti itu belum ada. “Itu yang kita dorong. Pasarnya akan berkembang sendiri kalau sudah ada valas dalam volume besar. Itu yang kita tunggu dari (implementas) PBI DHE (Devisa Hasil Ekspor)," tutur Difi merujuk pada aturan BI mengenai devisa hasil ekspor dan utang luar negeri (ULN) yang wajib parkir di dalam negeri. Aturan yang disebut Difi tersebut memang baru berlaku per 1 Januari 2012 ini.

Selain PBI DHE, hedging valas juga akan terdorong dengan status investment grade. Difi menjelaskan, arus modal masuk akan membuat besarnya permintaan lindung nilai. Ketika permintaan untuk itu besar, perbankan akan terdorong untuk membuat produknya.

"Bank dalam negeri kemudian harus placement valasnya, entah di overnight valas dalam atau luar negeri, atau kredit valas. Selama ini, bank lebih banyak di overnight luar negeri karena di sana ada likuiditas. Di dalam negeri masih ada counterparty risk," tutur Difi. Hal tersebut, lanjut Difi, yang sedang dicoba BI untuk diatasi.

Adapun counterparty risk yang dimaksud merupakan kondisi PUAB di mana bank saling meminjam hanya berdasarkan kepercayaan tanpa jaminan. Karenanya, bank yang dianggap tidak terpercaya limitnya dibatasi atau bunga pinjamannya ditinggikan. "Limit ini bisa distress atau ditutup ketika kepercayaan itu hilang. Makin bagus PUAB, limit itu makin tinggi sehingga pasar uangnya makin likuid," kata Difi.

Karenanya, lanjut Difi, BI kini juga tengah mengembangkan PUAB dengan underlying. Termasuk di dalam pengembangan PUAB konvensional, BI juga mengembangkan pasar uang antarbank syariah (PUAS). Awal bulan ini, BI mengeluarkan sejumlah aturan mendorong PUAS. Sebab, catatan BI memperlihatkan, transaksi PUAS turun 54,54 persen dari 2010 ke 2011, dari volume harian Rp 154 miliar menjadi hanya Rp 70 miliar.

Padahal, transaksi bank syariah dengan BI mencapai Rp 21 triliun, terdiri dari SBSI 9 bulan Rp 3,5 triliun, reverse repo 1 bulan Rp 210 miliar, dan Fasbi syariah Rp 17,4 triliun. Hal tersebut berarti bank syariah masih mengandalkan bank sentral sebagai sumber likuiditas dan tidak mencarinya ke PUAS.

Penurunan volume PUAS, kata Difi, disebabkan bank yang aktif dalam PUAS berkurang dari 8 bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) menjadi hanya 6 saja. Permasalahan lainnya merupakan ketidakpastian bagi hasil dan jaminan pinjaman.

BI kemudian mengeluarkan aturan dalam bentuk surat edaran eksternal untuk Sertifikat Mudharabah Antarbank (Sima) serta Sertifikat Perdagangan Komoditi berdasarkan prinsip syariah antarbank (Sika). Diharapkan, Sika dan Sima dapat mengatasi permasalahan ketidakpastian bagi hasil hingga underlying pembiayaan syariah. BI juga memperkenalkan peran pialang syariah serta memperbolehkan bank asing ikut aktif dalam PUAS.

"Kalau volume harian PUAB itu Rp 11-13 triliun per hari, dengan PUAS Rp 500 miliar, kita quite happy lah," pungkas Difi.

 
 
 
 
Sebelumnya

Bank Mandiri Kuasai Pasar Kredit Sindikasi

Selanjutnya

140 Mahasiswa Raih Beasiswa Rp1 M dari Bank Mandiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

oleh Sandy Romualdus
9 Mei 2026 - 00:28

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Tiga penandatanganan nota kesepahaman...

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 12:39

Stabilitas.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) terus memperkuat penetrasi pembiayaan kepemilikan hunian di wilayah Jawa Barat dengan menggandeng...

Ekspansi ‘Hyperscale’, DCI Indonesia (DCII) Raih Kredit Rp17 Triliun dari BCA

Ekspansi ‘Hyperscale’, DCI Indonesia (DCII) Raih Kredit Rp17 Triliun dari BCA

oleh Stella Gracia
8 Mei 2026 - 11:40

Stabilitas.id – Emiten pusat data besutan Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), mendapatkan kucuran fasilitas kredit investasi jumbo senilai...

Bank Jatim (BJTM) Tebar Dividen Rp850,18 Miliar, Yield Tembus 9,51%

Laba Bersih Tembus Rp7,56 Triliun, BSI (BRIS) Bagi Dividen Rp32,81 per Saham

oleh Stella Gracia
8 Mei 2026 - 11:31

Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau setara...

Persiapan Haji Lebih Terukur, BNI (BBNI) Hadirkan Fitur ‘Life Goals’ di Aplikasi wondr

Persiapan Haji Lebih Terukur, BNI (BBNI) Hadirkan Fitur ‘Life Goals’ di Aplikasi wondr

oleh Stella Gracia
8 Mei 2026 - 11:30

Stabilitas.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memperkuat kapabilitas aplikasi wondr by BNI dengan meluncurkan fitur Life Goals....

Bank Jatim (BJTM) Tebar Dividen Rp850,18 Miliar, Yield Tembus 9,51%

Bank Jatim (BJTM) Tebar Dividen Rp850,18 Miliar, Yield Tembus 9,51%

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 11:28

Stabilitas.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) resmi mengantongi restu pemegang saham untuk membagikan dividen tunai sebesar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus Ekonomi Tambahan di Kuartal II/2026

Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Jurus ‘Currency Swap’

Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dipatok 7,5%, Bappenas Siapkan Rp625 Triliun

Ekspansi ‘Hyperscale’, DCI Indonesia (DCII) Raih Kredit Rp17 Triliun dari BCA

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
140 Mahasiswa Raih Beasiswa Rp1 M dari Bank Mandiri

140 Mahasiswa Raih Beasiswa Rp1 M dari Bank Mandiri

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance