• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

oleh Stella Gracia
20 September 2022 - 10:33
7.9k
Dilihat
Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif
0
Bagikan
7.9k
Dilihat

Mahendwi Dinarani, Staf Divisi Manajemen Strategis LPPI

BERBICARA mengenai manajemen kinerja, maka ada baiknya kita mengetahui sejarah, pengertian dan tujuan dari manajemen kinerja. Istilah kinerja sudah dikenal sejak zaman kekaisaran Dinasti Wei tahun 221-265 Masehi. Kaisar yang berkuasa saat itu mempekerjakan seseorang sebagai “imperial rater”.

Tugas utamanya mencatat semua kegiatan para karyawan rumah tangga kerajaan sekaligus mengevaluasi dan menilai kegiatan tersebut. Kegiatan pencatatan inilah yang dianggap sebagai cikal bakal dari konsep kinerja, penilaian kinerja, dan manajemen kinerja.

Meski sudah dikenal dan dipraktikkan cukup lama, baru sekitar 1950-an, atau pasca Perang Dunia II, isu tentang kinerja, terutama yang terkait dengan masalah penilaian, pengukuran, dan evaluasi, memperoleh perhatian serius. Memasuki tahun 1990an isunya bukan lagi terkait penilaian atau evaluasi kinerja tetapi meluas ke manajemen kinerja.

BERITA TERKAIT

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Transformasi Digital vs Literasi Digital

Email Phising, Berbahayakah? Yuk Kenali ciri-cirinya

Bahkan manajemen kinerja dianggap sebagai “kewajiban” bagi para manajer untuk menyelesaikan berbagai persoalan organisasi. Sejak saat itu berbagai konsep dan teori tentang kinerja bersama alat-alat ukurnya mulai dikaji secara intensif dan terus dikembangkan. Sampai akhirnya manajemen kinerja menjadi sebuah bidang kajian tersendiri dengan body of knowledge yang berbeda dengan bidang kajian lainnya.

Dalam kehidupan sosial, ketika dua orang atau lebih berkumpul, bekerja sama atau bekerja bersama, hampir pasti akan mucul saling menilai di antara mereka. Tidak jarang seseorang akan menilai kepribadian, sikap, atau prilaku orang lain.

Sedangkan orang yang lain lagi akan menilai sejawatnya berdasarkan cara mereka bekerja atau bahkan kinerjanya. Penilaian seperti ini merupakan hal biasa. Tetapi penilaian informal seperti ini sering menimbulkan perdebatan dan bahkan konflik karena bersifat subyektif.

Namun begitu, cara penilaian tersebut tidak hanya terjadi pada hubungan yang bersifat informal. Dalam hubungan yang bersifat formal pun cara yang sama sering terjadi. Pada perusahaan kecil misalnya, pemilik yang biasanya bertindak sekaligus sebagai manajer cenderung menilai bawahannya berdasarkan intuisi atau suasana psikologis dan ukuran subyektif.

Jika suasana psikologis pemilik sedang positif boleh jadi semuanya akan menjadi baik. Namun sebaliknya, ketika berbagai masalah sedang datang kepada pemilik secara bersamaan, bukan tidak mungkin semua bawahan juga terkena imbasnya.

Bagi organisasi yang ingin bisnisnya berkembang, penilaian seperti ini tidak bisa dijadikan patokan dan tidak memberi jaminan masa depan organisasi. Agar manajemen kinerja dapat berjalan dengan baik dan hasil penilaiannya bisa dipertanggungjawabkan maka diperlukan sistem penilaian formal.

Proses menciptakan penilaian kinerja yang baik yaitu melibatkan beberapa komponen penting yang salah satunya adalah penetapan indikator kinerja. Indikator kinerja merupakan kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan organisasi yang diwujudkan dalam ukuran-ukuran tertentu yang dapat berupa bentuk kuantitatif dan kualitatif.

Indikator kinerja kuantitatif adalah indikator yang dapat diukur berdasarkan data/jumlah, sementara indikator kinerja kualitatif adalah indikator yang diukur berdasarkan mutu dengan bermacam-macam kelebihan dan kekurangan masing-masing indikator seperti pada tabel di bawah ini.

Jika melihat dari definisi manajemen kinerja yaitu suatu proses sistematis untuk mengelola kinerja karyawan secara efektif dalam mencapai misi dan tujuan organisasi, maka penilaian kinerja haruslah bersifat komprehensif tidak hanya penilaian melalui aspek yang bersifat kuantitatif namun juga harus mempertimbangkan aspek pendukung lainnya seperti proses kerja, SOP dan lainnya.

Selain itu, dengan melihat ilustrasi pemilik/manajer yang yang diharapkan dapat bertanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan kinerja yang baik dalam hal keuangan akan tetapi juga harus memikirkan hal lain yang mendukung performa organisasi lainnya yang dapat mendukung perkembangan kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, manajemen kinerja jenis apa yang terbaik, kualitatif kah atau kuantitatif? Maka jawabannya adalah kombinasi dari keduannya karena untuk mencapai tujuan organisasi yang berkelanjutan dibutuhkan kolaborasi dari berbagai macam aspek. Aspek-aspek tersebutlah yang menciptakan suatu manajemen kinerja yang baik melalui penetapan indikator kinerja yang tepat.

Namun, perlu digaris bawahi, semua indikator kinerja tersebut terutama yang bersifat kualitatif harus memenuhi unsur SMART: Specific, Measurable (dapat diukur), Attainable (dapat dicapai), Relevant (sesuai dengan kinerja atau hasil yang diukur), Time bound (berjangka waktu tertentu).***

Tags: Kolom LPPIMahendwi Dinarani
 
 
 
 
Sebelumnya

Pengamat Nilai Tahun 2022, Momentum Reformasi Kebijakan Subsidi Energi

Selanjutnya

Presiden: Tidak Ada Penghapusan dan Pengalihan Pelanggan Listrik Daya 450 VA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kemnaker Salurkan Rp32,2 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumut-Aceh

Penantian 22 Tahun Berakhir, UU PPRT Resmi Disahkan Bertepatan Hari Kartini

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

SIG Perluas Kolaborasi Global, Garap Potensi 89% Pasar Material Konstruksi

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Presiden: Tidak Ada Penghapusan dan Pengalihan Pelanggan Listrik Daya 450 VA

Presiden: Tidak Ada Penghapusan dan Pengalihan Pelanggan Listrik Daya 450 VA

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance