Jakarta – Di tengah pertumbuhan ekonomi yang lebih ketat, dan masih berlangsungnya gejolak global, PT Asuransi Sinar Mas (ASM) optimis untuk tumbuh. Hingga akhir tahun ini, Perseroan memperkirakan dapat mencapai catatat premi sebesar Rp4,7 triliun pada 2015. Target tersebut naik tipis sekitar 2,17% dibandingkan capaian 2014 yang ditaksir sebesar Rp4,6 triliun.
“Di kisaran mungkin sekitar Rp4,7 triliun. Enggak terlalu jauh tapi kita berharap sih bisa lebih, ya itu dia tahun ini enggak gampang,” ujar Direktur PT ASM Dumasi MM Samosir di Jakarta, Rabu (7/1).
Dia mengungkapkan, kurang melejitnya capaian premi disebabkan kinerja sektor asuransi kesehatan yang cenderung turun sejak tahun lalu. Menurutnya, beberapa perusahaan memutuskan untuk beralih ke BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial). “Tahun ini asuransi kesehatan kan ada BPJS kesehatan jadi cenderung turun. Tahun lalu kita cenderung juga ada penurunan,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengungkapkan, asuransi kebakaran menunjukkan tren peningakatan. Saat ini, tiga besar penyumbang premi di ASM masih didominasi asuransi kebakaran, asuransi mobil, dan asuransi kesehatan. Sekedar informasi, pada semester pertama 2014 capaian premi ASM Rp2,91 triliun. Tiga lini penyumbang terbesar ialah asuransi kebakaran sebesar Rp1,13 triliun, asuransi kesehatan sebesar Rp507,902 miliar, dan asuransi mobil Rp409,96 miliar.
Berkaca dari hal tersebut, sejatinya ASM mematok target capaian premi sebesar Rp5 triliun di 2015. Hanya, ASM melakukan perhitungan konservatif di angka Rp4,7 triliun-Rp4,75 triliun. Pun, target premi 2014 yang dipatok sebesar 4,3 triliun ditaksir sudah terlampaui.
Guna menggenjot capaian premi, ASM juga akan memaksimalkan asuransi pengangkutan (marine insurance). Target tahun ini di kisaran Rp100 miliar, atau meningkat 100% dibandingkan 2014 yang mencapai Rp50 miliar. Optimisme menimbang fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin mengembangkan sektor kelautan. Untuk mewujudkannya, Dumasi menuturkan, ASM akan memberikan pengetahuan lebih kepada agen-agen penjualan di semua level.
“Semua tim kita kasih pendidikan yang lebih dalam untuk marine cargo dan marine hall, jadi semua orang harus bisa. Biasanya, asuransi marine itu orang sulit untuk menjualnya, polisnya dalam bahasa inggris, kondisinya susah dan njelimet jadi harus dikuasai bener,” katanya.
Adapun untuk rencana jangka panjang, Dumasi mengatakan, Sinar Mas akan memeprbesar struktur premi ritel. Diketahui, saat ini porsi premi korporasi sekitar 80% sementara sisanya ritel. Olah karenanya, ASM akan menambah cabang agen pemasaran atau marketing point agency (MPA).
Saat ini total cabang yang dimiliki ASM sudah sebanyak 199 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada 2015 akan ada tambahan 75 MPA dan diharapkan pada 2020 manjadi 1.000 MPA. Meski tidak dipatok kapan akan tercapai, ASM membidik peningkatan porsi premi ritel hingga 40%.
“At least dari 20% bisa ke 40%. Makannya kita kembangkan ritel kalau satu cabang kecil bisa Rp1 miliar-Rp2 miliar kalau 500 (MPA) bisa besar juga, bisa triliunan,” ucap Dumasi.
















