Stabilitas.id — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) secara agresif memperluas penetrasi pasar asuransi perjalanan dengan menggandeng 20 biro perjalanan wisata di wilayah Jawa Tengah. Langkah strategis ini dilakukan untuk menangkap peluang dari lonjakan sektor pariwisata yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlaku selama tiga tahun, Askrindo akan menyediakan proteksi berupa Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) dan Travel Insurance sebagai bagian dari paket layanan biro perjalanan.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi daerah. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai 53 juta orang, dengan kontribusi terhadap PDRB yang tumbuh 11,79% hingga triwulan III/2025.
“Pariwisata Jawa Tengah memiliki potensi besar. Lewat kolaborasi ini, Askrindo ingin menghadirkan perlindungan asuransi agar wisatawan merasa lebih aman dan pelaku usaha semakin percaya diri mengembangkan layanannya,” ujar Budhi dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Standarisasi Layanan Wisata
Branch Manager Class I Askrindo Semarang, Gami Aji Libraga, menambahkan bahwa solusi perlindungan yang ditawarkan mencakup mitigasi risiko kecelakaan diri hingga biaya medis selama perjalanan. Sinergi ini sekaligus melanjutkan kerja sama sebelumnya dengan Perum Perhutani untuk perlindungan wisata di wilayah Blora, Purwodadi, Kendal, dan Gundih.
Askrindo berharap perlindungan asuransi ke depan dapat menjadi standar wajib dalam setiap paket perjalanan wisata. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan industri pariwisata di Indonesia agar lebih berkelanjutan dan terpercaya.
“Kami ingin perlindungan asuransi menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap perjalanan, sehingga industri pariwisata dapat tumbuh dengan standar keamanan yang lebih tinggi,” tutup Budhi. ***
















