Stabilitas.id — Buang jauh-jauh stigma kalau Lebaran itu wajib pakai baju baru dari ujung kepala sampai kaki. Riset terbaru dari Populix bertajuk “Makna Baju Lebaran Menurut Gen Z dan Milenial” ngebongkar kalau anak muda zaman sekarang makin bijak soal isi dompet.
Dari 1.000 responden yang disurvei, mayoritas ternyata gak lagi nganggep baju baru sebagai keharusan. Cuma 29% yang masih “kekeuh” Lebaran identik dengan baju baru. Sisanya? Lebih milih baju yang layak pakai (30%) atau cuma beli kalau kondisi keuangan lagi bener-bener “sehat” (26%).
Research Director Populix, Susan Adi Putra, nyebut kalau trennya sekarang geser ke arah kualitas dan kelayakan. “Mereka cenderung mementingkan kondisi keuangan dibandingkan memaksakan beli baru,” jelasnya dalam riset yang dikutip Kamis (19/03/2026)..
BERITA TERKAIT
Seragam Keluarga: Biar Foto Lebih ‘Rapi’ di Feed
Meski gak harus baru, ada satu hal yang gak bisa ditawar: Kekompakan! Tujuh dari sepuluh keluarga di Indonesia sudah rencana bakal pakai baju seragam alias sarimbit.
Alasannya simpel tapi ngena: simbol kebersamaan dan biar foto keluarga besar kelihatan rapi pas diposting ke media sosial. Menariknya, Milenial biasanya mutusin tema baju bareng-bareng, sementara Gen Z sebagian besar masih “manut” apa kata orang tua soal pilihan gaya.
Inspirasi dari ‘Live Streaming’ & Budget yang Realistis
Soal referensi, media sosial masih jadi “Tuhan” dalam menentukan gaya (82%), disusul tren belanja via live streaming (39%). Untuk urusan budget, Gen Z lebih irit dengan patokan di bawah Rp500.000 per set, sementara Milenial yang sudah lebih mapan berani alokasiin dana di atas Rp1.000.000.
Gaya yang bakal mendominasi di Idulfitri 1447 H nanti adalah:
-
Minimalis & Rapi: Potongan simpel dengan warna netral.
-
Warna Earth Tone: Favorit para cewek (beige, olive, khaki).
-
Warna Monokrom: Cowok masih setia sama putih, hitam, atau warna gelap.
-
Fungsional: Pilih baju yang habis Lebaran masih bisa dipakai buat ngantor atau nongkrong.
Daya Beli Terjaga di Tengah Likuiditas Melimpah
Fenomena belanja yang lebih terencana ini selaras dengan kondisi makro kita. Meski anak muda makin selektif, daya beli secara keseluruhan diprediksi tetep naik 30% menjelang Lebaran. Apalagi, posisi Uang Primer Adjusted nasional kita lagi tebal-tebalnya di level Rp2.027,32 triliun.
Ditambah lagi, dengan kebijakan Menkeu Purbaya yang nahan harga BBM tetap stabil, sisa uang operasional masyarakat bisa dialokasikan lebih leluasa buat belanja fesyen fungsional atau ditabung ke instrumen investasi digital. ***















