• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 14:09
20
VIEWS
Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah
0
SHARES
20
VIEWS

EBC Financial Group membeberkan lima indikator makroekonomi penentu kemampuan rupiah bertahan di level Rp18.000 atau melemah ke Rp18.200 per dolar AS.

Stabilitas.id – Nilai tukar rupiah kembali menguji batas psikologis krusial di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah sempat menyentuh level terendah Rp18.031 per dolar AS pada akhir September 2026. Riset pasar EBC Financial Group menilai mata uang garuda kini berada di persimpangan jalan antara bertahan di level Rp18.000 atau melemah lebih dalam menuju Rp18.200 per dolar AS. Arah pergerakan kurs selanjutnya sangat ditentukan oleh konvergensi lima indikator makroekonomi global dan domestik.

  • Baca juga: Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group Sana Ur Rehman mengingatkan pelaku pasar untuk tidak hanya terpaku pada angka nominal kurs semata.

“Level Rp18.000 memang menjadi sorotan utama, tetapi cerita sebenarnya ada pada angka-angka di baliknya: harga minyak, imbal hasil obligasi AS, dan arus modal asing. Pertanyaan kuncinya adalah apakah indikator-indikator ini bergerak bersamaan atau mulai berlawanan arah,” kata Sana dalam analisis tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

BERITA TERKAIT

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

Posisi Makanan Halal RI Naik Peringkat Tiga Dunia, BI dan BPJPH Pacu Daya Saing UMKM

Indikator pertama bertumpu pada pergerakan harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas level US$108 per barel akibat kebuntuan negosiasi pembukaan Selat Hormuz. Tingginya harga energi memicu pembengkakan tagihan impor migas nasional. Namun, jika mediasi geopolitik mereda dan intervensi Bank Indonesia (BI) berjalan efektif, rupiah berpeluang menguat kembali ke rentang Rp17.950–Rp17.800 per dolar AS.

Sana Ur Rehman – Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group

Indikator kedua dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun melesat ke level 5,23 persen yang merupakan posisi tertinggi sejak 2007. Lonjakan ini terjadi menyusul kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00 persen serta terbukanya peluang pengetatan lanjutan di akhir tahun. Tingginya imbal hasil aset dolar AS secara langsung mengikis daya tarik aset rupiah.

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Faktor ketiga berkaitan dengan arus modal asing dan efektivitas insentif lindung nilai. Bank Indonesia memperluas fasilitas swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) yang sukses menarik arus modal masuk sekitar US$6 miliar dalam sebulan terakhir. Meski demikian, efektivitas instrumen ini akan teruji jika ekspektasi depresiasi pasar terus membesar.

Dari sisi domestik, indikator keempat menyoroti lonjakan kebutuhan valas korporasi menjelang tutup buku kuartal III/2026 di tengah ketimpangan neraca perdagangan. Sepanjang Januari–Juli 2026, ekspor Indonesia hanya tumbuh 4,43 persen secara tahunan, sementara impor melonjak 19,94 persen. Penipisan surplus dagang mengurangi pasokan likuiditas dolar di pasar domestik.

Indikator kelima bertumpu pada ketahanan cadangan devisa dan strategi bauran moneter BI. Cadangan devisa nasional tercatat menguat ke posisi US$146,5 miliar per akhir Agustus 2026. Bank sentral kini menggeser taktik dengan memangkas porsi intervensi pasar spot menjadi sekitar 30 persen dan mengoptimalkan instrumen derivatif DNDF serta NDF offshore. Di sisi lain, BI mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen guna menjaga pertumbuhan kredit riil.

Sana menegaskan pembalikan arah rupiah membutuhkan perbaikan indikator secara simultan.

  • Baca juga: Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

“Satu indikator saja jarang cukup untuk mengubah arah rupiah. Harga minyak bisa turun, tetapi jika imbal hasil obligasi AS tetap tinggi dan modal asing belum kembali, tekanan tidak akan mereda. Cerita sebenarnya akan terlihat dari apakah kelima indikator mulai bergerak seirama, sebuah gambaran yang hanya muncul seiring waktu,” pungkas Sana.

Editor: Sandy Romualdus
Tags: Bank Indonesiacadangan devisaEBC Financial Groupkurs rupiahNilai Tukar Dolar
 
 
 
 
 
Previous Post

Transaksi Melesat 96 Persen: ALTO Network Gandeng BNI hingga BCA Digital Kembangkan QRIS Tap Lintas Batas

Next Post

Tawarkan Bunga hingga 6,85 Persen: BNI Pasarkan SBR015 Berhadiah Cashback Rp15 Juta via Wondr

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tawarkan Bunga hingga 6,85 Persen: BNI Pasarkan SBR015 Berhadiah Cashback Rp15 Juta via Wondr

Tawarkan Bunga hingga 6,85 Persen: BNI Pasarkan SBR015 Berhadiah Cashback Rp15 Juta via Wondr

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance