• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Menyiapkan Talenta Hijau

oleh Sandy Romualdus
31 Maret 2022 - 09:53
4.2k
Dilihat
Potret Bankir Millenial dan Gen Z
0
Bagikan
4.2k
Dilihat

Pada tahapan pengembangan pegawai, perusahaan dapat senantiasa secara rutin memberikan pendidikan singkat terkait awareness keuangan berkelanjutan pada setiap level jabatan.

Oleh Indra Aditya Kusuma, Faculty & Team Leader Research and Development  LPPI

  • Baca juga: The Busyness Trap

Undang Undang Nomor 16 Tahun 2016, yang telah meratiifikasi Perjanjian Paris menunjukkan komitmen Indonesia dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim. Sebagaimana diketahui, Indonesia menyatakan akan siap menurunkan emisi GRK sebesar 41 persen dengan bantuan internasional atau 29 persen dengan business as usual.

Imbas dari kebijakan itu seluruh entitas bisnis di Tanah Air seperti terdorong untuk ikut mewujudkan cita-cita tersebut dan mengejar tenggat waktu yang ditetapkan yaitu pada 2030. Apalagi jika melihat peluang potensi investasi nilai aset global yang berwawasan Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) yang telah meningkat hingga dua kali lipat dalam 4 tahun, dan diperkirakan akan mencapai 40,5 triliun dollar AS pada 2020.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Taksonomi Hijau Indonesia sebagai bagian dukungan penuh pada komitmen pemerintah sekaligus upaya pengembangan keuangan berkelanjutan. Sebelumnya otoritas juga sudah meluncurkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan  Tahap I (2015-2019) dan dilanjutkan ke Roadmap Keuangan Berkelanjutan  Tahap II (2021-2025). Pada implementasi Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I, OJK telah mengeluarkan POJK Nomor 51/POJK.03/2017 yang mewajibkan seluruh Sektor Jasa Keuangan (SJK) menerapkan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan, menyusun dan kemudian menyampaikan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) kepada OJK, serta penyampaian Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) kepada publik.

BERITA TERKAIT

The Busyness Trap

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Toxic Productivity

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

Di dalamnya pada Pasal 7 ayat (1) terdapat tiga prioritas yang dapat dilakukan yakni pertama, pengembangan produk dan/atau jasa Keuangan Berkelanjutan, Kedua, pengembangan kapasitas intern, atau ketiga, penyesuaian organisasi, manajemen risiko, tata kelola, dan/atau SOP yang sesuai dengan prinsip penerapan Keuangan Berkelanjutan. Sementara pada Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II, dengan tagline “The Future of Finance”, OJK mengupayakan percepatan implementasi keuangan berkelanjutan, termasuk di antaranya meningkatkan awareness dan capacity building.

Baik tahap I dan tahap II, otoritas tetap memprioritaskan pengembangan kapasitas intern atau capacity building dalam hal ini pengembangan sumber daya insani internal perusahaan. Pengembangan kapasitas lazim dilakukan dengan memberikan pengetahuan kepada pegawai yang lama maupun para pegawai baru yang akan bergabung dengan perusahaan akan pemahaman keuangan berkelanjutan. Namun apapun yang akan dilakukan, ke depan lembaga keuangan sudah harus mempersiapkan talenta yang memiliki kompetensi “hijau”. Persiapan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengetahuan, namun juga dilengkapi keterampilan dan yang terpenting adalah sikap yang mengedepankan profit, people dan planet.

  • Baca juga: Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Menyiapkan ‘talenta hijau’, dapat dilakukan secara komprehensif pada setiap tahapan pengelolaan sumber daya manusia. Dimulai dari tahapan awal yaitu saat penerimaan pegawai dimana rekrutmen pegawai harus senantiasa memperhatikan komposisi gender, teknologi yang efisien, dan komitmen serta pandangan akan kepedulian lingkungan.

Kemudian pada tahapan pengembangan pegawai, perusahaan dapat senantiasa secara rutin memberikan pendidikan singkat terkait awareness keuangan berkelanjutan pada setiap level jabatan. Atau menerapkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan learning management system (LMS), knowledge management yang dikombinasikan melalui metode hybrid dan microlearning sehingga efisien. Pengembangan spesialisasi terkait fungsi, tugas, dan pekerjaan ke arah green jobs juga dapat mulai dikaji atau bahkan bisa langsung diimplementasikan setelahnya.

Pada penilaian prestasi kerja pegawai, indikator penilaian kinerja pegawai mulai diberikan sasaran unjuk sikap yang berdampak langsung ke lingkungan seperti perilaku penggunaan daur ulang ataupun kesadaran akan efisien energi.

Kenapa Harus?

Berdasarkan survey yang dilakukan Pew Research Center terhadap warga AS pada 2021 menyatakan bahwa Gen Z (67 persen) dan Milenial (71 persen) lebih melihat isu perubahan iklim sebagai prioritas utama yang harus diperhatikan pemerintah. Angka itu lebih tinggi dibandingkan para generasi sebelumnya yakni Gen X (63 persen) dan Baby Boomers (57 persen).

  • Baca juga: Toxic Productivity

Fakta itu sejalan dengan hasil survei di Indonesia pada tahun yang sama oleh lembaga Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah. Hasil survei kedua lembaga itu terhadap kekhawatiran Milenial dan Gen Z pada isu-isu strategis didapat kesimpulan bahwa Isu Kerusakan Lingkungan Hidup berada pada peringkat kedua teratas (52 persen) dan hanya terlampui oleh permasalahan korupsi (64 persen).

Akhirnya, mungkin kita tidak perlu terkejut apabila talenta-talenta terbaik (yang kebanyakan Gen Z dan Milenial) di perusahaan kita sudah mulai bertanya dan mengamati seberapa besar komitmen perusahaan kita terhadap lingkungan hidup. Jika tidak kita persiapkan dengan baik, maka niscaya tidak hanya disrupsi digital yang dihadapi perusahaan, namun juga disrupsi talenta. Tentu kita tidak ingin menghadapi masalah demikian, bukan?***

Tags: Kolom LPPITalenta Hijau
 
 
 
 
 
Sebelumnya

SEVA, Pembiayaan Otomotif Digital dari Astra Financial

Selanjutnya

“Ladies Banker” di Ruang Kemudi Pelni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

oleh Sandy Romualdus
18 Juni 2026 - 10:09

Oleh : Dimyauddin, Peneliti LPPI Bayangkan ada seorang petani peserta asuransi syariah di Nusa Tenggara yang gagal panen karena kekeringan...

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
“Ladies Banker” di Ruang Kemudi Pelni

“Ladies Banker” di Ruang Kemudi Pelni

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance