LPS Call for Research 2026 diikuti lebih dari 700 peserta di Bandung, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu dorong riset jadi masukan kebijakan nyata.
Stabilitas.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan para pemenang kompetisi riset bergengsi LPS Call for Research (CFR) 2026 dalam perhelatan Research Fair 2026 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).
Penyelenggaraan tahun ketujuh ini mencatatkan rekor partisipasi dengan diikuti lebih dari 700 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi industri keuangan, yang disaring ketat menjadi 35 finalis terbaik.
Jumlah peserta tahun ini melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya. Sebagai gambaran, LPS menerima 402 karya ilmiah pada 2025 dan 294 karya pada 2024.
BERITA TERKAIT
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyatakan apresiasinya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap kajian fungsi resolusi bank dan penjaminan simpanan.
“Tahun ini, antusiasmenya sangat menggembirakan, lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi dan 35 finalis terpilih melalui seleksi ketat,” ujar Anggito dalam pidato sambutannya di Bandung.
Anggito menegaskan bahwa riset yang berkualitas harus mampu memberikan solusi konkret bagi perekonomian nasional dan penyusunan regulasi perbankan.
“Hal ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena minat masyarakat untuk meneliti, khususnya terkait peran dan fungsi LPS semakin meningkat. Kami berharap karya-karya terbaik tidak berhenti sebagai dokumen lomba. Mari kita kembangkan menjadi masukan nyata bagi kebijakan LPS, penguatan kepercayaan masyarakat, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkatkan kesejahteraan. Riset terbaik bukan hanya menjawab pertanyaan ilmiah, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan bangsa,” tambahnya.
Pada perhelatan kali ini, LPS memberikan penekanan khusus pada integritas akademik melalui penghargaan Peneliti Berprinsip dan Peneliti Harapan. Di tengah maraknya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), LPS mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan kejujuran ilmiah, nalar kritis, dan tanggung jawab etis peneliti.
LPS menetapkan pemenang dari enam kategori jenjang pendidikan dan profesi. Pada Kategori Umum S3 dan Peneliti Berprinsip, gelar Juara 1 diraih oleh Syarief Gerald Prasetya dan Adhi Kusnadi lewat penelitian kerangka kebijakan regtech berbasis integrasi Explainable AI (XAI) dan tata kelola blockchain.
Sementara itu, Kategori Mahasiswa S3 dimenangkan oleh Anniza Citra Prajasari yang meneliti mekanisme bail-in pada skema penjaminan syariah. Pada Kategori Umum S2, Diana Putri dan Misbahul Ulum keluar sebagai Juara 1 melalui studi resolusi kegagalan perusahaan asuransi.
Gelar Juara 1 Kategori Mahasiswa S2 disabet oleh I Gusti Ngurah Sentana Putra yang mengkaji peramalan suku bunga dan efektivitas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) menggunakan metode hybrid LSTM. Pada Kategori Umum D3/D4/S1, Ulil Abshor meraih Juara 1 lewat analisis keseimbangan moral hazard dan disiplin pasar. Adapun Kategori Mahasiswa D3/D4/S1 dimenangkan oleh tim Lusia Oktavia Cungfrensius, Gibran Agung Nusananta, dan Monica Lewensky dengan riset penjaminan polis berbasis risiko (Risk-Based Policy Guarantee).
LPS turut menganugerahkan penghargaan kategori Promising Papers guna mengapresiasi karya riset potensial dari para akademisi di wilayah Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan-Sulawesi, hingga Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. ***

















