CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyoroti peluang stablecoin dan tokenisasi aset riil di TOKEN2049 di tengah lonjakan transaksi kripto OJK Rp23,16 triliun.
Stabilitas.id – Industri aset kripto nasional mulai bertransisi dari sekadar instrumen spekulasi perdagangan menuju pemanfaatan fungsi keuangan riil. Di sela-sela konferensi global TOKEN2049 di Singapura, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyoroti peluang akselerasi stablecoin, tokenisasi aset riil (Real World Asset/RWA), serta integrasi kripto dengan sektor keuangan tradisional (Traditional Finance/TradFi) bagi pasar Indonesia, Jumat (9/10/2026).
Peluang tersebut sejalan dengan lonjakan transaksi aset digital di tanah air. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun perdagangan aset keuangan digital di Indonesia mencapai 23,21 juta akun per Agustus 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi kripto menembus Rp23,16 triliun, tumbuh 12,9 persen dibandingkan Juli 2026 senilai Rp20,52 triliun.
Calvin menegaskan bahwa fase pertumbuhan industri berikutnya menuntut utilitas transaksi yang lebih berdampak.
BERITA TERKAIT
“Artinya, fase pertumbuhan berikutnya tidak hanya soal bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga soal memberikan cara yang lebih bermakna dan praktis bagi pengguna untuk berpartisipasi. Bagi Tokocrypto, fokusnya adalah membuat perkembangan global itu relevan dan mudah diakses dalam kerangka regulasi Indonesia,” ujar Calvin.
Calvin menjelaskan bahwa keunggulan pasar Indonesia bertumpu pada skala pemodal ritel di tingkat akar rumput, berbeda dengan pasar Singapura yang didominasi investor institusional. Di Indonesia, stablecoin diproyeksikan teradopsi lebih awal sebagai sarana pemindahan nilai dan penyelesaian transaksi yang murah serta efisien.
Di sisi lain, tokenisasi aset riil berpeluang menyusul seiring kesiapan regulasi. Salah satu contoh inovasi global adalah bStocks, yakni sekuritas tertokenisasi di jaringan BNB Smart Chain yang didukung portofolio saham Amerika Serikat pada kustodian teregulasi. Skema ini memungkinkan pemodal mengakses pasar ekuitas global selama 24 jam berbasis teknologi blockchain.
“Prioritas Tokocrypto adalah menyiapkan platform, kemitraan, dan edukasi pengguna agar inovasi-inovasi ini dapat diperkenalkan secara bertanggung jawab ketika pasar siap,” jelasnya.
Calvin mengapresiasi kerangka pengawasan terstruktur OJK yang dinilai mampu menumbuhkan kepercayaan industri dalam jangka panjang.
“Regulasi yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan, melindungi pengguna, dan menciptakan aturan yang lebih jelas bagi inovasi. Sebagai platform lokal yang diatur, kami bertanggung jawab menyeimbangkan inovasi dengan kepatuhan, keamanan, dan perlindungan konsumen,” tambah Calvin.
Memasuki 2027, fokus industri diproyeksikan bergeser dari sekadar menghitung jumlah pemilik dompet kripto menjadi seberapa aktif aset digital tersebut digunakan secara riil.
Calvin mengimbau para pemodal untuk tetap disiplin mengukur risiko dan tidak terbawa arus euforia pasar semata.
“Tetaplah penasaran, terus belajar, dan utamakan keamanan. Tetaplah terbuka terhadap inovasi, tetapi tetap disiplin, karena masa depan kripto harus dibangun di atas inovasi yang memberikan nilai jangka panjang, bukan sekadar euforia pasar jangka pendek,” pungkasnya.

















