• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Pedoman Memilih Vendor Pelatihan

by Sandy Romualdus
7 Februari 2014 - 00:00
194
VIEWS
Pedoman Memilih Vendor Pelatihan
0
SHARES
194
VIEWS

Sampai akhir 2013, dunia pelatihan senantiasa memberikan warna bagi suatu perusahaan. Intervensi manajemen terhadap pengembangan dan kadang-kadang bersifat penyegaran wawasan karyawan ini masuk selalu dalam agenda kerja dan selalu diaudit atas pelaksanaannya. Di industri perbankan, tidak saja diaudit oleh tim audit intern, namun juga oleh pihak otoritas perbankan.

Seiring dengan target tahunan berupa profit, lembaga keuangan seperti bank juga memiliki target pelaksanaan pelatihan yang dibebankan pada divisi Human Capital Development atau manajemen yang membawahinya. Walaupun belum ada data penelitian yang dapat diekspos mengenai kontribusi pelatihan karyawan terhadap perolehan profit perusahaan, namun aksioma bahwa karyawan yang pengetahuan, keterampilan dan attitude-nya baik terhadap perusahaan –yang antara lain didapatkan dari pelatihan– maka kontribusinya pada perusahaan juga makin baik.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Di industri perbankan yang highly regulated, pelatihan merupakan suatu kebutuhan pokok. Saking pokoknya, sampai-sampai regulator mewajibkan perbankan untuk memberikan pelatihan pada karyawannya.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Dalam artikel ini hanya akan membahas mengenahi pelatihan yang dilaksanakan oleh vendor luar untuk konsumsi inhouse training. Yang dimaksud dengan pelatihan yang dilaksanakan oleh vendor luar adalah yang mana mulai dari materi, trainer, evaluasi, metode dan perangkat pelatihan lain diselenggarakan vendor luar. Namun demikian sebagai user, lembaga keuangan dalam hal ini juga harus memperhatikan apakah vendor tersebut tepat. Ukuran tepat sudah tentu harus sesuai kebutuhan perusahaan, tepat waktu, dan sudah tentu tepat budget.

Sekarang ini, begitu banyak penawaran ke bank-bank mengenai pelatihan. Mulai dari vendor pelatihan berbadan hukum dan sudah punya nama, sampai vendor pelatihan yang badan hukumnya tidak jelas atau vendor pelatihan yang sering disebut kelas “abal-abal”. Durasi dan materi pelatihan yang ditawarkan pun beragam. Baik pelatihan dengan durasi pendek 1-5 hari, maupun pelatihan berdurasi panjang 15-20 hari atau lebih, plus on the job training sekian bulan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pelatihan berdurasi pendek ini pada umumnya lebih diperuntukkan pada pelatihan teknis dan atau pelatihan yang bersifat refreshment. Sedangkan pelatihan berdurasi panjang lebih di peruntukkan pada pelatihan manajerial atau pelatihan yang diproyeksikan untuk jenjang kepangkatan manajerial di masa depan.

Dengan banyaknya penawaran dari vendor pelatihan tersebut, para user dituntut untuk pandai memilih. Sebelum memilih vendor, pihak user (bank) seharusnya memiliki pengetahuan mengenai hal-hal yang melekat pada vendor pelatihan. Di antaranya kurikulum pelatihan, materi pelatihan, Satuan Acuan Pembelajaran (ada juga yang menyebut teaching notes), trainer, metode pelatihan yang digunakan, durasi pelatihan, dan evaluasi selama pelatihan berlangsung.

Kurikulum Pelatihan

Sebuah vendor yang baik, sudah barang tentu memiliki kemampuan menyusun dan mengembangkan kurikulum pelatihan yang dikehendaki oleh user-nya. Baik untuk pelatihan berdurasi pendek, menengah maupun panjang. Dengan asumsi pihak user tidak mengetahui bagaimana menentukan kurikulum atau memilih kurikulum pelatihan sebagaimana tujuan pelatihan yang diharapkan, maka vendor pelatihan dituntut untuk bertindak sebagai konsultan. Mengapa? Jika bertindak sebagai konsultan maka vendor dimaksud akan menawarkan beberapa pilihan dan pertimbangan kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan user. Jika tidak, dan vendor hanya memberikan kurikulum baku atau “hanya yang dipunyai”, ada kemungkinan besar, kurikulum dimaksud sudah tidak sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang akan dibangun atau di-improved khususnya oleh industri.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Jika karena suatu kondisi pihak user sudah mengetahui bagaimana memilih kurikulum pelatihan berbasis kamus kompetensi, maka dengan sendirinya user akan meminta kurikulum sesuai kebutuhannya, yakni sesuai dengan kamus kompetensi karyawannya. Kurikulum ini akan menentukan proses keberhasilan pelatihan berikutnya. Kurikulum untuk pelatihan berdurasi pendek (1-5) hari tentu berbeda dengan kurikulum untuk pelatihan berdurasi panjang ( lebih dari 6 hari). Pelatihan berdurasi pendek lebih ditujukan untuk keterampilan teknis sedangkan durasi panjang untuk keterampilan manajerial (teknis di dalamnya),

Materi Pelatihan

Materi pelatihan luas cakupannya. Batasannya untuk disampaikan, apakah dengan durasi 2 jam atau 10 jam untuk suatu materi, memerlukan alasan dan penelitian yang kuat melalui Training Needs Analysis (TNA). Karena itu, bagi vendor profesional, ia akan menyusun materi ini sesuai kebutuhan. Artinya kebutuhan bagi user-rnya, sesuai kamus kompetensi yang ada di unit kerja di mana peserta bertugas.

Untuk peserta yang generik, artinya peserta dengan kamus kompetensi yang sama semua, merumuskan materi pelatihan ini tidaklah sesulit bila dibandingkan dengan peserta pelatihan yang berasal dari unit kerja yang berbeda dengan pengalaman dan kamus kompetensi yang berbeda pula. Pada dasarnya materi pelatihan disusun dan disampaikan untuk dapat meningkatkan keterampilan, meningkatkan pengetahuan dan attitude/sikap atau kedewasaan peserta dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Materi pelatihan tidak sekedar dapat sebagai materi yang nice to know, namun lebih dari itu, materi pelatihan yang disusun dan disampaikan juga bersifat must know. Artinya, materi pelatihan tersebut memberikan guide line pada para peseta, apa-apa yang harus diketahui dalam meningkatkan keterampilannya sesuai dengan kamus kompetensinya tersebut.

Setelah sesuai dengan kamus kompetensi, maka materi pelatihan perlu didesain untuk menghasilkan output pelatihan yang diharapkan. Output pelatihan secara ideal memiliki jenjang, dari jenjang yang terendah L1 hingga jenjang yang tertinggi L4. Di dalam Satuan Acuan Pembelajaran (SAP) atau teaching notes akan tampak rinciannya.

Satuan Acuan Pembelajaran

Satuan Acuan Pembelajaran atau teaching notes merupakan panduan penyampaian materi dan tujuan materi tersebut perlu disampaikan pada peserta. Tujuan umum maupun tujuan khusus tentang materi tersebut disampaikan kepada para peserta pelatihan. Rincian urutan materi yang akan disampaikan termasuk durasinya akan sangat membantu trainer dalam menyampaikan materi yang akan disampaikan (kalau penyusun SAP Trainer yang bersangkutan tidak masalah). Bagi user yang konsisten dengan SAP ini, akan mengikuti urutan dan sekuensi materi yang akan disajikan. Pada umumnya, user sulit memperoleh SAP ini, kecuali untuk materi yang sudah pernah disampaikan sebelumnya/repeat order.

Trainer

Kualitas Trainer biasa diukur atau dilihat oleh user melalui CV yang persyaratkan user. Namun bagi vendor yang kecil atau kurang kuat organisasi internalnya, CV yang dikirimkan ini tidak menjamin kehadiran Trainer yang dimaksud. Artinya, kadang-kadang secara mendadak bisa saja Trainer yang CV-nya sudah disetujui, tiba-tiba mendadak tidak bisa datang. Beberapa vendor pernah mengirim ‘supir tembak’ karena terlanjur sudah ada kontrak. User yang baik akan meminta skenario CV ke 2/plan B atau CV 3/plan C di awal, untuk menghindari munculnya ‘supir tembak’ tadi.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Tes atau evaluasi

Jika pelatihan mempergunakan tes sebagai alat evaluasi, maka user dapat menilai kualitas tes atau evaluasi yang dipergunakan. Apakah tes yang dipergunakan dapat mengukur kemampuan peserta sesuai tujuan setiap materi pembelajran. Jenis tes atau evaluasi bermacam-macam, bisa tes atau evaluasi yang level C1; C2; C3; atau sampai C4. Jenis tes sekali lagi perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

Itulah beberapa pedoman dasar dalam dunia pelatihan untuk konsumsi Inhouse Training. Dengan pedoman tersebut, para user dapat mengevaluasi vendor yang dipergunakan. Tetap semangat dengan continuous improvement.

 
 
 
 
 
Previous Post

Mencintai Yang Melelahkan

Next Post

Konsistensi Seorang Riawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

BTN Cetak Laba 2013 Rp1,56 triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance