• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Singapura dan Transaksi Mencurigakan

by Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00
15
VIEWS
0
SHARES
15
VIEWS

PERKIRAAN, mungkin berlebihan juga, 200 miliar dollar AS atau setara Rp 2.360 triliun aset warga Indonesia ditempatkan di Singapura atau setara dengan 40 persen total asetnya lembaga fnansial di sana.

Jumlah itu tentu sistemik bagi industri perbankan di sana. Maka apabila ada pengampunan pajak di Indonesia yang berpotensi menyedot dana nasabah sebesar itu, wajar jika pihak lembaga keuangan Singapura memandangnya sebagai ancaman. Sejauh ini memang 85 persen deklarasi pengampunan pajak luar negeri datangnya dari Singapura, seperti diungkapkan pejabat Kantor Pajak.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Sebenarnya apakah Singapura merupakan tax haven, sehingga menarik pemilik uang negara tetangganya? Jawabannya adalah ya. Berdasarkan Riset Kongres AS, Singapura, Makau dan Hongkong masuk kategori itu). Namun begitu, tidak lantas berarti bahwa negara tetangga itu menjadi seperti Luxemburg atau Swis yang banyak disoroti karena praktik kecurangan pajaknya yang keterlaluan. Akan tetapi, biar bagaimanapun tax haven tetap berkonotasi buruk.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Singapura pun membela diri dengan mengatakan bahwa kebijakan pajak yang lebih rendah yang dikenakan pemerintah karena memang mereka tidak membutuhkan banyak investasi untuk pembangunan. Sebagai pusat fnansial dengan 700-an perusahaan, Singapura memang sangat inovatif.

Kita ingat pecahan 10.000 dollar Singapura yang dimanfaatkan oleh Gayus dan Hakim S ketika menerima suap (TribunNews), beberapa tahun lalu. Indonesia meminta mata uang itu tidak dicetak lagi yang baru berhasil tahun 2014 lalu. Badan kejahatan terorganisasi di Inggris mencatat bahwa 90 persen dari pecahan 500 euro berada di tangan pelaku kejahatan. (Apa kaitannya dengan Singapura yang inovatif? Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa Singapura memang berpotensi digunakan sebagai perantara dalam kejahatan pencucian uang. Namun demikian dalam kajian tahunan mengenai pencucian uang (2008), FATF menanyakan Singapura mengenai laporan transaksi keuangan mencurigakan yang dinilai terlalu sedikit untuk negara yang dikategorikan sebagai pusat fnansial. Singapura dinilai kurang proaktif untuk meneliti dana dari luar yurisdiksinya. Pengemplang pajak dari Indonesia sudah diidentifkasikan sejak 2012 oleh PPATK, dan sejak itu otoritas Singapura sudah diminta kerja samanya.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Tetapi permintaan itu belum dipenuhi karena rupanya pihak otoritas keuangan hanya menginvestigasi kasus yang melanggar hukum Singapura. Titik balik kelihatannya terjadi juga. Skandal besar menyangkut PM Malaysia, yaitu 1Malaysia Development Berhad (1MDB) mengimbas ke Singapura tahun ini. 1MDB adalah perusahaan pengembang strategis yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Pihak berwenang mengumumkan mereka menyita 177 juta dollar AS aset dalam kaitannya dengan 1MDB berdasarkan dugaan pencucian uang. Pertama kalinya dalam 32 tahun, bisnis private banking BSI AG ditutup dengan alasan penyimpangan serius dalam pencucian uang.

Rupanya angin perubahan itu menyejukkan. Dampaknya, baru-baru ini seorang direktur BUMN membuka rekening di Singapura tetapi ketahuan karena ada laporan dari pihak Singapura. Jadi apakah tindakan bank di Singapura melaporkan nasabahnya yang asal Indonesia ke pihak polisi berlebihan? Anti pencucian uang meminta lembaga keuangan membuat profl nasabahnya. Hal ini dikenal sebagai customer due dilligence (CDD).

Kira-kira profl itu menyebutkan profesi, sumber dana dan tujuan transaksi. Risiko nasabah ditimbang dari negara asal nasabah, produk dan jasa yang dipakai serta apakah nasabah termasuk berisiko tinggi. Nasabah berisiko tinggi apabila menjadi pejabat negara atau dikenal sebagai orang yang populer secara politik. Bila berisiko tinggi maka nasabah akan dipantau lebih ketat. Nasabah WNI menjadi kelompok nasabah besar yang masuk ke Singapura.

Mereka membawa dana murah yang dibutuhkan maka kemungkinan mereka tidak dipandang berisiko tinggi. Mereka juga tidak melanggar hukum lokal. Apabila pelanggaran hukum (predicate crime) di Indonesia maka itu di luar yurisdiksi. Kira-kira begitu logikanya.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Lembaga keuangan juga menimbang untung ruginya, maka mereka cuek terhadap asal usul dana. Pendapat wakil PPATK yang menengarai 162 juta dollar AS hasil korupsi mengendap di Singapura tidak mengusik.Padahal ICIJ (www.icij. org) kelompok jurnalis yang menerbitkan Panama Papers, jelas menyebutkan nama perusahaan Indonesia mana yang mempunyai cabang-cabang di Singapura. Perusahaan dan nama-nama perorangan itu bisa ditelusuri sebagai perekayasa keuangan.

Pelajaran apa yang bisa dipetik? Kita jangan naif dan reaktif. Negara tetangga memang lebih baik dalam segala peringkat internasional. Persepsi itu menguntungkan karena memberikan tingkat kepercayaan yang dibutuhkan oleh suatu pusat keuangan regional. Singapura menangani masalah pencucian uang hanya apabila melanggar hukum domestik. Maka aneh juga bila nasabah dilaporkan ke polisi karena tidak ada pelanggaran hukum lokal. Hanya saja dari sudut pandang anti pencucian uang, perubahan transaksi nasabah akan mengubah profl. Mengubah profl bisa menjadi indikasi pencucian uang. Indikasi mencurigakan wajib dilaporkan. Kita harus memperbaiki diri sendiri. Kita tentu tidak mengharapkan ada ledakan kasus sebesar 1MDB supaya negara tetangga itu menjadi terusik.   

 
 
 
 
 
Previous Post

Pemerintah Pun Perlu Manajemen Risiko

Next Post

Revitalisasi Harga Mati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

FWD Luncurkan Asuransi Jiwa Syariah Berbasis Digital

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance