Stabilitas.id — PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) resmi ditetapkan sebagai anggota baru Indeks Economic 30 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), efektif mulai 2 Maret 2026. BBYB tercatat sebagai satu-satunya bank dengan layanan digital yang berhasil masuk dalam daftar 30 saham pilihan tersebut pada periode peninjauan kali ini.
Direktur Utama Bank Neo Commerce (BNC), Eri Budiono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan pasar atas transformasi digital dan penguatan fundamental yang konsisten dilakukan perseroan.
“Masuknya BBYB ke dalam Indeks Economic 30 merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh ‘Neobankers’ dalam memperkuat fundamental, meningkatkan kualitas aset, serta membangun model bisnis bank digital yang berkelanjutan,” ujar Eri dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
BERITA TERKAIT
Pengakuan bursa ini sejalan dengan performa keuangan BNC yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Hingga November 2025, BNC berhasil membukukan laba sebesar Rp538,43 miliar. Capaian ini melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp11,20 miliar.
Kesehatan finansial perseroan juga terlihat dari pertumbuhan modal inti yang meningkat 20,04% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,00 triliun. Total aset tercatat mencapai Rp18,98 triliun dengan pertumbuhan 7,63% (YoY).
Pencapaian ini ditopang oleh efisiensi operasional dan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif. Produk unggulan seperti ‘Neo Pinjam’ bahkan mencatatkan pertumbuhan luar biasa hingga 139% secara tahunan, menunjukkan daya serap pasar yang tinggi terhadap layanan kredit digital BNC.
Momentum positif BBYB juga tercermin dari penguatan kepemilikan saham oleh investor strategis. PT Gozco Capital dilaporkan terus menambah porsi kepemilikannya di BBYB dalam empat bulan terakhir.
Berdasarkan data Februari 2026, Gozco Capital menambah 164 juta saham, sehingga total kepemilikannya naik dari 9,31% menjadi 10,53% atau setara 1,41 miliar saham. Aksi korporasi ini dinilai sebagai sinyal kuat keyakinan pemegang saham terhadap prospek jangka panjang BNC di industri perbankan nasional.
Dengan masuknya BBYB ke dalam Indeks Economic 30, manajemen optimistis dapat memperluas basis investor dan meningkatkan visibilitas di pasar modal. Eri menegaskan bahwa fokus ke depan adalah menjaga kualitas aset dan inovasi layanan guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. ***
















