Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital, khususnya penyebaran file berekstensi .APK dari sumber tidak dikenal, menjelang periode libur Lebaran 1447 H.
Modus penipuan ini biasanya dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp dengan menyaru sebagai instansi tertentu. Pelaku mengirimkan lampiran berupa undangan digital, surat pajak, hingga resi pengiriman paket yang sebenarnya merupakan program berbahaya (malware) untuk mencuri data pribadi dan mengambil alih perangkat nasabah.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman siber yang terus berkembang.
BERITA TERKAIT
“Kami secara berkelanjutan memperkuat pengamanan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas yang kami jalankan secara konsisten,” ujar Saladin dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Saladin mengingatkan nasabah agar tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber tidak tepercaya. Jika menerima pesan dengan nada mendesak, tawaran hadiah, atau permintaan verifikasi data dari nomor tak dikenal, nasabah diminta untuk melakukan verifikasi ulang melalui saluran resmi.
Langkah Mitigasi dan Penanganan
Apabila nasabah terlanjur mengunduh file mencurigakan, BRI menyarankan beberapa langkah darurat sebagai berikut:
-
Segera matikan koneksi data seluler dan Wi-Fi.
-
Hapus aplikasi (uninstall) yang baru saja dipasang.
-
Ubah secara berkala username, PIN, dan password akun BRImo serta email yang terhubung.
-
Lakukan reset setelan pabrik (factory reset) pada perangkat untuk memastikan bersih dari kendali pihak luar.
Selain itu, BRI juga menganjurkan pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk mempertebal proteksi akses layanan digital.
“Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah krusial untuk mencegah akses tidak sah. Kolaborasi antara bank dan nasabah menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem digital yang aman,” pungkas Saladin.
Jika nasabah menemukan aktivitas mencurigakan pada rekeningnya, BRI meminta untuk segera menghubungi Contact BRI di nomor 1500017 untuk melakukan tindakan pemblokiran atau penanganan lebih lanjut. ***
















