• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Maret 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi Energi

Dirut PLN: Banyak Ruang Pengembangan EBT Baseload Dari Potensi Hydro dan Geothermal

Sumber daya EBT Indonesia yang melimpah perlu segera dimaksimalkan pemanfaatannya untuk pengadaan energi bersih

oleh Stella Gracia
25 September 2022 - 22:38
9
Dilihat
Dirut PLN: Banyak Ruang Pengembangan EBT Baseload Dari Potensi Hydro dan Geothermal
0
Bagikan
9
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mempercepat transisi energi Indonesia dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Potensi besar EBT yang saat ini dikembangkan PLN adalah pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal) dan air (hydro) yang punya potensi besar untuk menggantikan pembangkit berbasis batu bara.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Seminar Geothermal & Hydropower Pengembangan EBT Baseload melalui Pembangkit Geothermal dan Hydropower dalam Rangka Transisi Energi di Bali, pada Kamis (22/9/22).

BERITA TERKAIT

Satu Tahun Danantara, BRI Guyur 5.500 Paket Sekolah ke NTT Hingga Papua Barat Daya

SIG Kucurkan Rp1,4 Triliun di Tuban, Gandeng Taiheiyo Cement Perkuat Jaringan Global

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari, Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Bali

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

Pemerintah telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen tahun 2030 dan mencapai net zero emission pada 2060.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan PLN mendukung penuh komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon. Agenda transisi ini penting tidak hanya demi mendapatkan energi bersih tetapi juga shifting dari energi fosil yang basisnya impor ke EBT yang basisnya domestik.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan potensi EBT terbesar di dunia. Memang harus diakui, tantangan pengembangan EBT ini besar karena dari sisi proses pembangunannya lama. Sehingga butuh kajian kelayakan yang beragam dan perencanaan yang matang,” ungkap Darmawan.

Darmawan juga menjelaskan, potensi air di Indonesia sebesar 75 gigawatt (GW), tetapi pemanfaatannya baru sekitar 5 GW atau 6,5 persen. Sedangkan potensi panas bumi sebesar 29 GW, terbesar kedua di dunia, dengan pemanfaatan yang baru sekitar 2,2 GW atau 7,5 persen.

Selanjutnya, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris Yahya menambahkan bahwa panas bumi dan air memang dua jenis EBT yang bisa menjadi andalan ke depan mengingat potensinya sangat besar.

“Saat ini kita sudah punya program pensiun dini PLTU. Sehingga harus segera dipikirkan subititusinya. Tidak hanya menggantikan kapasitas, tetapi juga sebagai baseload. Storage juga sangat berperan jika kita bicara pasokan listrik yang andal,” jelas Harris.

Ia juga melanjutkan, selain panas bumi dan air, potensi EBT Indonesia masih sangat besar termasuk di dalamnya adalah tenaga surya, angin, dan laut.

Selain itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto menekankan bahwa PLN terus meningkatan bauran energi mix melalui penambahan kapasitas dan produksi listrik melalui pembangkit EBT.

Porsi pengembangan kapasitas EBT sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 mencapai 51,6 persen atau setara dengan 20,9 GW.

“Di tahun 2022 ini PLN mengadakan pembangkit EBT sebesar 1,5 GW. Seiring dengan komitmen tersebut PLN melakukan banyak program termasuk 5 kerja sama terkait pengembangan EBT dengan berbagai pihak. Untuk saat ini pembangkit EBT PLN telah mencapai 8.512 MW,” ungkap Wiluyo.

Wiluyo menyebutkan bahwa PLN secara serius melakukan co-firing biomassa pada 32 lokasi PLTU. PLN punya 52 PLTU yang akan di co-firing hingga tahun 2025. Khusus untuk pengembangan pembangkit Geothermal, ia menyebutkan saat ini ada PTLP Sorik Merapi (195 MW), PTLP Sokoria (30 MW), dan Patuha (55 MW). Sedangkan pembangkit Hidro ada PLTA Jatigede (110 MW), PLTA Peusangan (88 MW), PLTA Asahan III (174 MW), PLTA Cisokan (1.040 MW).***

Tags: #BUMN#PLNEBTPembangkit Listrik GeothermalPLTAPLTU
 
 
 
 
Sebelumnya

MenKopUKM Ungkap 4 Syarat Menuju Indonesia Maju pada 2045

Selanjutnya

Perluas Ekosistem Digital, Bank Mandiri Gandeng Qoala, Ayoconnect dan ICON+

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

PGE Mantapkan Langkah Menuju Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia

PGE Mantapkan Langkah Menuju Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia

oleh Stella Gracia
4 November 2025 - 09:02

Stabilitas.id — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) memperkuat langkah transformasi digital melalui program G-Bionic, yang kini memasuki fase implementasi nyata di...

Menyalakan Keadilan dari Timur: Listrik untuk NTT, Maluku, dan Papua

Menyalakan Keadilan dari Timur: Listrik untuk NTT, Maluku, dan Papua

oleh Sandy Romualdus
11 Oktober 2025 - 10:43

Bagi Indonesia, kedaulatan energi tidak hanya diukur dari jumlah megawatt yang dihasilkan, tetapi dari seberapa jauh listrik menjangkau mereka yang...

Pembangunan SUTET 500 kV Balaraja Kurang Sosialisasi

Energi Kuat, Bangsa Berdaulat: Arah Baru Ketahanan Energi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
8 Oktober 2025 - 12:40

Dari eksplorasi panas bumi hingga mobil listrik di jalanan kota, negeri ini sedang membangun rantai energi yang utuh—dari hulu sampai...

Harga BBM Resmi Naik! Pertalite Jadi Rp10 ribu, Solar Subsidi Rp6,800, Pertamax Rp14,500

Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

oleh Sandy Romualdus
2 Oktober 2025 - 16:33

Stabilitas.id - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Oktober 2025. Kenaikan berlaku...

PGE Genjot Inovasi Lewat Geovation 2025, Bidik Kapasitas Panas Bumi 3 GW

PGE Genjot Inovasi Lewat Geovation 2025, Bidik Kapasitas Panas Bumi 3 GW

oleh Stella Gracia
2 Oktober 2025 - 10:56

Stabilitas.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menggelar ajang tahunan Geothermal Innovation & Competition (Geovation) 2025...

Mimpi Besar Energi Hijau: Akselerasi Janji Menuju Aksi Berkelanjutan

Mimpi Besar Energi Hijau: Akselerasi Janji Menuju Aksi Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
28 September 2025 - 11:11

PT PLN (Persero) mengakselerasi transisi menuju energi hijau melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), elektrifikasi lintas sektor, serta integrasi teknologi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Perluas Ekosistem Digital, Bank Mandiri Gandeng Qoala, Ayoconnect dan ICON+

Perluas Ekosistem Digital, Bank Mandiri Gandeng Qoala, Ayoconnect dan ICON+

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance