Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terus memperkuat peran strategisnya dalam pelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas”. Hingga saat ini, inisiatif pengelolaan sampah berkelanjutan tersebut tercatat telah berhasil mereduksi potensi emisi gas rumah kaca sebesar 2,36 juta kg CO2e secara nasional.
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari, BRI menggelar edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah di Bank Sampah Cantik Resik, Jatikramat, Bekasi. Aksi ini melibatkan ratusan warga dan pelajar untuk mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) langsung dari sumbernya, yakni sampah rumah tangga.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud kontribusi nyata perseroan dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
BERITA TERKAIT
“Program ‘BRI Peduli Yok Kita Gas’ adalah langkah konkret BRI dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi sosial masyarakat. Kami ingin membantu mengatasi permasalahan sampah, terutama di wilayah padat pemukiman dan kota besar,” ujar Dhanny dalam keterangan resmi, Senin (23/2).
Ekonomi Sirkular di 117 Lokasi
Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah menjangkau 117 lokasi di seluruh Indonesia, mulai dari bank sampah, pasar tradisional, hingga sekolah. Data menunjukkan volume sampah yang berhasil dikelola sangat masif, mencapai 519,98 juta kg sampah anorganik dan 779,74 juta kg sampah organik.
Transformasi limbah tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi sirkular. Dari pengelolaan tersebut, BRI berhasil memproduksi 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, hingga 777 liter eco enzyme.
Di Bekasi sendiri, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 95,7 kg sampah serta menghasilkan lima inovasi produk olahan sampah anorganik dan organik. Untuk memperkuat infrastruktur lokal, BRI menyalurkan bantuan berupa dua unit komposter, keranjang sampah anorganik, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.
Mitra Strategis SDGs
Langkah BRI ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada pilar pembangunan lingkungan dan ekonomi. Perseroan telah menyalurkan 45 unit mesin pengolahan sampah, 44 unit kendaraan operasional bank sampah, serta menyelenggarakan 12 jenis pelatihan manajemen sampah bagi masyarakat.
“Melalui keterampilan memilah sampah dari rumah, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga mendapatkan peluang ekonomi dari pengelolaan sampah yang efisien,” pungkas Dhanny.***
















