JAKARTA, Stabilitas.id — Emiten petrokimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., mendapatkan fasilitas green loan sebesar USD13 juta dari PT Bank KEB Hana Indonesia. Jumlah tersebut setara Rp189,69 miliar dengan asumsi kurs Jisdor Jumat (16/4/2021) Rp14.592 per dolar AS.
Chief Financial Officer Chandra Asri Andre Khor mengatakan bahwa pembiayaan inovatif green loan dan tanpa jaminan ini akan digunakan perseroan dikhususkan untuk keberlanjutan proyek ramah lingkungan yang berhasil diselesaikan oleh emiten berkode saham TPIA itu di lokasi produksi Cilegon, Banten.
“Pembiayaan inovatif dan tanpa jaminan ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal Chandra Asri serta biaya lainnya terkait dengan penyelesaian proyek ramah lingkungan yang telah dilakukan, dengan persyaratan yang kompetitif, untuk meningkatkan dan mendiversifikasi kapasitas likuiditas Chandra Asri,”ujar Andre.
BERITA TERKAIT
Andre melanjutkan, dua proyek yang telah selesai dan memenuhi persyaratan untuk pembiayaan adalah pembangunan Enclosed Ground Flare (EGF) dan penggunaan Electrical forklift (E-Forklift) oleh Chandra Asri. Enclosed Ground Flare mampu membakar 220 ton hidrokarbon per jam dengan menggunakan metode pembakaran tertutup.
Di tengah situasi pandemi, perusahaan mampu menyelesaikan pembangunan konstruksi secara aman, dengan tepat waktu, serta sesuai spesifikasi dan anggaran yang ditentukan. Dengan mengganti suar konvensional, Chandra Asri akan mampu mengurangi tingkat kebisingan hingga 30%, serta menghilangkan panas dan emisi cahaya, tanpa adanya pelepasan asap.
Proyek ramah lingkungan kedua adalah penggantian forklift, yang sebelumnya menggunakan pembakaran konvensional,dengan forklift listrik. Proyek yang telah diselesaikan pada tahun 2020 ini semakin kembali menekankan komitmen Chandra Asri untuk membangun sistem transportasi yang berkelanjutan dalam rantai pasokannya.
Armada baru yang terdiri dari 53 forklift ini menggunakan baterai lithium, dengan listrik yang bersumber dari ekosistem panel surya. Penggunaan e-forklift ini tidak menghasilkan emisi, serta dapat mengurangi 69.455 kg LPG, menghemat 165.360 liter solar, menurunkan 446.472 metrik kilogram karbon dioksida, serta menghilangkan pembuangan nitrogen oksida setiap tahunnya..














