Stabilitas.id — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengajak masyarakat untuk memperkuat perencanaan keuangan jangka panjang di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui aplikasi digital wondr by BNI, perseroan mengandalkan fitur Growth untuk membantu nasabah mengelola dana Tunjangan Hari Raya (THR) secara lebih terstruktur.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa momentum Lebaran yang identik dengan peningkatan transaksi, mulai dari kebutuhan mudik hingga berbagi THR, perlu dibarengi dengan manajemen keuangan yang disiplin. Fitur Growth hadir untuk memudahkan nasabah menyusun target finansial, seperti pendidikan hingga dana masa depan keluarga.
“Kami ingin membantu nasabah merencanakan tujuan finansial mereka secara praktis melalui platform digital. Fitur Growth dirancang agar setiap impian dipersiapkan dengan langkah yang jelas dan konsisten,” ujar Okki dalam keterangan resmi, dikutip Senin (16/3/2026).
BERITA TERKAIT
Dalam fitur Growth, wondr by BNI menyediakan berbagai instrumen seperti Life Goals yang memungkinkan nasabah menentukan target dana, jangka waktu, hingga setoran bulanan secara fleksibel. Selain itu, tersedia layanan Deposito digital dengan suku bunga menarik hingga 2,50% per tahun yang memiliki fleksibilitas pencairan kapan saja tanpa penalti.
Inovasi ini juga didukung oleh kemampuan pengelolaan aset dalam berbagai mata uang (multi-currency), yang memberikan pilihan lebih luas bagi nasabah dalam melakukan diversifikasi portofolio tabungan.
Di sisi lain, BNI tetap memperkuat fitur transaksi harian untuk mendukung mobilitas masyarakat selama mudik. Layanan QRIS dan integrasi kartu TapCash untuk pembayaran tol serta transportasi umum dipastikan siap melayani lonjakan volume transaksi selama libur Lebaran.
Langkah BNI memacu digitalisasi ini sejalan dengan kondisi likuiditas nasional yang suportif. Berdasarkan data ekonomi terbaru, posisi Uang Primer Adjusted nasional tercatat mencapai Rp2.027,32 triliun (akhir 2024), dengan pertumbuhan sebesar 9,35% (YoY). Ketersediaan likuiditas primer yang memadai memberikan ruang bagi perbankan seperti BNI untuk terus menawarkan produk simpanan yang kompetitif sekaligus menjaga kelancaran sistem pembayaran non-tunai di seluruh Indonesia.
Melalui penguatan ekosistem digital wondr, BNI optimistis dapat meningkatkan rasio dana murah (CASA) sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menyeimbangkan kebutuhan konsumsi saat Ramadan dengan investasi masa depan.***
















