Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong UMKM naik kelas melalui program pendampingan intensif. Salah satu potret keberhasilannya adalah ‘Hijasmita’, brand fesyen asal Jakarta Timur yang sukses mentransformasi bisnisnya dari skala rumahan hingga menembus pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.
Didirikan oleh Mita pada 2019, Hijasmita mengangkat keunikan ornamen lokal seperti gigi balang dan flora Nusantara ke dalam produk scarf dan outer modern. Perjalanan bisnis Mita memasuki fase strategis setelah bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator BRI pada 2023.
“Melalui BRIncubator, materi yang diberikan sangat aplikatif. Kami diajak berdiskusi mengenai tantangan nyata, mulai dari branding, digitalisasi, hingga pengelolaan keuangan yang langsung bisa saya terapkan,” ujar Mita dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
BERITA TERKAIT
Dari hasil evaluasi selama program pendampingan, Hijasmita melakukan langkah berani dengan memaksimalkan produk outer. Keputusan ini diambil setelah menyadari bahwa pasar outer memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan hijab, namun tetap mempertahankan identitas budaya yang kuat.
Selain fokus pada desain, Hijasmita juga menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam proses produksinya. Sisa kain dari pembuatan scarf tidak dibuang, melainkan diolah kembali menjadi produk bernilai guna seperti pouch dan scrunchie. Strategi ini sejalan dengan tren green fashion yang kian diminati pasar global.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa kehadiran 54 Rumah BUMN BRI di seluruh Indonesia dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk meningkatkan daya saing UMKM. Hingga saat ini, BRI tercatat telah menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku usaha kecil di berbagai wilayah.
“Peningkatan literasi dan digitalisasi adalah kunci agar UMKM bisa menghasilkan nilai tambah. Kisah Hijasmita merupakan inspirasi yang menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM lokal mampu menangkap peluang di pasar internasional,” kata Akhmad.
Melalui perluasan jejaring dan fasilitas pameran yang disediakan BRI, Hijasmita kini tidak hanya hadir di department store dan pasar Bali, tetapi juga optimistis untuk terus memperluas jangkauan ekspor guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. ***
















