Stabilitas.id — Mastercard resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan biro kredit swasta CLIK Indonesia (PT Cipta Logika Utama) untuk menghadirkan layanan konsultasi berbasis intelijen data guna memperkuat ekosistem pembiayaan di Indonesia.
Sinergi ini bertujuan memberdayakan penerbit kartu dan lembaga keuangan melalui optimasi proses underwriting, pertumbuhan portofolio yang terukur, serta perbaikan mekanisme penagihan. Langkah ini diambil di tengah transformasi pesat sektor keuangan Indonesia yang didorong oleh adopsi digital dan ekspansi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM menyumbang lebih dari 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Namun, laporan IMF Article IV 2026 menyebutkan bahwa akses keuangan masih menjadi kendala utama akibat biaya pinjaman yang tinggi dan prosedur aplikasi yang kompleks.
BERITA TERKAIT
Chief Digital Transformation Officer CLIK Credit Bureau, Lucky Herviana, menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan memanfaatkan keahlian CLIK dalam pengembangan skor kredit dan kedalaman data kredit nasional untuk menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko.
“Kolaborasi ini siap memberikan solusi efektif bagi institusi yang ingin menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko yang bijaksana, membuka peluang berbasis portofolio kredit yang sehat,” ujar Lucky dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Melalui kerja sama ini, penasihat global Mastercard akan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti dengan menggunakan wawasan data dari CLIK, yang mencakup riwayat kredit yang diperluas dan penilaian prediktif melebihi sumber data resmi.
Executive Vice President, Head of Services Asia Pacific Mastercard, Matthew Driver, menekankan bahwa perluasan akses kredit yang bertanggung jawab memerlukan kolaborasi kuat di seluruh ekosistem.
“Dengan menyatukan keahlian global Mastercard dalam pengambilan keputusan berbasis data dan manajemen risiko dengan wawasan kredit lokal CLIK, kami membantu lembaga keuangan membuat keputusan yang lebih cerdas dan tumbuh berkelanjutan,” kata Matthew.
Sebagai informasi, program serupa yang dijalankan Mastercard di wilayah Asia Pasifik telah terbukti membantu lembaga keuangan mencapai tingkat persetujuan (approval rate) hingga 45% untuk kartu kredit dan 30% untuk pembiayaan pribadi.
Model ini juga diklaim mampu merealisasikan profitabilitas dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 24 bulan untuk produk kartu kredit dan 12 bulan untuk pembiayaan pribadi. Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kredit yang lebih matang dan tangguh bagi lembaga pemerintah, institusi keuangan, hingga pelaku usaha di Indonesia. ***
















