BERITA TERKAIT
JAKARTA-Sejumlah massa yang mengaku sebagai pensiunan dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) datang dan melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/12), di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Kedatangan mereka guna menuntut pihak BEI untuk dapat menghentikan sementara perdagangan saham kedua bank milik pemerintah itu karena dianggap abai terhadap hak-hak para mantan karyawannya tersebut. Menurut massa yang menamakan dirinya Forum Paguyuban Pensiunan BRI dan Forum Perjuangan Pensiunan BNI ini, manajemen kedua perusahaan itu hingga saat ini belum membayar hak para pensiunan, seperti hak atas pesangon, pelanggaran terhadap Tunjang Hari Tua, Jaminan Harti Tua, dan hana hospitalisasi. “Tuntutan sudah kami sampaikan dan diterima oleh perwakilan BEI. Apakah akan ditindaklanjuti, kami belum tahu. Kami hanya bisa berdoa supaya (masalah) ini jadi lebih baik. Selanjutnya akan kami tunggu, apakah ada reaksi atau tidak (dari aksi ini),” ujar perwakilan massa saat diterima oleh pihak BEI.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Kuasa Hukum dan HAM dari Lokataru, Haris Azhar, menyatakan bahwa kehadirannya bersama massa pensiunan BRI-BNI adalah agar pihak BEI bersedia membekukan sementara (suspensi) perdagangan saham BRI dan BNI hingga kasus tersebut selesai. “Karena ini kan banyak unsur pidananya. Lalu ini juga kan (masalah) wanprestasi pada BRI dan BNI. Ada permasalahan ketanagakerjaan di sini. Jadi kami berharap pihak BEI juga mau melihat fakta ini untuk akhirnya bisa menjatuhkan suspense pada dua saham itu,” tutur Haris. Setelah menyampaikan tuntutannya ke BEI, massa pun melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor pusat BRI dan BNI untuk menyuarakan tuntutan yang sama, yaitu dibayarnya hak-hak para pensiunan tersebut.
















