• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Potret Bankir Millenial dan Gen Z

by Sandy Romualdus
18 Januari 2022 - 12:13
105
VIEWS
Potret Bankir Millenial dan Gen Z
0
SHARES
105
VIEWS

Indra Aditya Kusuma, Faculty & Team Leader Research and Development  LPPI

DIGITALISASI di sektor keuangan khususnya perbankan memaksa bank untuk senantiasa mampu berselancar pada gelombang perubahan. Akselerasi dan penyederhanaan proses bisnis agar kian lincah dan dinamis, memaksa pengambil kebijakan strategis mengambil keputusan melalui analisa berbagai variabel penentu secara singkat. Persaingan dengan perusahaan technology savvy yang juga menawarkan produk keuangan, membuat bank harus terus berinovasi agar bisnisnya berkesinambungan.

  • Baca juga: Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

Bankir pun dipaksa untuk menyesuaikan diri, dengan menyesuaikan pengambilan keputusan secara cepat pula. Penundaan sering kali dianggap sebagai biaya yang seharusnya tidak perlu ada, akibat opportunity loss atas waktu jeda pengambilan keputusan. Penguasaan informasi, what if scenario, serta kemampuan forecasting menjadi pola keseharian, sehingga kapan pun dihadapkan pada posisi pengambilan keputusan, para bankir telah siap

Situasi yang serba dinamis, tentu bertumpu pada kepemimpinan yang lincah untuk mampu beradaptasi terhadap berbagai situasi perubahan dengan cepat. Situational leadership pertama kali dikembangkan oleh Ken Blanchard dan Paul Hersey dengan nama “Life Cycle Theory of Leadership” pada tahun 1964 yang kemudian teori ini berganti nama menjadi “Situational Leadership Theory”. Pola kepemimpinan situasional (situational leadership) ini terasa paling dibutuhkan saat ini guna mengimbangi perubahan karena dapat menyesuaikan pada variabel situasi dan kondisi. Banyak yang menilai bahwa pemimpin yang sukses adalah mereka yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai gaya kepemimpinan pada saat berbeda.

BERITA TERKAIT

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

Tekan Risiko FOMO dan Jerat Pinjol, OJK Kebut Literasi Keuangan Gen Z Banten

Strategi Digitalisasi Pegadaian: Gaet Gen Z Lewat Tring Golden Run 2026

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

Berdasarkan riset dari Center for Leadership and Ethics (CLE) – Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) selama masa pandemic, ditemukan beberapa kecenderungan mengenai tipe kecenderungan gaya pengambilan keputusan dan kecenderungan gaya kepemimpinan para bankir. Riset personality type yang melibatkan 891 responden bankir yang mengikuti Leadership program di LPPI juga menyimpulkan beberapa temuan.

  • Baca juga: Tekan Risiko FOMO dan Jerat Pinjol, OJK Kebut Literasi Keuangan Gen Z Banten

Pertama, bankir milenial (Gen Y)  dan Gen Z cenderung rasional dalam mengambil keputusan. Definisi milenial dalam hal ini adalah responden bankir dengan kelahiran tahun antara tahun 1984 s.d 1996. Sementara Gen Z merupakan responden bankir kelahiran tahun 1996 s.d 2012.

Menariknya, ditemukan kecenderungan yang sama antara generasi milenial dan Gen Z sebagai generasi di bawahnya, dimana dalam mengambil keputusan lebih rasional dibandingkan generasi sebelumnya yakni Gen X dan Baby Boomers yang cenderung intuitif.  Yang dimaksud rasional adalah proses pengambilan keputusan dengan tahapan multi langkah dan linier, dimana penyelesaian masalah dimulai dari proses identifikasi masalah untuk kemudian dapat menghasilkan keputusan yang logis. Model pengambilan keputusan rasional cenderung melibatkan proses kognitif, menimbang informasi yang baik dan buruk  dalam setiap langkahnya dengan urutan yang logis dari tahapan sebelumnya.

Kedua, bankir milenial dan Gen Z cenderung  problem solver. Merujuk kepada teori kepemimpinan situasional dimana terdapat empat tipe kepemimpinan yakni Directing (S1) dimana pemimpin lebih banyak memberikan pengarahan (mempengaruhi), dan kurang mendengarkan pendapat / ide / usulan bawahannya. Problem Solving (S2) dimana pemimpin banyak mempengaruhi bawahan tetapi juga banyak mendengarkan bawahannya. Developing (S3) dimana pemimpin yang dominan memberikan tanggung jawab kepada bawahan dan memberikan dukungan yang diperlukan. Delegating (S4) dimana pemimpin yang dominan untuk membiarkan bawahannya mengambil keputusan dan memberikan dukungan.

Sebagaimana kecenderungan gaya pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan bankir milenial tertinggi adalah problem solving yang juga sama dengan Gen Z. Namun berbeda dengan generasi X yang lebih cenderung developing dan Baby Boomers dengan gaya directing. Besar kemungkinan, bankir milenial dan gen Z, nyaman untuk berkolaborasi sebagaimana terdapat pepatah anonym If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together. Sebagai pemimpin yang dituntut memiliki pandangan jauh ke depan, bekerja menjadi suatu keharusan khususnya dalam hal ini bagi para bankir milenial dan Gen Z.

  • Baca juga: Strategi Digitalisasi Pegadaian: Gaet Gen Z Lewat Tring Golden Run 2026

Memang tidak bisa disimpulan bahwa kecenderungan tipe tertentu akan lebih baik daripada yang lainnya dan sebaliknya. Namun, setidaknya, setiap orang pasti akan memiliki kecenderungan dalam memilih jalan penyelesaian sebuah permasalahan. Jika bisa mengetahui berbagai alternatif jalan melalui peta, tentu kemudian pada situasi tertentu dapat memiliki strategi yang paling sesuai.

Tentu, masih banyak variabel yang bisa saja mempengaruhi tipe seseorang, seperti lingkungan dan budaya kerja, atau kompleksitas pekerjaan, namun sekali lagi kita bisa memperoleh gambar besarnya dan mempersiapkan rencana pengelolaannya. Atau setidaknya kita mengetahui potret bahwa para bankir milenial dan Gen Z itu memiliki tipe problem solver cenderung mengutamakan berkontribusi dan berkolaborasi dalam suasana yang egaliter.***

Tags: Bankir MillenialGen Zkepemimpinan bankir milenial
 
 
 
 
 
Previous Post

Presiden: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Hentikan Transformasi Besar Ekonomi

Next Post

‘Citius, Altius, Fortius’ Ala Achmad Syamsudin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
‘Citius, Altius, Fortius’ Ala Achmad Syamsudin

‘Citius, Altius, Fortius’ Ala Achmad Syamsudin

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance