JAKARTA, Stabilitas.id – Samsung Electronics Co Ltd membukukan kenaikan laba hingga 51% dalam tiga bulan pertama di tahun 2022. Hal ini didukung oleh permintaan pusat data yang kuat untuk chip memori margin tinggi, meskipun kekurangan komponen kemungkinan akan berlanjut pada periode berikutnya.
Samsung mengatakan bahwa permintaan untuk chip server diperkirakan akan relatif solid di periode berikutnya, tetapi perihal kurangnya komponen akan membutuhkan pemantauan lebih lanjut.
“Sementara ketidakpastian terkait lingkungan makroekonomi dan masalah geopolitik kemungkinan akan berlanjut, perusahaan akan memprioritaskan peningkatan porsi proses lanjutan untuk komponen,” ujar perusahaan dalam pernyataan resminya, dikutip dari Reuters, pada Kamis (28/4/22).
Laba operasional Samsung naik menjadi 14,1 triliun won setara US$ 11,1 miliar untuk kuartal yang berakhir 31 Maret, dari 9,38 triliun won di tahun sebelumnya. Angka tersebut adalah laba kuartal pertama tertinggi sejak 2018, dan sejalan dengan perkiraan perusahaan awal bulan ini.
Laba sektor chip naik menjadi 8,45 triliun won, lebih tinggi dua kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu 3,36 triliun won, didorong oleh rekor penjualan chip server dalam kuartal tersebut.
Laba operasional di sektor seluler dan jaringan Samsung mencapai 3,8 triliun won pada kuartal pertama tahun ini, turun dari tahun sebelumnya sebesar 4,4 triliun won.
Menurut analis Canalys Sanyam Shaurasia, Samsung memperbanyak produksi seri Galaxy A mid-to-low-end pada kuartal tersebut untuk bersaing secara agresif, sambil meluncurkan seri Galaxy S22 andalannya. Hal ini meningkatkan pangsa pasar smartphone menjadi 24% selama periode tersebut dari 22% di tahun sebelumnya.***
















