JAKARTA, Stabilitas.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati menyampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kita di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Senin (23/5/22) terkait kinerja perekonomian nasional pemulihan dan tren positif di tengah kasus harian Covid-19 yang rendah. Berbagai leading indikator ekonomi, baik dari sisi konsumsi maupun produksi, masih menunjukkan tren pemulihan.
“Berbagai indikator awal ekonomi kita memang mengonfirmasi bahwa pemulihan ekonomi kita masih bertahan dan cukup kuat,” ungkap Menkeu.
Menkeu juga menjelaskan, dari sisi konsumsi utamanya mobilitas masyarakat melonjak cukup ini. Hal ini terlihat dari Google Mobility Index yang menunjukkan kenaikan hingga 18,5 persen.
BERITA TERKAIT
“Jadi Omicron tidak menyetop kegiatan masyarakat. Itu bagus. Artinya kita sudah mulai ada resiliensi atau ketahanan dari Covid atau dari pandemi yang memang masih berjalan,” jelas Menkeu.
Retail Sales Index juga menunjukkan peningkatan sejalan dengan optimisme dan mobilitas masyarakat. Peningkatan juga didorong dengan meningkatnya persepsi konsumen terhadap ekonomi dengan Indeks Keyakinan Konsumen berada di posisi 113,1.
Sedangkan dari sisi produksi, Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia melanjutkan ekspansi didukung keberlanjutan pemulihan ekonomi yang semakin kuat. Pertumbuhan konsumsi listrik industri sebesar 9,8 persen dan bisnis sebesar 10,2 persen juga menunjukkan kuatnya aktivitas dunia usaha.
Indikator produksi yang lain yaitu impor bahan baku dan barang modal juga tumbuh positif sejalan pulihnya aktivitas ekonomi dalam negeri. Terkonfirmasi, impor bahan baku tumbuh 31,3 persen dan barang modal 26,7 persen.
“Ini semuanya dari sisi produksi maupun dari sisi konsumsi dan optimisme masyarakat itu adalah hal yang positif,” ungkap Menkeu.***

















