• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Transformasi Digital vs Literasi Digital

by Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10
348
VIEWS
Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital
0
SHARES
348
VIEWS

Oleh Danal Meizantaka Daeanza – Assistant Programmer LPPI

Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan. Revolusi internet menjadi kunci sekaligus pusat pada perubahan tersebut. Industri dan hampir semua sektor usaha ikut berubah cepat sebagai akibat dari pesatnya perubahan internet.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Metode kerja konvensional yang selama ini digunakan oleh berbagai industri sebagai perputaran roda usaha mereka mulai berubah sedikit demi sedikit ke arah digital. Tren yang dinamakan Transformasi Digital, merambah Indonesia mulai tahun 2016. Dan beberapa tahun setelahnya Indonesia pun memasuki perkembangan revolusi industri 4.0.

Transformasi digital memiliki pengertian perpindahan proses analog menjadi digital dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi yang dimanfaatkan untuk merevolusi bisnis di antaranya adalah pembelajaran mesin (machine learning), data besar (Big Data) dan internet of things. Percepatan transformasi digital kemudian memuncak setelah Covid-19 yang dimulai pada awal 2020, merebak menjadi pandemi. Mulai saat itu berbagai aspek kehidupan pun mulai tersentuh teknologi digital secara masif.

BERITA TERKAIT

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

The Busyness Trap

Bahkan ketika lampu sorot menerangi Indonesia ketika memimpin G20 sepanjang 2022, dan pertemuan di Bali di akhir tahun 2022 menjadi puncaknya, transformasi digital menjadi salah satu isu penting yang menjadi topik bahasan. “Sebagai Presidensi G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global. Di bawah Presidensi Indonesia, digital economy working group sudah mulai berjalan,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Tidak dinafikan lagi bahwa transformasi digital akan tetap menjadi pembahsan penting dari beberapa tahun ke depan. Khusus Indonesia, setidaknya ada tiga fokus utama transformasi digital yang mesti menjadi perhatian. yaitu kesetaraan akses digital, meningkatkan literasi digital dan lingkungan digital yang aman.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Transformasi digital didorong guna mempercepat pemulihan global, tetapi perlu kita ketahui bersama juga bahwa untuk mendorong transformasi digital juga perlu literasi digital sebagai dasar pengetahuan dalam bertransformasi. Diperlukannya literasi digital agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi terutama dunia digital.

Ekonomi digital, sebagaimana data yang terungkap dalam KTT G20 lalu, mampu menyumbang 15,5 persen PDB global. Ini menandakan terbukanya peluang masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasokan global. Sayangnya belum semua masyarakat Indonesia mengerti betapa pentingnya literasi digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan literasi digital yang perlu dipahami oleh masyarakat digital. Terdapat empat pilar dalam literasi digital versi Kominfo yaitu cakap digital, etika digital, budaya digital dan keamanan digital. Cakap digital berguna agar individu mampu mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat teknologi serta mengoperasikannya dengan baik dan benar, hal ini pun belum tersebar secara merata ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan untuk dibeberapa daerah mereka lebih memilih menggunakan pendekatan yang konvensional ketimbang digital. Sedangkan keamanan digital berguna agar individu dapat mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Keamanan digital menjadi salah satu keharusan pengetahuan dasar bagi masyarakat agar masyarakat tetap aman dalam menggunakan berbagai teknologi digital. Semakin marak menggunakan teknologi digital akan semakin banyak juga kejahatan dalam versi digital.

Tantangan yang harus dihadapi terutama di negara berkembang tentang literasi digital ini adalah arus informasi yang terlalu banyak dan banyaknya konten negatif. Kominfo menargetkan pada tahun 2024 sebanyak 50 juta masyarakat Indonesia telah ter-edukasi tentang literasi digital. Kominfo sebagai garda terdepan telah melakukan literasi digital dengan berbagai mitra dalam memimpin upaya nasional  mempercepat transformasi digital dengan membangun talenta digital Indonesia. Gerakan Nasional Literasi Digital berlangsung di tengah peningkatan pengguna internet di Indonesia.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Berdasarkan hasil riset We Are Social pada Januari 2021, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta. Angka tersebut meningkat sebanyak 37 juta pengguna baru dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 170 juta pengguna aktif media sosial, dan rata-rata mengakses gawai hingga 8 jam, 52 menit setiap hari. Maka dari itu menjadi pekerjaan bersama jika Indonesia mau ber-transformasi digital secara menyeluruh, karena dibutuhkan literasi digital sebagai bekal utama mereka. Bahkan ini bukanlah sebagai pilihan melainkan keharusan agar masyarakat dapat menggunakan teknologi digital dengan bijak.

Bijaklah dalam ber-teknologi. Happy online!

Tags: Kolom LPPITransformasi Digital vs Literasi Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Perluas Akses Pasar UMKM, BRI Kolaborasi dengan SRC

Next Post

Lion Parcel Berhasil Catat Peningkatan Pengiriman Hingga 70% Selama Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Lion Parcel Berhasil Catat Peningkatan Pengiriman Hingga 70% Selama Tahun 2022

Lion Parcel Berhasil Catat Peningkatan Pengiriman Hingga 70% Selama Tahun 2022

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance