JAKARTA, Stabilitas.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin, menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian positif kinerja Pasar Modal Indonesia dan optimistis prestasi tersebut dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi kebijakan yang tepat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2024 yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada hari Selasa.
“Keberhasilan kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak terlepas dari sinergi semua pemangku kepentingan dan lembaga otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui peningkatan kualitas produk dan layanan, serta penguatan ekosistem Pasar Modal Indonesia,” kata Wapres Ma’ruf Amin.
Wapres juga menyampaikan tiga arahan penting untuk memajukan Pasar Modal Indonesia, yaitu meningkatkan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kepada para investor, mengoptimalkan dan mengembangkan potensi pembiayaan melalui Pasar Modal dengan peningkatan literasi masyarakat, serta terus memperluas jejaring dan sinergi pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan perdagangan saham di BEI.
BERITA TERKAIT
Senada dengan Wapres, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan langkah-langkah dan kebijakan yang diperlukan untuk memaksimalkan potensi perekonomian domestik.
“Untuk memaksimalkan potensi domestik yang luar biasa itu, OJK terus berupaya meningkatkan integritas, kredibilitas dan good governance pasar dan seluruh ekosistem Pasar Modal. Langkah itu antara lain dilakukan melalui percepatan penyelesaian pemeriksaan dan pengaturan sanksi terintegrasi untuk lembaga jasa keuangan. Hal penting lain adalah memberikan perlindungan investor dan masyarakat di antaranya dengan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan atau market conduct,” katanya.
Kinerja Pasar Modal Indonesia secara year to date mencatatkan pertumbuhan positif. IHSG per 29 Desember 2023, tumbuh 6,16 persen menjadi 7.272,80 poin, menempatkannya sebagai yang tertinggi kedua di antara bursa ASEAN. Kapitalisasi pasar mencapai Rp11.674 triliun, tumbuh sebesar 22,90 persen.
Sementara ISSI terkoreksi 2,33 persen menjadi 212,64 poin, dengan kapitalisasi pasar Rp6.146 triliun, meningkat 28,41 persen. Jumlah investor di Pasar Saham Indonesia mencapai 12,16 juta, dengan mayoritas dikuasai oleh investor berusia di bawah 40 tahun.
Penghimpunan dana di Pasar Modal melalui Penawaran Umum mencapai Rp255,21 triliun, melebihi target Rp200 triliun. Securities Crowdfunding (SCF) juga bertumbuh, dimanfaatkan oleh 494 pelaku UKM dengan total dana Rp1.043,81 miliar dari 168.068 pemodal melalui 16 platform penyelenggara SCF. Indeks ICBI tumbuh 8,63 persen dari Rp344,85 menjadi Rp374,61.
Penulis: Syahrani

















