Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional melalui penyaluran 5.500 paket perlengkapan sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari aksi serentak BUMN dalam memperingati satu tahun perjalanan Danantara Indonesia sebagai lembaga pengelola investasi negara.
Penyaluran bantuan tersebut difokuskan pada wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, dan Papua Barat Daya. Langkah ini sejalan dengan visi “Satu Danantara” yang menekankan bahwa hasil pengelolaan aset negara harus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa program ini adalah bentuk tanggung jawab perseroan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di daerah-daerah strategis. Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen utama dalam membuka peluang kesuksesan di tengah persaingan global.
BERITA TERKAIT
“BRI turut memperkuat fondasi masa depan generasi Indonesia melalui pemberian 5.500 paket sekolah ini. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi untuk terus belajar dan mewujudkan cita-cita mereka, sehingga mampu menciptakan generasi unggul dari NTT hingga Papua,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).
Partisipasi aktif BRI dalam ekosistem Danantara ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam peringatan satu tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Presiden menekankan pentingnya profesionalisme dan orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara agar setara dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) global.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa tahun pertama lembaga ini difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan. Sinergi dengan BUMN besar seperti BRI menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan investasi negara mulai diarahkan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Dukungan BRI terhadap program pendidikan ini didasari oleh kinerja fundamental perseroan yang tetap kokoh. Hingga akhir tahun lalu, BRI mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,4% dengan rasio CASA yang mencapai 70,6%. Kondisi ini didukung oleh likuiditas nasional yang melimpah, di mana posisi Uang Primer Adjusted nasional tercatat sebesar Rp2.027,32 triliun.
Melimpahnya likuiditas primer dan penguatan struktur permodalan memungkinkan bank seperti BRI untuk terus menjalankan fungsi intermediasi sekaligus melakukan investasi sosial di wilayah-wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan kualitas SDM guna mewujudkan visi Generasi Emas Indonesia. ***
















