• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home ESG

Siasat BNI Menganyam Ekonomi dari Pulau Gersang

by Sandy Romualdus
21 April 2026 - 17:54
29
VIEWS
Siasat BNI Menganyam Ekonomi dari Pulau Gersang
0
SHARES
29
VIEWS

Bagaimana tradisi daun lontar yang turun-temurun dan ekosistem bentukan korporasi mengubah nasib ratusan ibu rumah tangga di Solor, Flores Timur.

Stabilitas.id – Tanah di Pulau Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak selalu ramah untuk bertani. Di wilayah yang masuk dalam peta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) ini, keterbatasan lahan produktif kerap mendikte garis kemiskinan. Namun, di tengah gersangnya lanskap pulau, para perempuan Solor menyimpan modal berharga yang diwariskan lintas generasi: kemahiran jemari mereka menganyam daun lontar.

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bertahun-tahun, tradisi ini berjalan di tempat. Hasil anyaman sekadar menjadi pemenuh kebutuhan domestik atau dijual murah di pasar lokal. Mereka terbentur dinding tebal bernama standar mutu yang rendah, akses pasar yang buta, dan absennya literasi keuangan. Para ibu rumah tangga, yang sejatinya menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, terjebak dalam siklus subsisten.

Titik balik itu mulai di anyam sejak September 2024. Lewat program bertajuk “Menganyam Kebaikan untuk Indonesia”, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencoba mengurai benang kusut tersebut. Tidak berjalan sendiri, bank pelat merah ini menggandeng Yayasan Du Anyam untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

BERITA TERKAIT

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Optimalkan Pemulihan Aset: Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Padang: BNI Gerak Cepat Pasok Air Bersih dan Sembako Pengungsi

Mengatrol Mutu 

Intervensi pertama dimulai dari standarisasi produk. Mengubah kebiasaan menganyam yang “asal jadi” menjadi produk bernilai jual tinggi bukan perkara instan. Pelatihan produksi yang ketat digelar di 13 lokasi di Pulau Solor, menjangkau lebih dari 430 perempuan penganyam.

Hasilnya mulai terlihat pada pertengahan 2026 ini. Sebanyak 79% produk anyaman daun lontar dari Solor kini berhasil menembus kategori kualitas tinggi (high quality). Lonjakan standar mutu ini otomatis membuka keran pasar yang lebih luas, termasuk ceruk pasar premium dan korporasi yang selama ini tidak terjangkau oleh mereka.

“Kami percaya, ketika perempuan berdaya, maka keluarga dan masyarakat di sekitarnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, dalam keterangan resminya.

Okki menegaskan bahwa inisiatif di Solor dirancang sebagai program berkelanjutan jangka panjang, bukan sekadar aksi filantropi sesaat (hit-and-run).

Untuk mendukung keberlanjutan itu, infrastruktur fisik ikut dibenahi. Di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, kini berdiri Rumah Anyam. Bangunan ini berfungsi sebagai pusat pelatihan, standardisasi, sekaligus rumah produksi bersama.

  • Baca juga: Optimalkan Pemulihan Aset: Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Air Bersih dan Pemulihan Gizi

Menariknya, program ini tidak hanya melulu soal melatih jemari menganyam. BNI membaca adanya korelasi kuat antara produktivitas ekonomi perempuan dengan kesejahteraan domestik mereka. Dua masalah utama Solor ditarik dalam satu cetak biru pemberdayaan: krisis air bersih dan stunting.

Sebelumnya, waktu produktif para perempuan Solor banyak tersita hanya untuk mengambil air bersih demi kebutuhan harian. Memotong kompas masalah tersebut, BNI membangun proyek pipanisasi dengan 30 titik kran air bersih yang kini mengaliri 263 kepala keluarga. Waktu yang dulunya habis di jalan untuk memikul air, kini bisa dialokasikan para ibu untuk menganyam di Rumah Anyam.

Di sisi kesehatan, problem gizi buruk yang membayangi generasi masa depan Solor ikut diintervensi. Lewat Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar 98 balita, angka masalah gizi buruk di wilayah intervensi berhasil ditekan hingga 10,20%. Ekonomi yang bergerak mulai linier dengan perbaikan kualitas hidup anak-anak mereka.

Melepas Ketergantungan 

Puncak dari strategi keberlanjutan ini adalah pelembagaan ekonomi. Agar para penganyam tidak terus-menerus bergantung pada asistensi korporasi, BNI memfasilitasi pembentukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Ina Senaren.

Koperasi ini didesain sebagai sekoci komersial yang dikelola langsung oleh para perempuan Solor. Lewat KSU Ina Senaren, mereka belajar mengelola arus kas bisnis, mengorganisasi rantai pasok anyaman, hingga mengakses layanan keuangan formal perbankan.

“Melalui koperasi ini, para perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis dan memperluas akses pasar,” tambah Okki.

  • Baca juga: Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Di bawah payung koperasi, anyaman daun lontar Solor kini bukan lagi sekadar simbol perawat tradisi yang sunyi. Ia telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang baru, membuktikan bahwa kemandirian sosial dan finansial bisa lahir dari lembar-lembar daun lontar yang dirajut dengan manajemen yang presisi. ***

Tags: #BNIESGFlores TimuMenganyam Kebaikan untuk Indonesia'Pemberdayaan PerempuanPerempuan NTTPulau SolorWilayah 3T
 
 
 
 
 
Previous Post

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

Next Post

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Posisi Makanan Halal RI Naik Peringkat Tiga Dunia, BI dan BPJPH Pacu Daya Saing UMKM

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 10:48

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta buka IN2HCC di ISEF 2026, dorong kuliner halal Nusantara naik kelas dan berdaya saing di...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance