• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

(Berharap) Semarak di Tengah Ketidakpastian

by Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00
14
VIEWS
Sentra Kredit Bank Kesejahteraan
0
SHARES
14
VIEWS

Bergantinya tahun selalu menjadi masa datangnya harap-harap cemas, khususnya bagi mereka yang berkecimpung di pasar modal. Tahun depan, para pelaku di pasar modal sudah bisa memprediksi akan adanya ketidakpastian yang akan makin kentara. Terpilihnya Donald J Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru menjadi isu utama yang bisa mempengaruhi perekonomian dunia di tahun 2017. Pun juga di Indonesia.
Meski begitu, kalangan pelaku pasar modal nasional rupanya masih berani berharap adanya dinamika positif yang bakal terjadi di tahun depan. Pasar diperkirakan bakal semarak lantaran terdorong oleh beberapa hal. “Satu hal yang pasti menjadi penggerak (pasar) di tahun 2017 tentu dari dana repatriasi. Ia perlahan bakal mengalir masuk (ke Indonesia) di triwulan I. Syaratnya, diversifikasi produk dalam dollar harus diperbanyak,” ujar Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi, Muhammad Hanif, di Jakarta.
Hingga memasuki masa-masa akhir tahun 2016 ini, menurut Hanif, pihaknya telah banyak sekali melayani Program Amnesti Pajak yang goal-nya adalah memulangkan dana masyarakat Indonesia yang ditempatkan di luar negeri agar kembali masuk ke dalam negeri. Hal itu seiring dengan dipercayanya PT Mandiri Manajemen Investasi oleh pemerintah sebagai salah satu manajemen investasi (MI) yang berperan sebagai pintu masuk (gateway) dalam Program Amnesti Pajak.
Dari sekian banyak investor yang dilayani PT Mandiri Manajemen Investasi, beberapa di antaranya cukup meminati jenis produk berbentuk Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). “Salah satunya (yang diminati investor) ya RDPT. Tapi intinya sih produk-produk dalam valas harus diperbanyak. Karena itu kami sekarang gencar mendorong agar perusahaan mau menerbitkan instrumen dalam valas,” tutur Hanif.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkirakan bahwa bakal ada gelombang besar dana dari Program Amnesti Pajak yang bakal mengguyur pasar modal nasional. Hal itu bakal terjadi meski belum ada rekening dana nasabah (RDN) yang khusus bagi dana repatriasi.
Pada Maret 2017 mendatang, total dana repatriasi yang bakal masuk diperkirakan mencapai Rp100 triliun. Sedangkan melalui instrument obligasi, government bonds (Surat UtangNegara/SUN) hingga surat utang korporasi yang bakal merembes masuk diyakini bakal mencapai Rp300 triliun. “Jadi dengan melihat tren yang ada paling tidak ada sekitar Rp400 triliun yang akan masuk (ke pasar modal Indonesia) dalam dua tahun ke depan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida.
Tak hanya di industri pasar modal, Nurhaida meyakini aliran dana repatriasi yang masuk ke Indonesia bakal juga sama derasnya ke industri perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Karena itu, senada dengan yang disampaikan Hanif, Nurhaida menyebut banyak dan beragamnya jenis produk investasi sangat diperlukan guna dapat menampung kencangnya aliran dana tersebut.
Jika syarat ketersediaan produk penampung tersebut terpenuhi, maka dampak lanjutan yang bakal terjadi menurut Nurhaida adalah terdongkraknya harga saham-saham yang diperdagangkan di lantai bursa Indonesia. Dengan begitu, maka posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan sendirinya juga bakal melejit ke zona hijau. “Jadi tantangannya tinggal seberapa mampu portofolio saham yang ada menampung (aliran dana masuk). Dan tentu dengan banyaknya permintaan, maka harga (saham) akan naik di luar harga wajar,” tutur Nurhaida.

Penny Stock
Guna memperbesar daya tampung pasar modal nasional terhadap aliran dana repatriasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku operator perdagangan pun menempuh beragam cara. Salah satunya adalah dengan bakal direalisasikannya perdagangan untuk saham-saham dengan nominal kecil atau lebih dikenal dengan istilah penny stock. Selama ini, otoritas telah mengatur bahwa saham-saham liliput dengan harga di bawah Rp50 per saham tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler dan hanya diperdagangkan di pasar negosiasi.
Barrier inilah yang bakal dibuka demi menyemarakkan aktivitas perdagangan di trading floor. “Jadi selama perusahaannya masih eksis,bisnisnya masih jalan, akan tetap ada nilainya meski hanya Rp1 per saham,” ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbini.

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Sejauh ini, menurut Hamdi, niatan memperdagangkan saham-saham murah tersebut masih terus dibahas dan dimatangkan di internal BEI. Jika kajian sudah dianggap cukup lengkap dan mendetil hingga ke level teknis, maka usulan tersebut bakal diajukan pada OJK selaku regulator tertinggi industri jasa keuangan nasional. Usulan tersebut bakal diajukan bersama dengan niatan perubahan pengaturan jumlah satuan perdagangan (lot), fraksi harga dan juga biaya administrasi perdagangan.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Dengan begitu, penerapan transaksi saham berharga di bawah Rp50 per saham dapat benar-benar berjalan secara efisien dan sesuai harapan. “Dari seluruh proses itu, kami targetkan penny stock bisa benar-benar dijalankan pada semester pertama tahun depan,” ungkap Hamdi. Dengan juga diperdagangkannya saham-saham murah di pasar reguler, diharapkan ke depan pasar saham bakal semakin likuid dan prospektif.

Dana Pensiun
Tak hanya untuk menampung dana repatriasi, upaya mendongkrak aktifitas transaksi di pasar saham juga dilakukan BEI guna menyambut kebijakan baru investasi di industri dana pensiun (Dapen) untuk portofolio saham. Jika sebelumnya kebijakan industri Dapen hanya membolehkan penempatan dana di saham maksimal sebesar 13 persen, melalui kebijakan baru batasan itu dinaikkan menjadi hingga 30 persen.
Dengan demikian, permintaan pasar atas ketersediaan saham-saham institusi diyakini bakal melonjak signifikan. “Dalam hitungan kami, demam terhadap saham institusi di tahun depan bakal meroket hingga mencapai Rp212 triliun dengan penopangnya diantaranya dari industri Dapen,” ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.
Tak hanya mendongkrak transaksi saham secara langsung, kebijakan baru batasan penempatan dana Dapen tersebut juga diyakini bakal berpengaruh pada portofolio reksadana saham. Dengan proyeksi yang sedemikian positif yang terjadi di pasar saham, BEI pun tak ragu memasang target perolehan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) di sepanjang tahun 2017 mendatang sebanyak 35 emiten baru.
Tak lupa, Tito juga berharap agar pemerintah dapat mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk turut mencatatkan sahamnya di BEI. Tito pun mengingatkan agar perusahaan-perusahaan milik negara itu jangan sampai ketinggalan dalam memanfaatkan kencangnya aliran dana di pasar modal pada tahun depan. “Presiden Joko Widodo sendiri telah menyatakan bahwa ada kebutuhan dana sampai Rp4.900 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan pemerintah hanya sanggup menyediakan Rp1.500 triliun. Jadi pendanaan dari pasar modal memang wajib dimaksimalkan,” tutur Tito.
Langkah mendorong BUMN untuk segera melakukan IPO, lanjut Tito, merupakan solusi yang saling menguntungkan baik bagi pemerintah maupun pengembangan industri pasar modal nasional sendiri. Di satu pihak, pemerintah bakal mendapatkan opsi pendanaan jangka panjang dari masyarakat yang dilibatkan dalam kepemilikan saham BUMN.
Di lain pihak, masuknya BUMN ke pasar modal juga akan semakin meningkatkan kualitas industri pasar modal nasional secara keseluruhan. Simbiosis mutualisme tersebut sudah terbukti pada momen listingnya BUMN-BUMN yang selama ini telah berstatus Terbuka (Tbk). “Kita bisa melihat pada 21 BUMN yang sudah go public. Dividennya naik sampai enam kali sejak IPO. Pendapatan juga naik. Kualitas perusahaan juga membaik karena ada saham publik. Jadi harusnya pemerintah tidak perlu ragu-ragu lagi,” papar Tito.
Dengan sekian banyak proyeksi dan analisis positif yang ada tersebut, Tito pun merasa sangat yakin bahwa kinerja industri pasar modal nasional di tahun 2017 mendatang bakal sangat semarak baik dari sisi permintaan pasar (demand) maupun dari banyaknya ketersediaan (supply) produk investasi yang bisa dipilih.

 
 
 
 
 
Previous Post

Bukukan Modal Inti Tertinggi, CIMB Niaga Pun Masuk ‘Buku 4’

Next Post

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance