• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Pertahankan Kinerja Kinclong Semester I 2026, Bank BSN Gelar Business Review Forum

oleh Sandy Romualdus
19 Juli 2026 - 22:08
21
Dilihat
Pertahankan Kinerja Kinclong Semester I 2026, Bank BSN Gelar Business Review Forum
0
Bagikan
21
Dilihat

Bank BSN menetapkan peta jalan bisnis ekspansif dengan membidik total aset mencapai kisaran Rp87 triliun hingga akhir tahun 2026.

Stabilitas.id – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) langsung tancap gas pasca-resmi beroperasi sebagai entitas mandiri (spin-off). Anak usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang kini berada di bawah ekosistem Danantara ini menetapkan peta jalan bisnis ekspansif dengan membidik total aset mencapai kisaran Rp87 triliun hingga akhir tahun 2026.

  • Baca juga: Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Target optimistis tersebut ditetapkan setelah Bank BSN melesat menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia pada Semester I/2026.

Berdasarkan laporan kinerja teranyar, total aset BSN per Juni 2026 melonjak 20,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp78,8 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp65,6 triliun. Realisasi ini melampaui target paruh pertama 2026 dengan tingkat pencapaian mencapai 100,8%.

BERITA TERKAIT

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menjelaskan kemandirian entitas ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk merespons dinamika pasar secara lebih lincah, sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara.

“Pada tahun 2026, Bank BSN menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas,” ujar Alex di Bandung usai membuka acara Business Review Forum Semester I Tahun 2026 Kamis (16/7).

Pada acara yang berlangsung tanggal 16 dan 17 Juli 2026 tersebut turut mengundang Ignatius Jonan Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 dan Agus Dwi Handaya Managing Director Human Capital Danantara Aset Management masing-masing sebagai expert talk memberikan sharing terkait transformasi bisnis dan SDM.

Intermediasi Tumbuh Agresif

Lompatan aset Bank BSN disokong oleh fungsi intermediasi yang bergerak agresif. Penyaluran pembiayaan perseroan meroket 23,0% YoY menjadi Rp59,6 triliun per Juni 2026, atau telah memenuhi 99,2% dari target semesteran.

Portofolio pembiayaan Bank BSN ditopang kuat oleh sektor perumahan (mortgage exposure) yang mencakup hingga 93% dari total intermediasi. Secara rinci, porsi KPR Subsidi mendominasi sebesar Rp37,19 triliun, disusul KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, dan sektor Non-KPR sebesar Rp0,81 triliun.

  • Baca juga: Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

Di segmen KPR bersubsidi, Bank BSN membidik penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang tahun 2026. Hingga Juni 2026, perseroan telah merealisasikan pembiayaan untuk 27.888 unit KPR FLPP.

Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Juni 2026 terkumpul kokoh sebesar Rp61,6 triliun (tumbuh 11,5% YoY). Pertumbuhan dana murah juga dipacu oleh akselerasi digital melalui aplikasi mobile banking “Bale Syariah by BSN”.

Seluruh lonjakan volume bisnis tersebut memicu torehan laba bersih Bank BSN sebesar Rp444 miiliar pada Semester I/2026, melesat 10,7% YoY dan mencapai 112,2% dari target paruh pertama.

Indikator profitabilitas Bank BSN tercatat menebal, dengan Net Interest Margin (NIM) membaik ke posisi 4,00% (dari 3,72% pada periode sama tahun lalu). Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) juga meroket 89,9% YoY menjadi Rp127,3 miliar.

“Di paruh kedua ini, kami akan fokus mempercepat pengelolaan kualitas aset, mengoptimalkan penagihan, serta memperkuat pencadangan agar ekspansi bisnis tetap berjalan amanah dan prudent,” tegas Alex.

Dukungan Penuh Induk Usaha & Peluang Pasar

Langkah ekspansif Bank BSN di tengah gejolak ekonomi global, disrupsi geopolitik, hingga ketatnya persaingan industri tekfin ini mendapat sokongan penuh dari sang induk usaha, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan komitmen seriusnya untuk memastikan anak usahanya tersebut tumbuh besar di jalur (track) yang tepat.

Nixon mengibaratkan kehadiran Bank BSN bagai seorang anak yang berhasil dilahirkan ke dunia, dan kini siap diajak bergerak menjadi dewasa untuk berkolaborasi erat dengan ekosistem mitra demi memberikan pelayanan syariah terbaik di tanah air.

  • Baca juga: Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Dengan ceruk pasar syariah domestik yang masih sangat luas, Bank BSN yang kini telah menjelma sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia optimistis mampu mengisi ruang kosong (gap) pasar syariah yang belum tergarap optimal.

Melalui sinergi kuat bersama induk usaha dan para pemangku kepentingan, Bank BSN berkomitmen untuk terus memperkuat pertumbuhan ekosistem syariah nasional sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai mortgage bank syariah terkemuka yang terpercaya dan berkelanjutan.***

Tags: Aset Bank BSNBank BSNKPR BSN
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BNI Perkuat Tata Kelola, Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud

Selanjutnya

Cara Lucy Emilda Memperluas Pasar Cheese Stick BUNCY Lewat Pendampingan BRI Peduli

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 17:13

Bank BSN sukses mencetak lonjakan laba 36,72% menjadi Rp721 miliar per Agustus 2026 berkat keberhasilan memitigasi risiko agresivitas pembiayaan melalui...

BSI dan Jejak ESG: Membawa Syariah ke Panggung Keuangan Berkelanjutan

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

BSI menggandeng entitas bisnis Muhammadiyah, Mentari Bayt Coin, guna memperluas ekosistem investasi emas safe haven berbekal integrasi tata kelola digital....

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:44

BRI Wealth Management dan Syailendra Capital menggelar Sharia Wealth Forum 2026 guna menawarkan strategi diversifikasi portofolio lewat instrumen investasi syariah....

Aset & Pendapatan CNAF 2024 Tumbuh Melesat, Deviden Ditetapkan 50% dari Laba Rp464,35 Miliar

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 10:23

Menghadapi tingginya NPL UMKM nasional, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memperketat tata kelola underwriting guna mengawal lonjakan pembiayaan Rp1,27 triliun....

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:47

KB Bank mencatatkan pertumbuhan total aset 12,71% yoy menjadi Rp86,11 triliun dan lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 54,44% pada...

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 08:34

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Pasarraya Kuta Bali pada 17 September 2026 akibat kegagalan pemegang saham dalam menyelesaikan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

Strategi Lindung Nilai Nasabah Tajir: Maybank dan Allianz Tawarkan Akses Investasi Dolar AS Multi-Style

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Cara Lucy Emilda Memperluas Pasar Cheese Stick BUNCY Lewat Pendampingan BRI Peduli

Cara Lucy Emilda Memperluas Pasar Cheese Stick BUNCY Lewat Pendampingan BRI Peduli

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance