Bank Danamon mencatat pertumbuhan kredit dan deposito positif sepanjang 2026, ditopang KPR yang melesat hampir 5 persen melawan tren industri
Stabilitas.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan pertumbuhan solid pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sepanjang tahun berjalan 2026. Manajemen perseroan menilai realisasi ekspansi ini menjadi bukti nyata bahwa aktivitas ekonomi riil Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah sentimen ketidakpastian global.
Presiden Direktur Bank Danamon Nobuya Kawasaki menyatakan pertumbuhan kredit dan simpanan nasabah terjadi merata di hampir seluruh portofolio pembiayaan bank.
“Kami melihat pertumbuhan yang kuat baik dari sisi kredit maupun deposito. Jadi, meskipun banyak pemberitaan di media, kami merasakan bahwa ekonomi riil sebenarnya masih cukup kuat dan kami melihatnya secara langsung di lapangan,” ujar Nobuya dalam acara Exclusive Media Gathering di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
BERITA TERKAIT
Nobuya menambahkan, permintaan pembiayaan tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu saja.
“Saya tidak bisa mengatakan sektor mana yang kuat dan mana yang lemah, karena kami melihat pertumbuhan yang relatif sama kuatnya di sebagian besar sektor,” tuturnya.
Kinerja positif terlihat pada lini Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Penyaluran KPR Danamon mampu tumbuh hampir 5 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd). Capaian ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang mencatatkan penurunan pencairan KPR sekitar 25 hingga 30 persen ytd.
“Kredit KPR juga tumbuh dan kualitasnya tetap terjaga pada tingkat yang sangat sehat,” ucap Nobuya.
Untuk mempertahankan pertumbuhan KPR, Danamon mempererat kerja sama dengan mitra pengembang properti. Bank membidik nasabah kelas menengah-atas dengan nilai pengajuan kredit di atas Rp1,5 miliar yang memiliki daya beli stabil.
Di segmen usaha kecil dan menengah (UKM), Danamon mengandalkan pembiayaan berbasis rantai pasok ekosistem bisnis guna memitigasi risiko kredit.
“Jika ekosistemnya kuat, maka para UKM yang berada di dalam ekosistem tersebut juga tumbuh bersama ekosistem yang sehat. Dengan kondisi seperti itu, saya yakin kami dapat mengambil lebih banyak risiko dan meningkatkan portofolio SME,” kata Nobuya.
Danamon mengoptimalkan sinergi lintas lini bisnis, mulai dari korporasi besar, konsumer, KPR, hingga anak usahanya, Adira Finance, untuk menangkap peluang dari belanja pemerintah.
Terkait kebijakan pemerintah mendorong kepemilikan rekening bagi warga berusia 17 tahun ke atas, Nobuya menilai langkah tersebut justru memperluas pangsa pasar industri perbankan swasta.
“Jika semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki pengalaman menggunakan layanan perbankan dan mendapatkan manfaat dari perbankan, hal itu tidak serta-merta akan mengurangi pasar bank swasta. Saya justru melihat keseluruhan ukuran pasar akan semakin besar,” pungkasnya.

















