• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Banyak BPR Kolaps Karena Curang

by Sandy Romualdus
6 Desember 2011 - 00:00
23
VIEWS
Banyak BPR Kolaps Karena Curang
0
SHARES
23
VIEWS

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat sejak Oktober 2011 hingga Oktober 2011, sebanyak 24 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bangkrut dan terpaksa harus dilkuidiasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Adapun faktor penting yang mempengaruhi kebangkrutan BPR adalah kecurangan yang dilakukan oleh pemilik bank.

"Salah satu faktor penting yang buat BPR sakit dan ditutup adalah berhubungan dengan kelakuan pemiliknya. Paling banyak begitu dan memang ini godaan yang sangat sulit di masyarakat kita," ujar Gubernur BI Darmin Nasution saat memberikan sambutan dalam peluncuran Buku Generic Model Apex BPR dan Buku Model Bisnis BPR di Gedung BI, Jakarta, Senin (5/12).

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Selain itu, Darmin juga mengatakan bahwa, pemilik BPR memiliki tekanan moral dan subjektivitas untuk memberikan pinjaman kepada pihak yang sebetulnya tidak layak. Kredit yang tidak layak ini, akhirnya mendatangkan kredit layak. Sehingga pemilik bank kemudian mulai menciptakan kredit fiktif. "Dana fiktif diciptakan itu adalah awal bencaa BPR," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Untuk mengatisipasi hal tersebut, BI bekerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbianda) dan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) membuat buku "Generic Model Apex BPR dan Buku Model Bisnis BPR. Buku Generic Model Apex berisi pedoman umum dalam menginisiasi pembentukan dan pelaksanaan operasional Apex BPR. Sedangkan buku Model Bisnis BPR berisi pedoman bagi pengelolaan bisnis BPR yang sehat dan berkesinambungan. "Itu sebabnya kita buat buku pintar yang isinya bagaimana mulai buat BPR yg sederhana saja. Kita tidak ingin belum apa-apa over wxposurenya terlalu mahal," ujar Darmin.

Kebutuhan usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap kredit modl kerja belum secara optimal digarap perbankan. Oleh karena itu guna meningkatkan layanan perbankan diperlukan sinergi antara bank umum dan BPR dalam memberikan kredit, melalui kerjasama Apex BPR.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Darmin menuturkan bank apex atau bank pengayom ini diperlukan untuk memberikan bantuan jika terjadi ketidakcocokan (missmatch) dalam bisnis dan pemberian kredit UMKM oleh BPR, "Bank pengayom kita perlukan karena kalau BPR ini mulai berbisnis beri kredit UMKM akan ada missmatch, yang belum tentu karena kesalahan, tapi karena satu dan lain hal. Sehingga diperlukan bank pengayom," tutur Darmin.

Saat ini, telah ada empat Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang mengukuhkan menjadi apex BPR, yakni Bank Jatim, Bank Nagari, bank Riau Kepri dan BPD Kalimantan Selatan. Darmin berharap langkah dari keempat bank tersebut menjadi inspirasi bagi bank daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Untuk menggenjot hal tersebut, Darmin menuturkan BI berencana untuk memberikan insentif terhadap bak yang menjai apex bank. "Rumus kerjasama paling sederhana dan benar adalah saling menguntungkan. kalau hanya satu pihak yang untung, tidak ada yang langgeng," ujarnya.

Ketua DPP Perbarindo, Joko Suyanto menuturkan, ditengah persaingan yang ketat, kemitraan dengan BPD adalah salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing dan pelayanan nasabah. Adanya kerjasama ini, lanjut Joko, dapat membangun hubungan bisnis yang menguntungkan sehingga dapat menjamin kelangsungan bisnis keduanya untuk melayani wilayah dan masyarakat yang belum terlayani dalam hal perbankan. "Apex bukan hanya bermakana pada pulling of fund, kerjasama pembiayaan atau fungsi lainnya, tapi lebih bermakna lagi karena dengan adanya Apex, BPR merasa miliki induk yang mengayomi dan terhubung dengan industri perbankan secara nasional," ujar Joko

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Sementara itu, Ketua Asbanda, Winny Erwinda menututurkan fungsi utama Apex BPR adalah membantu BPR mengatasi kesulitan likuiditas dan kerjasama pembiayaan melalui linkage program. Menurutnya, yang terpenting adalah peran serta Pemda dalam pengembangannya. "Pemda banyak telah sampaikan komitmen untuk tingkatkan modal, namun ada beberapa kendala terkait penambahan setoran modal khususnya dukungan legislatif, meknaismenya panjang," jelas Winny.

Berdasarkan Data BI, saat ini terdapat 1683 BPR dengan 4122 jaringan kantor. Total aset per Oktober sebesar Rp 53, 53 triliun, kredit Rp 40,26 triliun dan simpanan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 36, 56 triliun.

 
 
 
 
 
Previous Post

Beli KFC dengan Kartu Debit-Kredit Bank Mandiri

Next Post

2015, Indonesia Bebas Subsidi BBM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tekan NPL, Mandiri Restrukturisasi Kredit 144,5 Juta Dollar AS

Bank Mandiri Gelar Produk Mitra Binaan di Mall

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance