• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Gagal Moral

by Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00
15
VIEWS
0
SHARES
15
VIEWS

PROGRAM sudah lewat sekilas mirip acara di televisi yang menawarkan properti miliaran, dengan menyebut harganya sangat murah jika dibandingkan Tax Amnesty periode pertama yang dengan nilai lokasi strategisnya. Kemudian di ujung acara, host biasanya berkata, “Senin, harga naik.” Atau mirip pusat perbelanjaan yang menawarkan ‘diskon gila-gilaan di bulan promosi’, yang menggarisbawahi penawarannya hanya untuk bulan ini.

Karena tawaran diskon gila-gilaan di tambah ‘ancaman’ “Senin harga naik”, masyarakat pun berbondong-bondong membeli barang-barang yang ditawarkan dengan dua alasan itu, karena diskon dan karena nantinya harga naik.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Fenomena munculnya puluhan konglomerat yang berturut-turut mendatangi Kantor Pajak untuk melaporkan asetnya dan membayar tunggakan pajaknya, tidak bisa dilepaskan dari alasan diskon gila-gilaan dan “Senin harga naik”.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Sebut saja, pengusaha kakap James Riyadi, bos Lippo Grup bersama saudara iparnya Dato Sri Tahir pendiri Grup Mayapada. Atau Aburizal Bakrie, bos kelompok usaha Bakrie, Arifn Panigoro, Bos Medco, dan Anthony Salim, dari BCA. Bersama sederet nama konglomerat beken lainnya, mereka mendatangi Kantor Pajak untuk mengikuti program pemerintah yaitu ungkap, tebus, lega.

Mereka –jika tidak mau dibilang semua, sangat percaya diri, menebar senyum di bawah kilatan lampu media, saat melaporkan kekayaan mereka yang selama ini tidak dilaporkan. Akan tetapi, kalau kita mau berpikir jernih, mereka ini sesungguhnya adalah para pengemplang pajak kakap yang selama ini menyembunyikan hartanya untuk menghindari setoran wajib kepada negara. Lha kok malah mendapat sambutan sedemikian rupa.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, di sisi lain, pun juga tak kalah girang menyambut konglomerat tersebut sambil membayangkan jumlah rupiah yang mengikuti di belakang pengusaha-pengusaha tersebut. Para pengemplang pajak disambut seolah-seolah berjasa kepada negara.

Kita, orang Indonesia, memang acapkali gagal membedakan pihak yang memang merugikan negara dan berjasa kepada negara. Hal-hal semacam itu, oleh sebagian teman saya disebut sebagai gagal moral. Peristiwa lain, mungkin bisa menjadi perbandingan yang jelas mengenai gagal moral itu. Buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang juga mantan Presiden Komisaris PT Bank Modern, Tbk, Samadikun Hartono tertangkap oleh aparat negara kita di luar negeri.

Ketika dipulangkan ke Indonesia dan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis 21 April 2016 malam, tidak kurang dari Kepala Intel Negara dan juga Jaksa Agus turut menyambut buronan itu. Bahkan dia sempat melambai-lambaikan tangan kepada awak media yang menunggunya, dan bersalaman hangat dengan dua petinggi negara.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Tampaknya kita memang harus mulai dari nol lagi menilai diri kita sebagai bagian dari masyarakat yang beradab dan bermoral, yang mampu mendudukkan persoalan pada tempatnya. Karena sifat masyarakat yang paternalistik, maka perubahan itu harus dimulai dari para pengelola negara. Para pejabat harus bisa membedakan mana orang yang memang merugikan negara dan mana berjasa kepada negara. Sehingga perlakuannya pun bisa sesuai. Saat ini pemerintah mungkin sedang terancam gagal fskal, tapi jangan sampai terbenam oleh gagal moral.  

***

 
 
 
 
 
Previous Post

Tangan Dingin Seorang Indra Nooyi

Next Post

FWD Luncurkan Asuransi Jiwa Syariah Berbasis Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

FWD Luncurkan Asuransi Jiwa Syariah Berbasis Digital

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance