• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Tangan Dingin Seorang Indra Nooyi

by Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00
209
VIEWS
0
SHARES
209
VIEWS

“LAKUKAN tugas-tugas berat. Tidak ada yang akan melihat kerja keras Anda jika Anda melakukan tugas-tugas kecil. Tantang diri Anda untuk melakukan tugas berat dan menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan orang lain,” begitu pesan Indra Nooyi, CEO PepsiCo di hadapan para siswa Stanford Graduate School of Business, Amerika Serikat.

Di hadapan para calon pebisnis dan pengelola perusahaan itu dia melanjutkan bahwa itulah cara menjadi pemimpin yang dipercaya dalam organisasi. “Jangan pernah berhenti belajar, baik Anda seorang lulusan baru atau CEO. Belajar bukan berarti Anda lemah, malahan pemimpin-pemimpin terkuat adalah mereka yang mau belajar seumur hidupnya.”

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Perempuan bernama lengkap Indra Krishnamurty Nooyi kelahiran Madras, India 28 Oktober 1955 adalah Chairman dan CEO PepsiCo, perusahaan makanan dan minuman besar dunia. Beberapa unit usaha Pepsi yaitu Quaker, Pepsi-Cola, Tropicana, dan Gatorade, dan membuat makanan kemasan di 200 negara. Dengan pendapatan 60 miliar dolar AS, Pepsi Co mempekerjakan 285 ribu orang di seluruh dunia.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Perempuan berdarah Tamil, yang kini menjadi warga negara Amerika Serikat, merupakan arsitek utama dari strategi pertumbuhan PepsiCo. Ia menjabat sebagai Chairman dan CEO pada 1 Oktober 2006. Dia merancang strategi global perusahaan lebih dari satu dekade dan memimpin restrukturisasi, termasuk divestasi restoran YUM! menjadi sukses, akuisisi Tropicana dan merger dengan Quaker Oats.

Majalah Fortune menempatkan ibu beranak dua ini di rangking pertama dari 50 most powerful women in business. Dia mengalahkan para eksekutif bisnis wanita berpengaruh lainnya di Amerika Serikat.

Awal kepemimpinannya, saham Pepsi memang sempat turun 1 persen. Bahkan banyak analis yang menilai saham Pepsi masih terlalu murah, hanya 10 dolar AS, tidak sebanding dengan kinerja perusahaan yang kinclong. Namun belakangan Indra Nooyi berhasil menggenjot omzet perusahaan melalui berbagai produk baru yang serba sehat, meliputi produk berisi buah, susu dan tanaman pangan lain. Hasilnya, omzet perusahaan ikonik AS ini melonjak 72 persen dengan laba yang naik dua kali lipat.

Penentu Strategi Pepsi

Sebelum menjadi CEO PepsiCo, Indra Nooyi adalah Presiden dan Chief Financial Offcer (CFO) mulai 2001 di perusahaan yang sama. Ia bertanggung jawab mulai dari keuangan, strategi, proses bisnis, platform perusahaan dan inovasi.

Namun sesungguhnya perjuangan Indra mencapai karier seperti sekarang ini terbilang luar biasa. Tumbuh di kalangan kelas menengah, ia mendobrak aturan konservatif yang dianut keluarganya. Lihat saja kiprahnya, bergabung dengan tim kriket wanita. Bahkan dia juga bermain gitar dalam band-nya yang semuanya wanita pada saat belajar di Madras Christian College.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Setelah mendapatkan gelar sarjananya dalam bidang kimia, fsika, dan matematika, ia melanjutkan mendaftar di Indian Institute of Management di Calcutta.
Mengawali kariernya di India, Indra sempat bekerja di perusahaan Johnson & Johnson dan perusahaan tekstil Mettur Beardsell. Kemudian, ia hijrah ke AS untuk belajar, dan diterima di Yale University Graduate School of Management, New Haven di bidang Public and Private Management. Yang mengejutkan, orang tuanya setuju dan membiarkan dia pindah ke Amerika. 
Padahal, pada 1978, tidak pernah terdengar bahwa seorang gadis India terbang jauh menuntut ilmu ke negeri seberang.

Di negeri Paman Sam, awalnya Nooyi bekerja di perusahan konsultan bergengsi, Boston Consulting Group pada 1980, dan berbagai proyek perusahaan internasional. Dia juga sempat bekerja di Motorola pada 1986 dan menjadi eksekutif senior di sana. Pada 1990, dia bergabung dengan Asea Brown Boveri Inc (ABB), sebuah perusahaan Swedia yang berfokus pada manufaktur peralatan industri dan pembangkit listrik di seluruh dunia.

Dia menjabat sebagai wakil presiden senior dan direktur strategi perusahaan dan pemasaran strategis. Indra menangani divisi perusahaan ABB dan memimpin program pembangunan yang memberikan perusahaan keunggulan di Amerika Utara.

Pada 1994, merupakan awal dari karier gemilang Indra. CEO General Electric (GE) Jack Welch meminta dia untuk bergabung di GE. Namun, sesaat sebelum dia menerima tawaran tersebut, Wayne Calloway, CEO PepsiCo dan Anggota Dewan GE sebelumnya, mengajukan penawaran ke Indra terlebih dahulu. “Jack Welch adalah CEO terbaik yang saya tahu, dan GE mungkin adalah perusahaan terbaik” tutur Indra.

Pada 16 Agustus 2006, CEO PepsiCo Steve Reinemund mengumumkan pensiun dini dan menunjuk dia untuk menggantikan posisinya, dan menjadikan Indra sebagai wanita pertama yang memimpin perusahaan saingan CocaCola, dan CEO ke-5 di PepsiCo. Dengan pengalaman yang luas dan keinginan untuk mempromosikan perubahan dalam bisnis, dia meluncurkan visinya dalam motto PepsiCo “Performance with Purpose”. selama kariernya, dia telah mengambil langkah-langkah untuk membuat PepsiCo lebih sadar akan kesehatan dengan menambahkan merek sehat melalui akuisisi beberapa produk.

Di tangan Indra Nooyi, Pepsi berhasil melakukan restrukturisasi besarbesaran. Ia menjadi penentu strategi utama Pepsi. Ia bukan sekedar mendesak PepsiCo membangun kembali identitas dan aset, namun ia juga berpengaruh dalam sejumlah keputusan penting. Ia negosiator ulung dengan membuat kesepakatan tingkat tinggi. Pepsi lalu memutuskan untuk memisahkan divisi restorannya pada 1997, dan membuat KFC, Pizza Hut dan Taco Bell menjadi
perusahaan terpisah.

Ia juga menjadi kepala deal maker untuk dua akuisisi penting yaitu membeli perusahaan jus jeruk Tropicana sebesar 3,3 miliar dolar AS pada 1998 dan Quaker Oats sebesar 14 miliar dolar AS. Nooyi juga lah yang menghadirkan Gatorade, minuman energi di bawah PepsiCo. Pada 2006, dia menjadi CEO PepsiCo kelima di sepanjang sejarah perusahan itu.

  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Di balik kesuksesannya, Indra Nooyi tetap menjadi seorang wanita India yang berhasil memadukan antara kerja keras yang luar biasa dengan ketenangan, dengan tetap menjalankan perannya sebagai seorang ibu dan istri yang bertanggung jawab. Apakah sulit untuk menjadi seorang ibu sekaligus wanita karier? Nooyi mengakui hal tersebut sangat sulit, “Anda dapat menghindari kenyataan bahwa Anda adalah seorang wanita karier, akan tetapi Anda tidak akan dapat mmenghindari fakta bahwa Anda adalah seorang ibu. Dalam menjalankan peran sebagi ibu dan wanita karier, peran sebagai ibu selalu menjadi nomor satu.”  

***

Tags: Indra Nooyi,CEO PepsiCo
 
 
 
 
 
Previous Post

Batu Pertama Holding Perhotelan

Next Post

Gagal Moral

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

FWD Luncurkan Asuransi Jiwa Syariah Berbasis Digital

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance