• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

AFTECH Dukung Target Inklusi Keuangan Naik 15 Persen

by Stella Gracia
29 Januari 2019 - 00:00
12
VIEWS
AFTECH Dukung Target Inklusi Keuangan Naik 15 Persen
0
SHARES
12
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas—Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Kuseryansah menyatakan pihaknya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini diungkapkannya saat membuka acaraFintech Talk yang berkolaborasi dengan beberapa perusahaan fintech Indonesia di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Dalam paparannya, Kus, sapaan akrab Kuseryansah mengatakan saat ini pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan inklusi keuangan sebesar 75 persen dari tahun 2018 yang tumbuh sebesar 60 persen.

  • Baca juga: Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

“Untuk hasil dari 2018 belum keluar dari world bank tapi kita perkirakan 60 persen. Jadi tahun ini targetnya naik 15 persen dari tahun lalu,”kata Kus.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Kus menambahkan, tingkat inklusi keuangan di Indonesia masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara lain seperti China dan India yang masing-masing tumbuh sekitar 90 persen dan 89 persen.

“Dengan keadaan seperti sekarang 15 persen setahun mungkin agak sulit,”tambahnya.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum paham terhadap peranan fintech, salah satunya sebagai pendorong inklusi keuangan. Padahal, kehadiran fintech dapat membantu masyarakat yang dikategorikan sebagai unbanked untuk memperoleh alternatif Iayanan keuangan. Kehadiran fintech pun dapat dilihat sebagai upaya dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan.

  • Baca juga: Buka Akses Modal Mini: OJK Rancang Regulasi Aset Riil Tertokenisasi dan Stablecoin

AFTECH dan perusahaan fintech percaya mampu turut serta menyukseskan program ink/usi keuangan pemerintah karena industri fintech memberikan akses keuangan kepada segmen retail dan UMKM melalui berbagai Iayanan dan produk keuangan berbasis teknologi.

“Dukungan teknologi memungkinkan perusahaan-perusahaan fintech dapat menjangkau masyarakat luas hingga yang hidup di kota kecil atau pelosok desa.”pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Felix Arnold mengharapkan agar inovasi yang dibawa oleh perusahaan fintech dapat mewujudkan inklusi keuangan.

“Angka 15 persen mungkin angka kecil, tapi itu sulit. Coba bayangkan jika inklusi keuangan kita tidak dibarengi dengan literasi keuangan kepada masyarakat. Itu juga sebuah hambatan.”kata dia.

  • Baca juga: Insentif Likuiditas Tembus Rp461 Triliun: BI Guyur Kredit Perumahan Rp68 Triliun Serap 500 Ribu Pekerja

Dirinya mengundang para inovator untuk mencatatkan perusahaannya ke OJK agar dapat diawasi dan didukung sepenuhnya.

“OJK sudah keluarkan POJK yang diterbitkan tahun lalu tentang keuangan digital, maka kami undang silakan catatkan diri ke OJK,” harap Felix.

Tags: AFTECH,Fintech
 
 
 
 
 
Previous Post

BPJS Ketenagakerjaan Permudah Pelayanan Lewat Online

Next Post

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan IV Terkendali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Dorong Pembiayaan Infrastruktur Melalui Sukuk

Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

by Sandy Romualdus
10 Oktober 2026 - 23:46

OJK mencabut izin usaha PT Porto Ventura Kapital di SCBD Jakarta Selatan usai perseroan gagal memulihkan kinerja keuangan pada masa...

Buka Akses Modal Mini: OJK Rancang Regulasi Aset Riil Tertokenisasi dan Stablecoin

Buka Akses Modal Mini: OJK Rancang Regulasi Aset Riil Tertokenisasi dan Stablecoin

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:02

OJK mulai menyusun regulasi tokenisasi aset riil berbasis blockchain agar masyarakat dapat berinvestasi SBN dan emas mulai Rp10 ribu. Stabilitas.id...

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Insentif Likuiditas Tembus Rp461 Triliun: BI Guyur Kredit Perumahan Rp68 Triliun Serap 500 Ribu Pekerja

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 11:59

BI menyalurkan insentif likuiditas KLM Rp461 triliun hingga Oktober 2026, memicu kredit perumahan Rp68 triliun dan membuka 500 ribu lapangan...

Stabilitas dalam Tekanan, OJK Waspadai Risiko Fintech & Geopolitik

Jaga Keseimbangan Bisnis PVML: OJK Perketat Pagar Pembatas Industri Finansial

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 10:35

OJK perketat aturan industri PVML per Agustus 2026. Laba pergadaian capai Rp8,57 triliun, kredit kendaraan listrik melejit, dan revisi regulasi...

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:22

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengajak bank sentral regional memperkuat tata kelola AI dan konektivitas pembayaran pada KTT SEACEN...

Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 08:08

Total penyaluran kredit UMKM sukses menembus Rp1.949 triliun. OJK merilis laporan semesteran guna memperkuat landasan kebijakan ekonomi berbasis data. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

Lebih dari Lima Tahun Bermitra: BNI Pertegas Dukungan Jangka Panjang Bulu Tangkis Indonesia Menuju LA 2028

Sambut MotoGP Mandalika: BNI Tebar Promo Cashback dan Permudah Transaksi via Wondr

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
OJK dan LPS Tingkatkan Kerjasama dan Koordinasi

OJK dan LPS Tingkatkan Kerjasama dan Koordinasi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance