• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

BI Dorong Penguatan Modal BPD

oleh Sandy Romualdus
28 Juli 2013 - 19:14
8
Dilihat
BI Dorong Penguatan Modal BPD
0
Bagikan
8
Dilihat

Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus mendorong bank-bank pembangunan daerah (BPD) memperkuat permodalan guna memperkuat daya saing.  Saat ini kompetisi antar bank sudah semakin ketat apa lagi Indonesia siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN 2015. 

“Permodalan yang kuat diperlukan karena persaingan ke depan tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga tingkat regional,” papar Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam diskusi bertajuk Diskusi “Kiprah Bank Milik Pemda di Kancah Nasional” di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Sabtu (27/7).

Dia mengugkapkan, saat ini ada tiga bank BPD yang memiliki permodalan yang cukup kuat yakni Bank Jabar Banten (BJB), Bank Jatim dan Bank DKI.  Ketiga bank ini memiliki permodalan senilai menimum Rp 2 triliun sementara BPD-BPD yang lain memiliki permodalan 1 triliun ada 3 bank dan sisanya permodalan masih di bawah 1 triliun.  “Bank-bank pembangunan daerah bisa leluasa tumbuh dan aktif menyalurkan kredit jika permodalan mencapai Rp 5 triliun,” katanya.

BERITA TERKAIT

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

Cek Dompet Anda! Ini Daftar Rupiah Lama yang Segera Tak Laku dan Batas Waktu Tukarnya

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

Dijelaskan dia, BPD memang memiliki peran strategis karena didirikan dengan tujuan menyediakan pembiayaan bagi usaha-usaha pelaksanaan pembangunan daerah dalam rangka mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.  Fungsi utama BPD adalah agen pembangunan di daerah.  “Oleh karena BPD melakukan penyaluran pembiayaan ke sektor riil yang produktif guna menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.

BI mencatat, sampai dengan Mei 2013, total aset perbankan nasional mencapai Rp4.418,7 triliun.  Sampai dengan Mei 2013, total aset perbankan nasional mencapai Rp4.418,7 triliun. Sementara total aset kelompok BPD mencapai Rp405,3 triliun atau memiliki porsi sebesar 9,2% dari total aset perbankan nasional. Porsi kelompok BPD tersebut mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir walaupun relatif lambat.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan pemerintah provinsi Jawa Barat berkomitmen kuat untuk memperkuat permodalan BJB.  Penguatan modal bisa dilakukan melalui berbagai cara seperti penerbitan saham baru (right issue), penerbitan surat utang (obligasi), penyisihan laba (laba ditahan) atau pemprov Jabar membeli saham yang beredar di publik. 

“BJB sendiri merupakan BPD pertama yang telah menjadi  perusahaan publik sehingga penguatan modal dilakukan dengan cara aturan perusahaan yang berlaku di pasar modal.  Pada 2010 Pemprov Jabar telah menyuntik modal sebesar Rp 206 miliar guna mendorong ekspansi perseroan,” ungkap Komisaris Utama BJB ini.

Selaku pemegang saham Pemprov, lanjut dia,  pihaknya akan mendorong BJB meningkatkan kualitas IT dan SDM agar ke depan semakin mampu bersaing dengan bank-bank lain.  Dia mengungkapkan, BJB tahun ini menambah 2.000 orang guna memperkuat SDM yang dimiliki guna mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan.  Sementara dari segi IT infrastruktur akan ditingkatkan berupa penyediaan mesin ATM dan memperlancar jaringan perbankan.

Dia menambahkan, Pemprov mengharapkan Direksi Bank BJB bisa meningkatkan kinerja perseroan tahun ini dengan menargetkan  laba Rp1,6 triliun.  Jumlah tersebut meningkat 33,3 persen dibandingkan perolehan diperiode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun.

Target ini, kata Ahmad, bukan tidak mungkin dicapai mengingat setiap tahunnya laba Bank BJB terus meningkat dari hanya ratusan miliar hingga bisa menyentuh triliunan.  Hal ini,  juga diikuti dengan kinerja sahamnya di pasar modal. Sejak pertama kali melantai di pasar modal saham Bank BJB terus melonjak dari pertama kali dicatatkan Rp600, saat ini sudah mencapai sekita Rp1.100-Rp1.200.

Direktur Kepatuhan, Direktur Kepatuhan dan Manejemen Risiko BJB, Zainal Arifin menyatakan saat rasio kecukupan modal (CAR) BJB mencapai 16 persen  dan ini merupakan tingkat CAR yang amat sehat.  Manejemen akan meminta pemegang saham untuk memperkuat permodalan BJB guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan bisnis ke depan.  Berbagai pilihan yang akan dilakukan untuk perkuatan modal yakni penerbitan saham baru dan menyisihkan laba perseroan (laba ditahan).

BJB, kata Zainal, juga akan terus mengurangi rasio kredit bermasalah (NPL) dimana saat ini NPL net mencapai 2,3 persen.  “Angka ini jauh lebih baik dibandingkan pencapaian sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 3 persen.”  Target NPL pada tahun ini akan mencapai 1,9-2,1 persen guna mendorong BJB semakin sehat dalam keuangannya.

Secara umum, katanya, BJB ingin mewujudkan cita-cita sebagai BPD regional champion atau menjadi BPD yang mampu bersaing dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).  Strategi yang dilakukan yakni dengan memperkuat kredit sektor produktif terutama pembiayaan mikro dan komersial. 

“Saat ini porsi kredit produktif mencapai 30 persen dan kredit konsumtif mencapai 70 persen dan angka ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum go publik dimana 90 persen kredit konsumtif dan 10 persen kredit produktif,” pungkas Zainal.

 
 
 
 
Sebelumnya

Bankir yang Berhasil Banting Setir

Selanjutnya

CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp2,13 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Strategi Menjaga ‘Cash Flow’, Maybank Indonesia Berbagi Tips Evaluasi Keuangan Tengah Tahun

Strategi Menjaga ‘Cash Flow’, Maybank Indonesia Berbagi Tips Evaluasi Keuangan Tengah Tahun

oleh Stella Gracia
11 Mei 2026 - 11:24

Stabilitas.id – Memasuki kuartal II/2026, dinamika ekonomi yang fluktuatif menuntut masyarakat untuk lebih jeli dalam memantau kesehatan finansial. Maybank Indonesia...

Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bunga Kredit Perbankan Maret 2026 Melandai ke 8,76%, OJK Prediksi Tren Berlanjut

oleh Stella Gracia
11 Mei 2026 - 11:22

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren penurunan suku bunga kredit perbankan nasional masih akan berlanjut. Hal ini didorong...

Putus Kontraktor Penagihan, Indosaku Jalankan Sanksi OJK dan Perketat QC Internal

Putus Kontraktor Penagihan, Indosaku Jalankan Sanksi OJK dan Perketat QC Internal

oleh Stella Gracia
11 Mei 2026 - 11:17

Stabilitas.id – PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) resmi memutus kontrak kerja sama dengan vendor penagihan PT Teknologi Internasional Nusantara (PT...

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

oleh Sandy Romualdus
9 Mei 2026 - 00:28

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Tiga penandatanganan nota kesepahaman...

Lebih Dari Dua Dekade Melantai di BEI, Harga Saham BBRI Telah Naik 48 Kali

Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 15:55

Stabilitas.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada Jumat (8 Mei 2026) resmi melakukan pembayaran dividen tunai...

Kontestasi Seleksi Komisioner OJK

Abaikan Etika Penagihan, Fintech Indosaku Kena Peringatan Keras dan Denda Rp875 Juta

oleh Stella Gracia
8 Mei 2026 - 15:18

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif tegas kepada PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) akibat ketidakpatuhan dalam pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

Cek Dompet Anda! Ini Daftar Rupiah Lama yang Segera Tak Laku dan Batas Waktu Tukarnya

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

Genjot Likuiditas, Pemerintah Percepat Restitusi PPh WP Badan dengan Omzet s.d Rp50 Miliar

Risiko Finansial Kian Kompleks, BI Tekankan Pentingnya Otonomi dan Integrasi Kebijakan

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

Strategi Menjaga ‘Cash Flow’, Maybank Indonesia Berbagi Tips Evaluasi Keuangan Tengah Tahun

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
2012, CIMB Niaga Cetak Laba Bersih  Rp4,23 Triliun

CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp2,13 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance