Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI mencatatkan kinerja moncer pada kuartal I/2026 dengan perolehan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun. Capaian ini tumbuh 13,7% secara tahunan ( year-on-year /YoY) di tengah dinamika industri perbankan yang menantang.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan akselerasi digital korporasi melalui super apps BRImo yang kini telah menembus 47,8 juta pengguna, atau meningkat 18,6% YoY per Maret 2026. Transformasi bertajuk BRIvolution Reignite ini terbukti efektif mendorong volume transaksi digital hingga mencapai Rp2.042,2 triliun.
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menjelaskan bahwa tingginya jumlah pengguna BRImo menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital BRI untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
BERITA TERKAIT
“Basis pengguna BRImo yang besar menunjukkan bahwa aplikasi ini telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan harian nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur, BRImo terus mendorong peningkatan pemanfaatan layanan,” ujar Aquarius dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Efisiensi Dana Murah dan Penurunan CoF
Kesuksesan strategi digital BRI juga berdampak langsung pada struktur pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI secara konsolidasian meningkat 9,4% YoY menjadi Rp1.555,1 triliun.
Menariknya, komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BRI melonjak menjadi 68,07% atau setara Rp1.058,6 triliun. Hal ini memicu efisiensi biaya dana yang signifikan, di mana biaya dana (Cost of Fund /CoF) turun dari level 3% menjadi 2,3%.
“Penguatan CASA ini memberikan ruang yang lebih baik bagi margin bunga bersih ke depan, berkat pengelolaan struktur pendanaan yang lebih efisien,” tambah Aquarius.
Ekspansi Kredit dan Aset
Hingga akhir Maret 2026, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun, tumbuh 7,2% YoY. Pertumbuhan aset ini ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang meningkat 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun.
Meskipun ekspansi kredit berjalan cukup agresif, BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga kualitas aset tetap stabil. Pertumbuhan yang terpusat ini menjadi kunci bagi perseroan untuk menjaga fundamental bisnis yang tetap kokoh di tengah gejolak perekonomian. ***
Indikator Keuangan BRI (BBRI) Kuartal I/2026:
| Indikator Keuangan | Capaian (1Q26) | Pertumbuhan (Tahunan) |
| Laba Bersih | Rp15,5 Triliun | Naik 13,7% |
| Pengguna BRImo | 47,8 Juta Pengguna | Naik 18,6% |
| Volume Transaksi BRImo | Rp2.042,2 Triliun | Naik 29,4% |
| Rasio CASA | 68,07% | Naik dari 65,77% |
| Biaya Pendanaan (CoF) | 2,3% | Turun dari 3,0% |
| Total Kredit | Rp1.562 Triliun | Naik 13,7% |

















