• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Bunga Kredit Tekan Pertumbuhan Laba Danamon

by Sandy Romualdus
22 Juli 2011 - 00:00
7
VIEWS
Bunga Kredit Tekan Pertumbuhan Laba Danamon
0
SHARES
7
VIEWS

Jakarta – Untuk enam bulan pertama di tahun ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar 3 persen, naik dari Rp 1,433 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,473 triliun. Menurut Direktur Keuangan dan Chief Financial Office Danamon Vera Eve Lim mengungkapkan hal ini karena dampak penurunan suku bunga kredit Danamon pada semester I.

"Pertumbuhan laba sedikit, karena dampak penurunan suku bunga kredit juga berdampak pada keseluruhan pendapatan pada 6 bulan pertama," ujarnya dalam Paparan Kinerja Keuangan Semester I 2011 di Hotel JW Mariot, Jakarta, Kamis (21/7).

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Namun demikian, Vera mengungkapkan manajemen Danamon akan melakukan penyesuaian terkait biaya operasional dan yang lainnya pada semester II mendatang. Hal yang positif, ujar Vera, meski suku bunga kredit mengalami penurunan, resiko kredit juga menurun."Untuk NPL (Non performing Loan) gross semester 2011 sebesar 2,9 persen, tahun lalu 3,4 persen. ini penurunan cukup signifikan," tuturnya. Untuk itu Danamon terus positif menyalurkan kredit sepanjang sisa tahun ini. "Tapi tetap kita lakukan peningkatan di semester II ini, yang perlu dicatat, resiko kredit juga menurun," tegasnya.

BERITA TERKAIT

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

penurunan suku bunga kredit ini, tuturnya, lantaran faktor kondisi ekonomi yang positif, ditandai dengan pertumbuhan kredit rata-rata industri per Mei sebesar 23 persen. "Total kredit Danamon sebesar 31 persen, diatas indsutri perbankan," jelas Vera. Karena adanya persaingan serta banyak bank yang berselera untuk kredit maka semuanya meningkatkan kompetisi market dengan menurunkan suku bunga.

  • Baca juga: Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

Pada akhir Juni 2011, total kredit Danamon mencapai Rp 92.793 mi;iar, atau naik 31 persen dari Rp 71,074 miliar pada bulan yang sama tahun 2010. Sementara pada akhir tahun 2010 sebesar 82 triliun. Pertumbuhan kredit ini, ujar Vera, terjadi di semua segmen kredit. Mulai dari segmen kredit usaha mikrokecil, kecil dan menengah (UMKM), kredit korporasi dan kredit komersial. "Adapun kredit UMKM mencatat pertumbuhan 23 persen secara setahunan mencapai Rp 28 triliun dan merupakan segmen kredit yang merupakan 30 persen dari total kredit yang disalurkan oleh Danamon," jelasnya.

Sementara kredit korporasi dan komersial Danamon mencatatkan peningkatan sebesar 30 persen, dari Rp 15,45 triliun pada akhir Juni 2010 menjadi Rp 20 triliun pada akhir Juni 2011. Kredit wholesale didukung oleh kredit modal kerja juga tumbuhsebesar 46 persen menjadi Rp 3, 285 triliuun. "Kredit komersial terus berlanjut, dimana bisnis Trade Finance yang mendukungnya tumbuh pesat sebesar 142 persen menjadi Rp 1, 54 triliun," ujar Vera.

Ia menegaskan kondisi kredit Danamon selama enam bulan pertama 2011 disertai dengan aset dan resiko kredit yang terjaga. Penurunan NPL gros dari 3,4 persen menjadi 2,9 persen, dengan rasio penyisihan terhadap NPL sebar 101,9 persen, Net NPL Danamon tetap berada pada angka nol setelah memperhitungkan nilai agunan. "Khususnya untuk kredit korperasi, komersial, UMKM dan kredit kepemilikan rumah," katanya. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasian dan stand alone Danamon hingga 30 Juni 2011 tercatat sebesar 14 persen dan 12,2 persen. "Ini jauh diatas rasio minimum sebesar 8 persen yang ditetapkan Bank Indonesia," sambungnya.

  • Baca juga: Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 23 persen atau mencapai Rp 83,53 triliun. Sementara Giro tumbuh 16 persen dan tabungan naik 18 persen secara year on year, masing-masing sebesar Rp 10,3 triliun dann Rp 20, 81 triliun. Secara keseluruhan, CASA (Giro dan Tabungan) naik 18 persen mencapai Rp 31, 17 triliun dari Rp 26,51 triliun di akhir Juni 2010. Deposito mengalami kenaikan 26 persen menjadi Rp 52,36 triliun dari Rp 41, 39 triliun di akhir Juni 2010. "Sampai dengan 30 juni 2011, rasio kreedit terhadap total pendanaan berada pada posisi 91,9 persen dan rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga Danamon mencapai 99 persen,"terang Vera.

Pendapatan Bunga Bersih (Net interest Income) Danamon pada semester pertama 2011 ini tercatat sebesar Rp 5,23 triliun, atau naik 8 persen dari Rp 4,84 triliun pada Juni 2010. "Kinerja keuangan kami juga didukung oleh pendapatan non bunga yang tumbuh sebesar 12 persen atau mencapai Rp 1,77 triliun dari Rp 1,58 triliun secara setahunan," tuturnya. Terlepas dari kenaikan pendapatan bunga, Danamon membukukan net interest margin (NIM) yang lebih rendah, yakni sebesar 10 persen dibandingkan 11,6 persen pada tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kontribusi oleh imbal hasil yang lebih rendah di segmen non mass market. "pendapatan non bunga antara lain berasal dari redit related fees serta asuransi umum, yang masing-masing tumbuh 23 persen mecapai Rp 1,34 triliun dan naik 31 persen menjadi Rp 221 miliar secara setahunan," terang Vera.

 
 
 
 
 
Previous Post

Golden Ring Award: IWIC Kembali Raih The Best CSR

Next Post

CIMB Niaga Luncurkan Investor Account X-Tra

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Cetak NPL 0 Persen: Bank NTT Raih Apresiasi dari ILO

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Cetak NPL 0 Persen: Bank NTT Raih Apresiasi dari ILO

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 13:06

Bank NTT meraih penghargaan internasional dari ILO usai menyalurkan pembiayaan bagi petani rumput laut Sumba Timur dengan rasio NPL nol...

Optimalkan Pemulihan Aset: Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Optimalkan Pemulihan Aset: Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 09:36

BNI membukukan penjualan agunan Rp510,77 miliar lewat program Gelegar Lelang BNI 2026 melalui sinergi bersama 49 KPKNL di seluruh Indonesia....

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Dari Sanur ke Hamburg: Bakti BCA Antar Batik Gemah Sumilir dan Wastra Tenun Go Global

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:06

BCA dan TULOLA menggelar Kawan Nusantara 2026 di Sanur Bali guna mendorong wastra tenun dan batik binaan menembus pasar global...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

Posisi Makanan Halal RI Naik Peringkat Tiga Dunia, BI dan BPJPH Pacu Daya Saing UMKM

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
OCBC NISP Biayai KPM BII Finance

OCBC NISP Biayai KPM BII Finance

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance