• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Maret 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

China Soroti Klausul ‘Titipan’ AS dalam Perjanjian Dagang Indonesia, Risiko Retaliasi Mengintai

oleh Sandy Romualdus
26 Februari 2026 - 10:31
46
Dilihat
Pemerintah Berkomitmen Perluas Implementasi DO dan SP2 Online

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (Foto Ist)

0
Bagikan
46
Dilihat

Stabilitas.id — Hubungan dagang Indonesia berada di titik krusial setelah pemerintah China resmi menyatakan kekhawatirannya terhadap poin-poin dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Beijing menyoroti adanya klausul yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan pihak ketiga dan merusak prinsip perdagangan bebas yang saling menguntungkan.

Ketegangan ini muncul setelah dokumen perjanjian yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2/2026) mengungkap kewajiban Indonesia untuk menyelaraskan kebijakan keamanan ekonomi dan nasionalnya dengan standar Negeri Paman Sam.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi antarnegara seharusnya tidak menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga.

BERITA TERKAIT

Indonesia-AS Sepakati ART Murni Ekonomi, Pasal Non-Kerja Sama Dicabut

Resmi! Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Resiprokal: AS Pangkas Tarif Produk RI dari 32% Menjadi 19%

“China selalu menganjurkan agar kerja sama ekonomi dan perdagangan antarnegara saling menguntungkan dan tidak merugikan kepentingan pihak ketiga mana pun,” tegas Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (24/2/2026).

Dokumen ART Pasal 5.1 menyebutkan bahwa Indonesia bersedia mengadopsi tindakan pembatasan yang setara dengan langkah AS terhadap negara ketiga demi alasan keamanan nasional. Hal ini mencakup pengendalian ekspor, sanksi, hingga pembatasan transaksi dengan entitas yang masuk dalam daftar hitam AS (Entity List dan SDN List).

Klausul ini dinilai sebagai upaya AS untuk menarik Indonesia ke dalam blok ekonominya guna membendung pengaruh China. Bahkan, AS memberikan ancaman berupa pengembalian tarif impor produk Indonesia ke level 32% jika Jakarta menjalin kerja sama ekonomi dengan negara yang dianggap membahayakan kepentingan Washington.

Ancaman Balas Dendam Ekonomi

Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, menilai perjanjian ini sangat problematik dan mengandung kondisionalitas yang memberatkan. Ia memperingatkan risiko retaliasi atau balas dendam ekonomi dari China jika Indonesia terpaksa mengikuti langkah export control AS.

“Jika Amerika menerapkan export control ke China kemudian Indonesia diminta menerapkan hal yang sama, China tentu akan marah. Mereka mungkin tidak berani membalas Amerika, tapi mereka sangat berani melakukan retaliasi ke Indonesia,” jelas Yose.

Risiko ini bukan main-main. China adalah pasar ekspor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai tembus US$64,82 miliar pada 2025—dua kali lipat lebih besar dari pasar AS. Jika Beijing memutuskan untuk membatasi impor komoditas unggulan seperti kelapa sawit, ekonomi domestik dipastikan bakal terguncang.

Posisi Pemerintah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah masih memiliki waktu dalam proses ratifikasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, dan tekstil tetap mendapatkan tarif 0% di pasar AS, meskipun Presiden Trump berencana menerapkan tarif global 10% dalam 150 hari ke depan.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menyeimbangkan kepentingan antara “Teman Sejati” di Barat dan “Mitra Utama” di Timur demi menjaga stabilitas ekspor dan investasi nasional. ***

Tags: Agreement on Reciprocal TradeEkspor Indonesia ChinaKeamanan Ekonomi NasionalMao NingPerjanjian Dagang RI ASPrabowo TrumpRetaliasi DagangSanksi ASTarif ImporYose Rizal Damuri
 
 
 
 
Sebelumnya

BSI Rilis Tabungan Umrah, Garap Potensi 2 Juta Jemaah dan Tren ‘Spiritual Journey’

Selanjutnya

Ekonom Bank Mandiri: Kredit UMKM Sulit Agresif Jika Sektor Pertanian Masih ‘Lagging’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 11:15

Stabilitas.id — Buang jauh-jauh stigma kalau Lebaran itu wajib pakai baju baru dari ujung kepala sampai kaki. Riset terbaru dari...

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 11:07

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam...

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 09:59

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pasar tradisional di Indonesia tengah mengalami kondisi "mati suri". Hal...

Lampaui Level 2022, Harga BBM di Singapura Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Lampaui Level 2022, Harga BBM di Singapura Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

oleh Stella Gracia
17 Maret 2026 - 16:35

Stabilitas.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura melesat hingga melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat pada 2022. Kenaikan...

Mudik Tenang, Ini Tips Menjaga Keamanan Rumah ala Semen Merah Putih

oleh Stella Gracia
13 Maret 2026 - 18:40

Stabilitas.id — Tradisi mudik Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan bagi masyarakat Indonesia untuk merajut kembali silaturahmi di kampung halaman....

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

oleh Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 11:16

Stabilitas.id – Harga emas domestik terus merangkak naik di tengah kombinasi panasnya tensi geopolitik global dan peningkatan permintaan musiman menjelang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BRI Salurkan KUR Rp83,38 triliun, Pertanian Jadi Motor Utama

Ekonom Bank Mandiri: Kredit UMKM Sulit Agresif Jika Sektor Pertanian Masih 'Lagging'

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance