JAKARTA, Stabilitas–Beberapa waktu terakhir masyarakat disuguhi informasi-informasi mengenai rushmoney yaitu penarikan uang secara besar-besaran yang tersiar lewat media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan disampaikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, sehingga tidak perlu menjadi suatu yang ditakuti.
“Himbauan mengenai rushmoney, melihat perkembangan yang ada di medsos itu terarah pada isu yang negatif. Bukan sesuatu yang proper bahwa sistem ini digoyang dengan satu himbauan yang kurang bertanggungjawab,”ucap Kartika.
Isu rushmoney dinilai berkaitan erat dengan kondisi politik saat ini. Namun Kertika mengatakan pada teorinya kondisi politik tidak berkaitan erat dengan kondisi ekonomi, sehingga hal tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi.
“Di Indonesia antara politik dan ekonomi tidak terlalu terkorelasi. Tapi kalau iklim politik membaik, investasi asing harusnya bisa lebih baik,”jelas Kartika.
Walaupun masyarakat tengah ditakuti oleh isu ekonomi yang berdampak dari kondisi politik, Mandiri bersama Regulator memastikan kondisi perbankan tetap baik jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi terdahulu. Mulai dari sektor rumah tangga sampai infrastruktur.
“Perbankan kondisinya sehat. Kita sudah berdiskusi dengan regulator bahwa perbankan saat ini sehat. Likuiditas Rp 320 triluin. Perbankan sangat solid baik kredit, penyimpanan, transaksi semua baik. Dampak pertumbuhan perbankan kan luas mulai dari infrastruktur sampai ekonomi kecil,” tutup Kartika. (Ima)















