BSI telah menyalurkan KPR FLPP senilai Rp 3,6 triliun sejak merger hingga Juni 2026. Realisasi kuota FLPP BSI tahun 2026 capai 66%.
Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terus memperkuat kontribusinya dalam menyokong Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Komitmen tersebut direalisasikan lewat akselerasi penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Sejak merger hingga Juni 2026, BSI mencatat telah menyalurkan lebih dari 25.000 unit KPR Sejahtera FLPP dengan nilai pembiayaan menembus sekitar Rp 3,6 triliun. Penyaluran pembiayaan rumah subsidi berbasis syariah ini didominasi oleh wilayah Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Untuk kuota tahun berjalan 2026, emiten bersandi saham BRIS ini menempati urutan pertama secara nasional dalam persentase pencapaian target penyaluran unit FLPP, yakni telah merealisasikan sekitar 66% dari target tahunan sebesar 3.283 unit.
BERITA TERKAIT
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengungkapkan bahwa kepemilikan hunian merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami memperkuat peran Bank Syariah Indonesia untuk memberikan kemudahan akses kebutuhan dasar dengan skema pembiayaan syariah yang inklusif,” kata Bob dalam keterangan tertulis.
Guna memastikan mutu bangunan dan legalitas aset, BSI menggandeng lebih dari 700 mitra pengembang (developer) terpercaya di berbagai daerah.
Sebagai wujud sinergi dengan pemangku kepentingan, BSI turut berpartisipasi dalam agenda Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Penyaluran KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam seremoni nasional tersebut, BSI mengikutsertakan sebanyak 1.213 nasabah pembiayaan perumahan syariah.
Secara akumulatif, total portofolio pembiayaan griya BSI hingga saat ini telah mencapai Rp 61,2 triliun, di mana porsi penyaluran KPR FLPP menyumbang sebesar Rp 5,7 triliun. Perseroan optimistis permintaan pembiayaan rumah subsidi berbasis syariah akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kebutuhan hunian terjangkau di tanah air.***

















